Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Soal Ketahanan Pangan, Semarang Bawa Solusi ke Panggung Nasional
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Soal Ketahanan Pangan, Semarang Bawa Solusi ke Panggung Nasional

Di tengah kota-kota besar yang sibuk membahas gedung pintar, transportasi canggih, dan teknologi masa depan, Kota Semarang justru mengangkat isu yang lebih mendasar: soal isi piring warganya.

T. Budianto
Last updated: Juni 7, 2026 7:42 am
By T. Budianto
4 Min Read
Share
JADI PEMBICARA: Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng saat menjadi pembicara dalam sesi Urban Talks di ajang Jakarta Future Festival (JFF) 2026 di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Jumat (5/6/2026). (Foto: Pemkot Semarang)
SHARE

BACAAJA, JAKARTA– Ketahanan pangan ternyata bukan cuma urusan petani di desa. Di kota besar seperti Semarang, persoalan ini justru menjadi tantangan yang makin rumit.

Hal itu disampaikan Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng saat menjadi pembicara dalam sesi Urban Talks pada ajang Jakarta Future Festival (JFF) 2026 di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Jumat (5/6/2026).

Di hadapan para perencana kota, akademisi, dan pegiat pembangunan perkotaan, Agustina mengingatkan bahwa kedaulatan pangan sering kali menjadi isu yang terlupakan dalam perencanaan kota modern.

Menurutnya, pemerintah daerah memiliki tanggung jawab memastikan kebutuhan pangan masyarakat terpenuhi, tetapi tidak memiliki kendali penuh terhadap harga karena seluruh mekanisme perdagangan pangan berjalan mengikuti pasar.

Baca juga: Antisipasi Krisis Pangan, 12 Pemprov Kumpul di Semarang

Saat ini, luas sawah yang tersisa di Kota Semarang hanya sekitar 2.000 hektare. Produksi beras lokal yang dihasilkan bahkan baru mampu memenuhi sekitar 11 persen kebutuhan konsumsi masyarakat.

“Kami tidak punya kewenangan menentukan harga. Kendali ada di pasar, sementara kebutuhan pangan warga tetap harus terpenuhi setiap hari,” ujar Agustina.

Berangkat dari kondisi tersebut, Pemkot Semarang meluncurkan program Pak Rahman atau Pasar Pangan Rakyat Murah dan Aman. Program ini hadir dalam bentuk mobil pangan keliling yang beroperasi hingga ke tingkat kelurahan.

Lewat kolaborasi dengan para pedagang, mobil pangan tersebut rutin menyasar ratusan titik setiap bulan untuk membantu menjaga stabilitas harga sekaligus mempertahankan daya beli masyarakat.

Dampak Nyata

Bukan sekadar program sosial, langkah ini juga memberi dampak nyata terhadap perekonomian daerah. Semarang bahkan berhasil menjadi salah satu daerah dengan pengendalian inflasi terbaik di Jateng.

Agustina menyebut keberhasilan tersebut tidak lepas dari kuatnya budaya gotong royong dan toleransi yang selama ini hidup di tengah masyarakat Semarang.

Ia mencontohkan filosofi Warak Ngendog, makhluk imajiner khas Semarang yang lahir dari percampuran berbagai budaya. Menurutnya, filosofi itu mengajarkan bahwa perbedaan harus menghasilkan solusi yang memberi manfaat bersama. “Dalam filosofi Warak Ngendog, pertemuan berbagai budaya harus menghasilkan telur atau solusi yang menguntungkan semua pihak,” katanya.

Budaya kolaborasi itu pula yang kemudian mendorong berbagai transformasi kota lainnya. Salah satunya revitalisasi kawasan bersejarah Kota Lama Semarang yang terus berjalan sejak 2020.

Hasilnya cukup mencolok. Semarang berhasil mencatatkan kunjungan wisatawan tertinggi di Jateng selama empat tahun berturut-turut dan semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu destinasi favorit di Indonesia.

Kehadiran Agustina dalam forum nasional tersebut menjadi kesempatan untuk berbagi pengalaman tentang bagaimana sebuah kota bisa membangun ketahanan melalui kolaborasi, budaya, dan gerakan nyata yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

Baca juga: Gerakan Pangan Murah Semarang, Wali Kota Agustina Komitmen Jaga Ketahanan Pangan

Urban Talks sendiri merupakan bagian dari rangkaian Jakarta Future Festival 2026 yang dibuka oleh Pramono Anung. Festival yang digelar oleh Bappeda Provinsi DKI Jakarta itu mengusung tema Navigating Resilience dan menjadi ruang bertemunya berbagai gagasan tentang masa depan kota.

Agustina menegaskan, kota masa depan tidak cukup hanya dibangun dengan teknologi dan infrastruktur modern. Yang lebih penting adalah keberanian untuk membuka ruang dialog dan membangun kerja sama lintas sektor. “Kota yang tangguh lahir dari kolaborasi dan gerakan bersama untuk kesejahteraan warga,” pungkasnya.

Di saat banyak kota berlomba menjadi “smart city” dengan layar digital dan kecerdasan buatan, Semarang justru mengingatkan satu hal sederhana: secanggih apa pun sebuah kota, kalau harga cabai bikin warga pusing dan beras sulit dijangkau, masa depan yang dibicarakan bisa jadi cuma sebatas presentasi di ruang seminar. (tebe)

You Might Also Like

Kapten Baru Tim Indonesia, Fajar Putri Siap Pimpin

Libur Nataru di Wonosobo Dijaga Ketat, Wisatawan Diminta Santai

Fakta Demo ‘Menuju Indonesia Bangkrut’, Bus Diadang Aparat TNI-Polri hingga soal CCTV

Pesan Tegas Ganjar Pranowo: Jangan Takut Bersuara, Akal Sehat Harus Tetap Terjaga!

Gugat Pernyataan Pejabat di Media, TAGP Hadirkan Ahli Dewan Pers

TAGGED:agustina wilujengheadlieketahanan panganpemkot semarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article SMANKO, Cetak Atlet Berprestasi Tanpa Tinggalkan Rapor
Next Article Menu MBG Jangan Disamakan, Luthfi: Perut Anak Solo dan Pesisir Berbeda

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Ketua DPD Gerindra Jateng, Sudaryono, resmi ditunjuk sebagai Kepala BGN.

Resmi! Istana Umumkan Sudaryono Jadi Kepala BGN Gantikan Nanik S Deyang

Urgensinya Apa? Puan Sorot Pengiriman 25 Kepala Daerah ke Singapura di Tengah Efisiensi Anggaran

AKSI DAMAI - Petani tembakau dari Temanggung dan sejumlah daerah lain di Indonesia menggelar aksi damai di depan kantor Kemenko PMK, desak pemerintah kaji ulang regulasi tembakau, terutama terkait pembatasan tar dan nikotin.

Desakan Petani Tembakau Menguat, Kemenko PMK Janji Kaji Ulang Aturan Pembatasan Tar dan Nikotin

Ilustrasi dapur MBG.

Kronologi Kepala SPPG Muraharjo Blora Menghilang, Pamit Salat tapi Tak Kembali Lagi

AUDIENSI - Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menerima audiensi sejumlah warga fari berbagai daerah di Jateng yang masing-masing membawa persoalan berbeda.

Jateng Lagi Banyak Masalah? Warga Serbu Kantor Gubernur Bawa Segudang Keluhan

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

DAPUR MARHAEN - Warga antusias mendatangi Dapur Marhaen di Kantor DPD PDIP Jateng, Minggu (10/5/2026). Dapur Marhaen digelar di seluruh kantor PDIP di Jawa Tengah pada tanggal 10, setiap bulan. (dul)
Info

Bagi Rakyat Kecil, Dapur Marhaen Bukan Cuma Soal Makan Gratis: Kami Merasa Diperhatikan

Mei 11, 2026
Kapolri Listyo Sigit Prabowo memluk keluarga ojol yang tewas dilindas kendaraan Brimob, di Jakarta, Kamis (28/8/2025).
Nasional

Kata Kapolri kepada Keluarga Ojol Tewas Dilindas Brimob: Bapak yang Sabar Ya

Agustus 29, 2025
Info

Syawal Datang, Puasa Enam Hari Bikin Nagih

Maret 23, 2026
Polisi nggelar olah TKP kecelakaan yang menewaskan Iko mahasiswa Unnes, Sabtu (6/9/2025). (Istimewa)
Hukum

Polisi Olah TKP Kecelakaan Iko di Samping Mapolda, Logis Gak Anggota Gak Tahu Nama Jalan?

September 7, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Soal Ketahanan Pangan, Semarang Bawa Solusi ke Panggung Nasional
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?