BACAAJA, SEMARANG – Kabar duka kembali datang dari Tanah Suci. Seorang jemaah haji asal Medan, Sumatera Utara, dilaporkan wafat saat menjalankan ibadah haji di Arab Saudi.
Jemaah calon haji (calhaj) tersebut bernama Kasiani Sigito Tarmidi yang tergabung dalam kloter KNO 8. Almarhum wafat pada Ahad, 10 Mei 2026.
Dengan bertambahnya satu jemaah yang meninggal dunia, total jemaah haji Indonesia yang wafat di Arab Saudi hingga saat ini tercatat mencapai 24 orang.
Bacaaja: Koper Haji Jebol Duluan, Penggantinya Ternyata Sudah Disiapkan Garuda
Bacaaja: Usia 103 Tahun, Semangat Haji Mbah Mardijiyono Bikin Haru
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia, Maria Assegaf menyampaikan belasungkawa atas wafatnya para jemaah haji Indonesia di Tanah Suci.
“Atas nama Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia kami menyampaikan duka cita yang mendalam,” ujarnya dalam konferensi pers operasional haji 2026.
Maria juga turut mendoakan agar seluruh jemaah yang wafat mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.
“Semoga seluruh jemaah yang wafat, almarhum dan almarhumah, diampuni segala dosanya, diterima amal ibadahnya, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan,” tuturnya.
Di sisi lain, proses keberangkatan jemaah haji Indonesia ke Arab Saudi masih terus berjalan. Berdasarkan data operasional haji per 13 Mei 2026, sebanyak 379 kloter dengan total 146.622 jemaah dan 1.513 petugas sudah diberangkatkan.
Dari jumlah itu, sebanyak 312 kloter dengan total 120.507 jemaah telah tiba di Kota Makkah.
Sementara untuk gelombang kedua, tercatat ada 103 kloter dengan 39.388 jemaah yang masuk melalui Bandara Jeddah di Arab Saudi.
Informasi tersebut disampaikan melalui akun Instagram resmi Kementerian Haji dan Umrah RI dalam laporan Update Hari Ke-23 Operasional Haji 2026.
Kementerian juga kembali mengingatkan para jemaah, khususnya gelombang kedua, untuk memastikan kesiapan ihram sejak dari embarkasi. Jemaah diminta aktif berkoordinasi dengan petugas jika mengalami kendala selama perjalanan maupun saat menjalankan ibadah di Tanah Suci. (*)

