BACAAJA, SEMARANG– Badan Narkotika Nasional (BNN) Jawa Tengah menggandeng Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Jawa Tengah untuk memperkuat benteng pertahanan generasi muda dari bahaya penyalahgunaan narkotika.
Kolaborasi tersebut dinilai penting karena PPI menjadi rumah bagi ribuan anak muda yang telah ditempa dengan nilai disiplin, kepemimpinan, nasionalisme, dan semangat pengabdian kepada bangsa.
Kepala BNN Jawa Tengah, Toton Rasyid, mengatakan anggota maupun pengurus PPI memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak kampanye antinarkoba di lingkungan masing-masing.
“PPI merupakan mitra strategis karena mewadahi generasi muda yang memiliki karakter disiplin, jiwa kepemimpinan, wawasan kebangsaan, serta kecintaan terhadap bangsa dan negara,” ujar Toton di Semarang, kemarin.
Baca juga: BNN Jateng Gerebek 8 Tempat Hiburan Malam di Semarang, 5 Orang Positif Narkoba
Menurutnya, kerja sama tersebut tidak hanya berhenti pada penandatanganan komitmen, tetapi juga akan diwujudkan melalui berbagai program nyata yang bisa langsung menyentuh kalangan muda.
Salah satu langkah yang didorong adalah pemanfaatan media sosial sebagai sarana edukasi. Di tengah tingginya aktivitas anak muda di dunia digital, platform media sosial dinilai menjadi ruang yang efektif untuk menyampaikan pesan-pesan pencegahan penyalahgunaan narkotika.
Toton menilai karakter yang telah melekat pada anggota Paskibraka menjadi modal sosial yang sangat berharga dalam mendukung gerakan antinarkoba.
Agen Perubahan
Nilai disiplin, kepemimpinan, dan nasionalisme yang selama ini menjadi identitas Paskibraka dianggap mampu menjadi fondasi kuat untuk membangun generasi yang tangguh menghadapi berbagai ancaman, termasuk narkotika.
“Anggota Paskibraka bisa menjadi teladan sekaligus agen perubahan di lingkungan mereka masing-masing,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua PPI Jawa Tengah, Rizal Arnadi, menyambut baik kerja sama tersebut dan menegaskan kesiapan organisasinya untuk terlibat aktif dalam berbagai program yang dirancang bersama BNN.
Menurut Rizal, PPI Jawa Tengah memiliki kekuatan regenerasi yang terus berjalan setiap tahun. Potensi itu bisa menjadi modal besar dalam memperluas jangkauan edukasi dan kampanye antinarkoba hingga ke tingkat sekolah dan komunitas.
Baca juga: Gudang Sepi di Mijen Semarang Ternyata Pabrik Narkoba! Kapasitas Produksi 1 Ton Ekstasi
Ia menyebut setiap tahun terdapat sekitar 2.000 anggota baru Paskibraka di Jawa Tengah yang berpotensi dilibatkan dalam berbagai kegiatan pencegahan penyalahgunaan narkotika.
“Ini menjadi kekuatan besar yang bisa dimanfaatkan untuk memperluas gerakan penyadaran kepada generasi muda,” katanya.
Rizal juga menegaskan komitmen PPI Jawa Tengah untuk menjadi bagian dari gerakan nasional dalam menyelamatkan generasi bangsa dari ancaman narkoba yang hingga kini masih menjadi tantangan serius.
Melalui kolaborasi ini, BNN dan PPI berharap lahir lebih banyak anak muda yang tidak hanya memiliki jiwa kepemimpinan dan nasionalisme, tetapi juga berani menjadi pelopor gaya hidup sehat serta aktif mengampanyekan lingkungan bebas narkoba.
Di tengah maraknya tren yang datang dan pergi di media sosial, ada satu hal yang tidak boleh ikut menjadi tren: narkoba. Sebab menjadi viral mungkin hanya bertahan beberapa hari, tetapi menjadi korban narkotika bisa menghapus masa depan dalam sekejap. Karena itu, barisan muda yang dulu menjaga merah putih kini diminta menjaga sesuatu yang tak kalah penting: masa depan generasinya sendiri. (tebe)

