Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Paket Wisata Borobudur-Kopeng-Rawa Pening Dimatangkan
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Plesir

Paket Wisata Borobudur-Kopeng-Rawa Pening Dimatangkan

Kalau destinasi wisata itu ibarat tongkrongan, Borobudur kayaknya lagi nggak mau jadi “anak solo” lagi. Pemprov Jateng mulai nyusun formasi biar Borobudur punya circle kuat, bareng Kopeng dan Rawa Pening. Targetnya? Biar wisata di Jateng nggak cuma viral sesaat, tapi jadi paket komplit yang bikin betah.

T. Budianto
Last updated: April 21, 2026 6:45 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
KUNJUNGI BOROBUDUR: Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi mengunjungi Candi Borobudur, Minggu (19/4/2026). (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, MAGELANG- Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi memastikan rencana pengembangan kawasan wisata terintegrasi atau aglomerasi Borobudur-Kopeng-Rawa Pening terus dimatangkan.

Hal itu disampaikan Luthfi saat meninjau Candi Borobudur di sela kegiatannya di Kabupaten Magelang, Minggu (19/4/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia berkeliling melihat kondisi candi, mulai dari perawatan hingga pemeliharaan yang dilakukan petugas.

Luthfi juga mendapat penjelasan detail soal struktur candi, relief, hingga arah pengembangan kawasan ke depan. Menurutnya, Borobudur bukan sekadar destinasi wisata biasa. Statusnya sebagai warisan dunia dari Unesco bikin candi ini punya nilai lebih, baik dari sisi sejarah, budaya, maupun ilmu pengetahuan.

Baca juga: Pariwisata Jateng Naik Level, Komisi VII Kasih Standing Applause

“Ini heritage dunia. Kita harus bisa nguri-uri sekaligus memanfaatkannya dengan bijak,” kata Luthfi. Borobudur sendiri selama ini memang jadi magnet wisata, bukan cuma untuk turis lokal dan nasional, tapi juga internasional. Bahkan, kawasan ini juga dikenal sebagai pusat studi sejarah, budaya, dan arkeologi.

Nggak cuma itu, Borobudur juga punya peran penting sebagai tempat ibadah umat Buddha. Setiap tahun, ribuan umat dari berbagai negara datang untuk merayakan Hari Raya Waisak yang jadi salah satu agenda terbesar di kawasan tersebut.

Selain kegiatan keagamaan, berbagai event lain juga rutin digelar. Mulai dari sport tourism seperti Borobudur Marathon hingga event budaya seperti kirab pusaka yang belakangan ikut meramaikan kawasan ini.

Wilayah Penyangga

Melihat potensi besar itu, pemerintah pusat sudah melakukan penataan kawasan Borobudur. Sementara Pemprov Jateng menyiapkan wilayah penyangga agar dampaknya makin luas ke masyarakat.

Salah satu langkah strategisnya adalah rencana aglomerasi wisata yang menghubungkan Borobudur dengan kawasan dataran tinggi Kopeng dan kawasan rawa ikonik Rawa Pening.

Konsepnya, Borobudur akan jadi pusat, lalu wisatawan bisa lanjut menikmati udara sejuk Kopeng sampai panorama alam Rawa Pening dalam satu paket perjalanan. Saat ini, konsep aglomerasi tersebut masih dalam tahap penggodokan.

Baca juga: Jateng Lagi Ramai: Dari Desa Sunyi Sampai Borobudur, Semua Jadi Magnet

Koordinasi dengan kementerian terkait terus dilakukan agar rencana ini benar-benar berdampak ke sektor pariwisata sekaligus ekonomi masyarakat. “Aglomerasi wisata ini akan kita kembangkan,” tegas Luthfi.

Di tengah persaingan destinasi yang makin ramai, mungkin memang sudah waktunya wisata nggak jalan sendiri-sendiri. Karena di era sekarang, yang kuat bukan cuma yang indah, tapi yang punya “circle” solid biar nggak cuma didatangi, tapi juga diingat. (tebe)

You Might Also Like

Cek Layanan KA, Wagub Sambangi Stasiun Tawang

Kasus Kucing Ditendang di Blora Gagal Damai, Lanjut Sidang!

THR 13 Ribu PPPK Paruh Waktu di Jateng Cair 13 Maret

Menkomdigi Beberin “Bisnis Gelap” di Balik Live Streaming Demo, Nyambung ke Judi Online!

Pengakuan Teman Kuliah Jokowi di UGM: Saya Tidak Tahu Ada Jurusan Teknologi Kayu, Skripsi Saya Ekonomi Manajemen

TAGGED:ahlad luthficandi borobudurheadlinekopengpemprov jatengrawa peningwisata jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Dari Posyandu ke Amerika: Cerita Perempuan Semarang yang Bikin Dunia Noleh
Next Article 576 Ribu UMKM Ditarget Kantongi Sertifikat Halal

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Nggak Cuma Nangkep Penjahat, Polisi Juga “Ngurus Pesangon”

Megawati: Pancasila Jangan Cuma Jadi Lirik Lagu

Sehat Tapi Terserang, Cerita Duka dan Misteri Kanker

Kopdes Merah Putih Dapat Suntikan Baru, Skema Dana Makin Fleksibel

Belum Laku di Hajatan, Gambang Semarang Masih Cari Panggung

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Plesir

Imlek di Sam Poo Kong Bikin Semarang Makin Ramai

Februari 16, 2026
Rangkaian gerbong Kereta Api (KA) Bangunkarta relasi Jombang-Pasarsenen anjlok di Bumiayu, Senin (6/4/20206).
Unik

Kereta Anjlok di Bumiayu, Dua Rute KA dari Semarang Batal Berangkat

April 6, 2026
Pelanggan membeli barang di warung Madura yang ada di seberang Asrama Haji Manyaran, Semarang. (bae)
Info

Kapan Warung Madura Tutup? “Kami Tutup Kalau Kiamat”

Oktober 17, 2025
Ilustrasi Bitcoin atau BTC. JPMorgan menilai, tambang BTC lebih menjanjikan daripada tambang emas.
Ekonomi

Benarkah Bitcoin Lebih Bikin Untung dari Emas? Begini Kata JPMorgan soal BTC

Februari 7, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Paket Wisata Borobudur-Kopeng-Rawa Pening Dimatangkan
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?