BACAAJA, SEMARANG – Antusiasme mahasiswa Semarang untuk upgrade sklill menulis masih menyala. Setidaknya, itu yang terjadi saat Bacaaja.co membuka kelas ‘Beasiswa Menulis Opini dan Esai’ untuk mahasiswa di Semarang.
Kantor Bacaaja.co di Jalan Galunggung No.16, Kecamatan Gajahmungkur, disebu 16 mahasiswa dari berbagai kampus di Kota Semarang yang telah lolos seleksi, Minggu pagi (01/02/2026) .
Peserta yang hadir pun nggak kaleng-kaleng, mulai dari mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip), UIN Walisongo, Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), sampai Institut Teknologi dan Bisnis Semarang. Mereka punya misi yang sama: upgrade skill nulis dan makin jatuh cinta sama dunia literasi.
Salah satu peserta, Hikmi, ngaku kalau kegiatan ini jadi ruang aman buat menuangkan isi kepala ke dalam tulisan.
“Lebih leluasa untuk mengekspresikan diri di dalam tulisan,” katanya.
Kelas menulis ini dipandun oleh Erna Virnia. Selanjutnya acara dibuka dengan sesi pengenalan Media Bacaaja bareng Izra. Ia menegaskan pentingnya pelatihan menulis buat mahasiswa, sekaligus ngenalin karakter dan gaya khas Bacaaja yang punya perspektif unik.
Masuk ke sesi pertama, diisi oleh Pemimpin Redaksi (Pimred) Bacaaja.co, Candra Teguh Budiyanto. Candra ngajak peserta belajar cara “memungut” topik dari hal-hal paling dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, pengalaman personal justru bisa jadi tulisan yang autentik, relate, dan lebih gampang nyentuh pembaca.
Lanjut ke sesi berikutnya, Widyanuri Eko Putra yang akrab disapa Wiwid, ngebahas gimana sih sebaiknya nulis esai?
Kuncinya ternyata ada di gaya dan keberanian. Penulis harus berani eksplor kreativitas biar tulisannya nggak terasa kaku dan monoton.
COO Bacaaja.co, Puji Utami, mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta atas antusiasme yang luar biasa.
Ia juga bercerita mengenai pengalaman selama menjadi jurnalis hingga kolaborasi dengan berbagai pihak hingga melahirkan Bacaaja.co.
Sebagai penutup, CCO Bacaaja.co, Ibrahim memimpin sesi evaluasi sekaligus brainstorming. Peserta diajak refleksi bareng dan diboost kepercayaan dirinya supaya berani berkarya dan ikut berkontribusi lewat tulisan di Media Bacaaja.
Sepanjang acara, suasananya santai tapi tetap produktif. Para mahasiswa kelihatan aktif banget—mulai dari tanya jawab sampai sharing pengalaman menulis.
Lewat kegiatan ini, Bacaaja.co berharap bisa jadi ruang belajar sekaligus wadah buat mahasiswa agar makin pede nulis, memperluas relasi, dan tentunya meramaikan dunia literasi, khususnya di Kota Semarang. (*)

