Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Nggak Cuma Cantik, Tapi Juga Nggak Nyampah: Batik Rejomulyo Naik Level
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Ekonomi

Nggak Cuma Cantik, Tapi Juga Nggak Nyampah: Batik Rejomulyo Naik Level

Batik sekarang nggak cuma soal motif dan warna. Urusan limbah, sejarah, sampai kenyamanan pengunjung juga ikut naik meja. Kampung Batik Rejomulyo, Semarang Timur lagi dipoles serius biar bukan cuma estetik di kain, tapi juga ramah ke lingkungan dan ramah ke dompet warga.

T. Budianto
Last updated: Januari 26, 2026 3:09 am
By T. Budianto
3 Min Read
Share
KAMPUNG BATIK: Wali Kota Semarang, Agustina meninjau Kampung Batik Rejomulyo dalam rangkaian kegiatan Temu Warga Lokal Semarang Timur, Minggu, (25/1/2026). (Foto: Pemkot Semarang)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG– Pemkot Semarang makin serius menggarap Kampung Batik Rejomulyo. Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menegaskan kawasan ini diproyeksikan jadi sentra batik ramah lingkungan sekaligus penguat identitas Batik Semarang.

Komitmen itu disampaikan Agustina saat meninjau langsung Kampung Batik Rejomulyo dalam rangkaian Temu Warga Lokal Semarang Timur, Minggu (25/1/2026).

Dalam kunjungannya, Agustina dibuat terkesan dengan sistem produksi batik yang sudah dilengkapi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Fasilitas ini memungkinkan proses membatik menggunakan pewarna alam tanpa bikin lingkungan ketar-ketir.

Baca juga: Dari Balik Jeruji ke Catwalk: Batik Lapas Semarang Siap Naik Kelas

“Wah ini keren, di belakangnya ada IPAL. Jadi ini memang diniatkan untuk produksi batik dengan pewarna alam. Bukan cuma pakai pewarna biasa,” ujar Agustina.

Menurutnya, langkah tersebut jadi bukti kalau Kampung Batik Rejomulyo nggak sekadar jualan kain, tapi juga serius menjaga lingkungan tanpa meninggalkan nilai budaya.

Nggak berhenti di produksi, Kampung Batik Rejomulyo juga mulai melirik sisi sejarah. Para pelaku batik setempat bahkan menggagas kehadiran museum batik yang menampilkan replika Batik Semarang sejak era 1800-1900-an.

Nilai Tambah

Bagi Agustina, ide ini jadi nilai tambah yang bikin kawasan ini makin “berisi”, bukan cuma tempat belanja tapi juga tempat belajar. “Nantinya ada produk berkualitas selain UMKM batik yang sudah ada. Jadi ada upgrade, dari sisi pengetahuan sejarah sampai keahlian yang dimiliki,” jelasnya.

Ia menambahkan, revitalisasi Kampung Batik Rejomulyo yang dilakukan Pemkot Semarang sekaligus menjadi penanda 20 tahun kawasan tersebut dikembangkan sejak 2006.

Hasilnya, kawasan kini lebih tertata, ruang pamer lebih bersih, dan suasana lebih representatif untuk pengrajin maupun pengunjung. “Kalau dulu tempatnya agak kurang cantik, sekarang jadi luar biasa cantik. Ruang pamernya juga bersih,” kata Agustina.

Baca juga: Batik Buatan Warga Lapas Bikin Agustina Angkat Topi

Soal dampak ekonomi, Agustina menegaskan peran Pemkot bukan buat jualan batik, tapi memastikan kawasan ini nyaman dan layak dikunjungi. Targetnya jelas: wisatawan datang, belanja, lalu balik lagi.

“Tugas pemerintah kota itu meng-endorse. Supaya pelancong datang ke sini, belanja aman dan nyaman, lalu kembali lagi,” ujarnya.

Kalau dulu batik identik dengan pewarna pekat dan limbah ribet, Rejomulyo pengin bilang: batik bisa cantik tanpa bikin lingkungan sakit. Tinggal satu PR, wisatawan datang, dompet terbuka, dan batik Semarang makin punya cerita, bukan cuma motif. (tebe)

You Might Also Like

Prabowo Sebut RI Teman Sejati AS, Publik Beri Peringatan: Sejarah ’65 Belum Tuntas

Gubsu Bobby Razia Pelat BL setelah Gagal Rebut 4 Pulau Aceh, DPR: Bisa Bikin Perpecahan Bangsa

Demo Harga Pakan Mahal Tak Terjangkau, Peternak Temanggung Bagikan Gratis 5.000 Ayam Petelur

Pelaku Teror Andrie Yunus Tertangkap: 4 Oknum Intelijen TNI, Mayoritas Perwira dari AL dan AU

Pengakuan Getir Ayah Korban Ashari Pati: Anak Dipondokin Biar Pinter, Malah Dilecehin Kiai

TAGGED:agustina wilujengbatik semarangheadlinepemkot semarangwali kota
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Pesantren Diminta Nggak Cuma Jago Doa
Next Article Wagub Minta Hutan Lindung Jangan Cuma Nama

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Hari Pramuka di Wonoplumbon Jadi Ajang Anak SD-SMP Belajar Kompak

Samuel Soroti Janji Sejahterakan Rakyat: Visi Presiden Jangan Berhenti di Pidato

12 Pejabat Kejaksaan di Jateng Berganti

GEMPAT NTT - Warga di NTT menunjukkan kerusakan rumah terdampak gempa, Sabtu (15/8/2026).

Ada 37 Gempa Susulan Guncang NTT, BNPB: Dua Korban Jiwa di Sikka

Sekda sekaligus Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kota Semarang, Handi Priyanto. (ist)

Pajak Seret, Pemkot Semarang Sesuaikan Belanja APBD 2026

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Pendidikan

SMANKO, Cetak Atlet Berprestasi Tanpa Tinggalkan Rapor

Juni 7, 2026
Fokus

Jumat WFH, Dinas Dipangkas, ASN Jateng Diajak Lebih “Hemat Mode”

April 6, 2026
Info

Rangkaian Hari Jadi Kota Semarang Resmi Diluncurkan

April 14, 2026
Politikus Gerindra sekaligus Bupati Pati, Sudewo, jadi tersangka dua kasus yang ditangani KPK.
Hukum

KPK Bongkar Obrolan Ketua DPRD Pati dan Sudewo

Februari 25, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Nggak Cuma Cantik, Tapi Juga Nggak Nyampah: Batik Rejomulyo Naik Level
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?