Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Menu MBG Jangan Disamakan, Luthfi: Perut Anak Solo dan Pesisir Berbeda
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Menu MBG Jangan Disamakan, Luthfi: Perut Anak Solo dan Pesisir Berbeda

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memang datang dari pusat. Tapi soal apakah makanan itu dimakan habis, disukai anak-anak, atau malah berakhir di tempat sampah, pemerintah daerah dinilai lebih paham jawabannya.

T. Budianto
Last updated: Juni 7, 2026 7:48 am
By T. Budianto
4 Min Read
Share
PROGRAM PRESIDEN: Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi berbicara dalam Rapat Koordinasi Regional Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Program Direktif Presiden Batch II Provinsi Jateng 2026 di Lorin Hotel Surakarta, belum lama ini. (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, SURAKARTA- Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi menegaskan, pelaksanaan dan evaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) perlu melibatkan pemerintah daerah.

Meski merupakan program nasional, daerah dinilai memiliki pemahaman yang lebih utuh terkait kondisi lapangan, mulai dari pola konsumsi masyarakat hingga karakteristik penerima manfaat.

Hal tersebut disampaikan Luthfi saat Rapat Koordinasi Regional Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Program Direktif Presiden Batch II Provinsi Jawa Tengah 2026 di Lorin Hotel Surakarta, belum lama ini.

Menurutnya, evaluasi MBG tidak hanya berbicara soal distribusi makanan kepada peserta didik. Lebih dari itu, program tersebut juga menyangkut kualitas menu, keamanan pangan, sertifikasi halal, hingga kepatuhan terhadap Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Baca juga: Program MBG Jateng Dipuji, Jadi Barometer Nasional

“Meskipun Makan Bergizi Gratis merupakan program pemerintah pusat, pemerintah daerah tetap harus dilibatkan dalam evaluasi pelaksanaannya,” kata Luthfi.

Ia berharap pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten/kota memiliki rasa tanggung jawab yang sama dalam mengawal keberhasilan program tersebut. Karena itu, satuan tugas (satgas) yang telah dibentuk di daerah harus mampu menjalankan fungsi pengawasan dan evaluasi secara optimal.

Luthfi juga menilai menu MBG tidak bisa diseragamkan sepenuhnya di seluruh wilayah Indonesia. Setiap daerah memiliki ketersediaan bahan pangan lokal, kebiasaan makan, dan karakteristik budaya yang berbeda.

Untuk itu, ia mendorong keterlibatan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) dalam pendampingan program MBG. Menurutnya, pendekatan yang dilakukan oleh para ibu melalui PKK dapat membantu memastikan makanan yang disajikan sesuai kebutuhan dan kebiasaan anak-anak.

Kearifan Lokal

Ia mencontohkan pelaksanaan MBG di Kota Surakarta yang melibatkan PKK dalam proses pendampingan. Model tersebut dinilai bisa menjadi contoh bagi daerah lain di Jawa Tengah.

“Dengan melibatkan kearifan lokal dan pendekatan ibu-ibu melalui PKK, pelaksanaan MBG bisa lebih tepat sasaran dan lebih sesuai dengan kebutuhan anak-anak,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Luthfi juga memaparkan capaian pelaksanaan MBG di Jawa Tengah. Hingga saat ini jumlah penerima manfaat program tersebut disebut telah mendekati 9 juta orang.

“Untuk Program Makan Bergizi Gratis, Jawa Tengah memiliki data sasaran yang besar. Saat ini penerima manfaatnya sudah hampir 9 juta orang. Karena itu, MBG menjadi salah satu prioritas utama yang kita laksanakan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri Kemendagri, Yusharto Huntoyungo, menegaskan monitoring dan evaluasi tidak boleh dimaknai sebagai upaya mencari kesalahan. Evaluasi harus menjadi sarana memperbaiki kualitas kebijakan agar semakin efektif di lapangan.

Senada dengan itu, Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Aria Bima, menilai keberhasilan program nasional tidak cukup diukur dari desain kebijakan yang dibuat pemerintah pusat. Keberhasilan sesungguhnya terlihat saat program tersebut hadir dan dirasakan langsung oleh masyarakat.

Baca juga: MBG Bikin Sampah Kian Menumpuk, Pemprov Jateng Akui Banyak Makanan Terbuang Sia-sia

Menurutnya, pemerintah daerah menjadi pihak yang paling memahami dinamika dan kebutuhan warga sehingga memiliki peran penting dalam memastikan program nasional berjalan sesuai tujuan.

Rapat koordinasi tersebut membahas evaluasi 10 program prioritas Presiden di daerah. Selain Program Makan Bergizi Gratis, forum juga membahas pertumbuhan ekonomi, pengendalian inflasi, pembangunan tiga juta rumah, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, swasembada pangan, Cek Kesehatan Gratis, hingga penghapusan kemiskinan ekstrem.

Kadang yang membuat sebuah program gagal bukan karena makanannya kurang bergizi, tetapi karena pembuat kebijakan lupa bahwa setiap daerah punya selera, kebiasaan, dan kebutuhan yang berbeda. Sebab urusan mengenyangkan perut anak-anak ternyata tidak bisa diselesaikan hanya dengan satu menu dari Jakarta. (tebe)

You Might Also Like

Belum Dimulai Sudah Dibatalkan! Pemerintah Gak Jadi Berlakukan Sekolah Daring

Truk Kecelakaan Belum Dievakuasi, Kemacetan Tugurejo Mengular

Bancakan Uang Korupsi Mengalir hingga Kantong Pejabat Cilacap, Ada yang Dapet Rp 11 Miliar

UMKM Jepara Diminta Naik Kelas

4,6 Juta Warga Jateng Akses Program Cek Kesehatan Gratis, Terintegrasi dengan Speling

TAGGED:ahmad luthfiheadlinembg jatengpemprov jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Soal Ketahanan Pangan, Semarang Bawa Solusi ke Panggung Nasional
Next Article Alumni Paskibraka Diajak Perangi Narkoba

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

2.700 Pelari dari 14 Negara Serbu Merbabu Skyrace 2026

Alumni Paskibraka Diajak Perangi Narkoba

Menu MBG Jangan Disamakan, Luthfi: Perut Anak Solo dan Pesisir Berbeda

Soal Ketahanan Pangan, Semarang Bawa Solusi ke Panggung Nasional

SMANKO, Cetak Atlet Berprestasi Tanpa Tinggalkan Rapor

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Daerah

Pompa Jumbo Siap Nyedot Genangan

November 6, 2025
Daerah

OTT Bupati Cilacap, Pemprov: Era Pengepul Jabatan Harus Tamat

Maret 16, 2026
Info

Agustina Ajak Warga Kompak Sambut MTQ Nasional 2026

Februari 24, 2026
Info

Tiket Kereta Flat Cuma Rp 80 Ribu, Buruan Cek Jadwal Flash Sale KAI!

September 25, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Menu MBG Jangan Disamakan, Luthfi: Perut Anak Solo dan Pesisir Berbeda
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?