BACAAJA, SEMARANG- Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi melempar pesan cukup relevan buat para pelaku ekonomi kreatif: jangan cuma kreatif buat tampil keren di media sosial, tapi juga harus bisa menciptakan peluang kerja baru.
Pesan itu disampaikan saat peluncuran program Gekrafs Peduli yang digelar Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional Jawa Tengah di Ibis Styles Semarang Simpang Lima, Sabtu (9/5/2026).
Baca juga: Ekonomi Jateng Ngebut 5,89 Persen
Menurut Luthfi, ekonomi kreatif sekarang punya peran penting karena bisa tumbuh dari siapa saja. Nggak melulu anak muda, nggak harus orang bermodal besar, dan nggak harus punya kantor estetik dulu baru bisa mulai. “Ekonomi kreatif ini bisa tumbuh untuk dirinya sendiri maupun orang lain,” kata Luthfi.
Di tengah kondisi ekonomi global yang lagi nggak bisa dibilang santai, sektor kreatif dianggap jadi salah satu jalur yang masih punya peluang besar buat bergerak. Apalagi Jateng sekarang mulai jadi magnet investasi. Masalahnya, investasi aja nggak cukup kalau kreativitas manusianya jalan di tempat.
Ide Baru
Karena itu, Luthfi mendorong para pelaku usaha kreatif buat terus cari ide baru, bikin inovasi, dan nggak cepat puas cuma karena sempat viral seminggu. “Kreativitas anak muda harus kita tonjolkan agar bisa tetap eksis,” lanjutnya. Menariknya, acara ini nggak cuma ngomongin bisnis dan cuan. Lewat program Gekrafs Peduli, komunitas ekonomi kreatif juga diajak buat punya sisi sosial.
Ketua Gekrafs Jateng, Berty Diah Rahmana bilang, kalau ekonomi kreatif nggak seharusnya berhenti di urusan profit. “Bukan hanya kreativitas atau keuntungan ekonomi saja, tapi juga menumbuhkan jiwa sosial,” ujarnya.
Baca juga: HIPMI Semarang Resmi Dilantik, Wali Kota: Saatnya Anak Muda Jadi Mesin Ekonomi Kota!
Program Gekrafs Peduli rencananya bakal rutin digelar tiap bulan dan nggak cuma fokus di Semarang. Beberapa daerah seperti Solo, Demak, Kendal, dan wilayah lain juga bakal jadi sasaran kegiatan sosial berikutnya.
Gekrafs Jateng juga membuka kolaborasi dengan banyak pihak, mulai dari Baznas, Dinas Sosial, komunitas, sampai dunia usaha. Acara peluncuran ini turut dihadiri Wakil Ketua Umum Gekrafs, Laja Lapian, lengkap dengan santunan anak yatim dan tausiah bersama Muhammad Assad.
Dan mungkin sekarang memang zamannya begini: kreativitas nggak cukup cuma bikin feed Instagram rapi. Karena pada akhirnya, ide yang paling dicari bukan yang paling aesthetic, tapi yang bisa bikin orang lain ikut punya pekerjaan. (tebe)

