Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Dongkrak Produksi Susu, Jateng Andalkan Teknologi Inseminasi Buatan
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Teknologi

Dongkrak Produksi Susu, Jateng Andalkan Teknologi Inseminasi Buatan

T. Budianto
Last updated: September 5, 2026 1:04 pm
By T. Budianto
4 Min Read
Share
MINUM SUSU: Wagub Jateng, Taj Yasin Maimoen bersama sejumlah pejabat meminum susu dalam acara Jateng Livestock Fest 2026 di halaman Kantor Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) Jawa Tengah, Semarang, Jumat (4/9/2026). (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen mengatakan, teknologi inseminasi buatan menjadi salah satu terobosan penting dalam pengembangan peternakan di Jateng.

Menurutnya, teknologi itu memberi ruang bagi peternak untuk menyesuaikan kelahiran anak sapi dengan kebutuhan pengembangan ternak. Jika membutuhkan sapi betina untuk memperbanyak populasi sapi perah, kelahirannya bisa diarahkan melalui teknologi tersebut.

“Kalau masyarakat pengin sapinya betina, ya dicarakan di sini. Kalau pengin sapinya menjadi pejantan, bisa. Artinya ini inovasi yang luar biasa. Populasinya bisa kita atur,” kata Taj Yasin saat mewakili Gubernur dalam acara Jateng Livestock Fest 2026 di halaman Kantor Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) Jawa Tengah, Semarang, Jumat (4/9/2026).

Bagi Pemprov Jateng, inovasi ini bukan sekadar soal memilih sapi jantan atau betina. Lebih jauh, teknologi tersebut diharapkan bisa mempercepat pertumbuhan populasi sapi perah dan mendongkrak produksi susu di Jawa Tengah. “Kita ingin Jateng ini menjadi sentra produsen susu,” ujar Taj Yasin.

Baca juga: Jateng Gaspol Regenerasi Petani

Ia menyebut, saat ini Jateng berkontribusi sekitar 9,4 persen terhadap produksi susu nasional dan berada di posisi ketiga secara nasional. Karena itu, penguatan sentra sapi perah di berbagai daerah terus dilakukan.

Dalam Jateng Livestock Fest 2026, Pemprov Jateng juga menandatangani komitmen bersama untuk pengembangan sapi perah di Kabupaten Batang dan Brebes.

Namun, menurut Taj Yasin, produksi susu yang meningkat juga harus dibarengi dengan konsumsi protein hewani yang lebih baik di tengah masyarakat. Artinya, jangan sampai produksi susu dikebut, tetapi masyarakat justru jarang minum susu. Peningkatan produksi harus berjalan beriringan dengan peningkatan konsumsi pangan bergizi.

Semen Beku

Kepala Distannak Jateng, Defransisco Dasilva Tavares menjelaskan, teknologi tersebut memanfaatkan semen beku sapi perah sexing yang dikembangkan Balai Inseminasi Buatan (BIB) Jawa Tengah.

Teknologi ini memungkinkan peternak mengarahkan jenis kelamin anak sapi yang lahir melalui inseminasi buatan sesuai kebutuhan. “Misalnya ada peternak yang memiliki 10 ekor sapi kemudian ingin diinseminasi buatan menjadi betina semua bisa, jantan semua juga bisa,” jelas Defransisco.

Dalam kegiatan tersebut, Pemprov Jateng menyerahkan semen beku sapi perah sexing kepada Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Batang. Bantuan sapi perah juga diberikan kepada Kelompok Tani Banjarsari I, Desa Semampir, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang.

Sertifikat GFP turut diberikan kepada Kelompok Tani Banjarsari I dan Kelompok Tani Sepet Harum II, Desa Pacet, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang. Pengembangan sapi perah di Batang dan Brebes menjadi bagian dari upaya Pemprov Jateng memperkuat ekosistem persusuan.  Langkah itu sekaligus ditandai dengan peluncuran Gerbang Susu Jateng atau Gerakan Pengembangan Persusuan Jateng.

Baca juga: Juleha di Jateng Harus Bersertifikat

Jateng Livestock Fest 2026 sendiri merupakan rangkaian Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan ke-190 yang berlangsung pada 26 Agustus hingga 26 September 2026.

Selain peluncuran Gerbang Susu, kegiatan tersebut juga diisi penyerahan bantuan protein hewani, Gelar Market Hasil Peternakan Berkualitas, Kreatif Bento Challenge, hingga Gerakan Minum Susu atau Gerimis.

Sebanyak 200 paket berisi ayam, susu, dan telur juga dibagikan kepada masyarakat. Jadi, kalau selama ini urusan “mau jantan atau betina” terdengar seperti perkara nasib, teknologi peternakan kini punya cara untuk membuatnya lebih terencana. Tinggal satu pekerjaan rumahnya: setelah sapinya berhasil diatur, jangan sampai urusan minum susunya justru masih pakai sistem “nanti kalau ingat”. (tebe)

You Might Also Like

Gus Dur Jadi Pahlawan Bukan karena Pernah Jadi Presiden!

Begini Tampang Pria Blora Pembunuh Mozza, Statusnya Kini Tersangka

Pemprov Mulai Ngitung “Luka” Pascabanjir

OTT Bupati Cilacap, Pemprov: Era Pengepul Jabatan Harus Tamat

Cak Imin Usul, Gubernur Dipilih Presiden. Upaya Mundurkan Demokrasi?

TAGGED:headlinepemprov jatengpeternakan jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Ilustrasi suara dentuman keras. Warga Mengira Ada Latihan Militer, BMKG Ungkap Fakta Dentuman Misterius di Bandung
Next Article Bukan Cuma Lapangan Pancasila, Semarang Ikut ‘Dandan’ Sambut MTQ

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

TERSANGKA - Tampang MDFS, pria Blora tersangka kasus pembunuhan terhadap Mozza Axillia Gunarsa. (ist)

Begini Tampang Pria Blora Pembunuh Mozza, Statusnya Kini Tersangka

Bukan Cuma Lapangan Pancasila, Semarang Ikut ‘Dandan’ Sambut MTQ

Dongkrak Produksi Susu, Jateng Andalkan Teknologi Inseminasi Buatan

Ilustrasi suara dentuman keras.

Warga Mengira Ada Latihan Militer, BMKG Ungkap Fakta Dentuman Misterius di Bandung

Kafilah Jateng Siap Berlaga di MTQ Nasional 2026

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Hukum

Nusakambangan Tak Cuma Penjara, Kini Panen Udang, Telur hingga Harapan

Juni 21, 2026
Ekonomi

Cek Harga, Satgas Saber Pangan Jateng Blusukan ke Pasar Jatingaleh

Februari 23, 2026
Massa aksi demonstrasi Pati kocar-kacir berlari setelah polisi menembakkan gas air mata.
Daerah

Aksi Demontrasi Pati Tuntut Bupati Sudewo Mundur Ricuh, Polisi Tembakkan Gas Air Mata

Agustus 13, 2025
KIAI CABUL - Kiai Ashari, pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, mengaku wali untuk memanipulasi psikologi korban. Kiai Ashari mencabuli 50 santriwati, mayoritas korban berasal dari keluarga rentan.
Hukum

Kiai Pati Ngaku Wali Cabuli 50 Santriwati: Digilir di Samping Kamar Istri, Mayoritas Korban Yatim-Piatu

Mei 4, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Dongkrak Produksi Susu, Jateng Andalkan Teknologi Inseminasi Buatan
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?