Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Jateng Gaspol Regenerasi Petani
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Jateng Gaspol Regenerasi Petani

Kalau dulu bertani identik sama cap “kotor, capek, nggak keren”, sekarang narasinya mulai dibalik. Di Jateng, petani justru lagi direbranding jadi profesi masa depan. Bukan cuma soal cangkul, tapi juga teknologi, inovasi, dan peluang cuan yang makin terbuka.

T. Budianto
Last updated: April 25, 2026 4:02 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
PETANI MILENIAL: Sekda Jateng, Sumarno menghadiri Apel Siaga Penyuluh Pertanian dan Petani Milenial di Agro Center Soropadan, Temanggung, Sabtu (25/4/2026). (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, TEMANGGUNG- Pemprov Jateng lagi serius ngerombak wajah pertanian. Nggak cuma soal produksi, tapi juga regenerasi petani biar sektor ini nggak “menua sendirian”.

Lewat Apel Siaga Penyuluh Pertanian dan Petani Milenial di Agro Center Soropadan, Sekda Jateng Sumarno menegaskan bahwa regenerasi jadi kunci utama buat menjaga ketahanan pangan.

“Ini bukan sekadar seremoni. Yang penting itu bagaimana anak muda mau turun ke sawah dan lihat pertanian sebagai peluang,” katanya.

Saat ini, Jateng sudah punya sekitar 630 ribu petani milenial. Angka yang lumayan besar, apalagi kalau dibandingkan dengan mayoritas petani yang usianya sudah di kisaran 40-60 tahun. Artinya, estafet mulai jalan, meski PR-nya masih panjang.

Baca juga: Jateng Kejar Swasembada: Produksi Digenjot, Irigasi Diperbaiki, Petani Dapat Asuransi

Dengan masuknya generasi baru yang lebih melek teknologi, sektor pertanian diharapkan jadi lebih efisien, produktif, dan adaptif sama perubahan zaman. Nggak berhenti di SDM, Pemprov juga lagi ngerem alih fungsi lahan lewat revisi RTRW. Tujuannya jelas: jangan sampai sawah berubah jadi beton semua.

“Kami pastikan lahan pertanian tetap terlindungi. Ini penting buat keberlanjutan pangan,” tegas Sumarno. Isu lingkungan juga ikut disorot. Dari pengelolaan air sampai daerah tangkapan hujan, semuanya masuk radar. Soalnya, percuma produksi digenjot kalau ekosistemnya nggak dijaga.

Sementara itu, Ketua Umum Petani Milenial, Rayndra Syahdan Mahmudin bilang, kolaborasi antara petani muda dan penyuluh jadi kunci akselerasi. Apel ini sendiri diikuti 300 penyuluh dan 300 duta petani milenial dari 17 kabupaten/kota.

Merubah Stigma

Targetnya simpel: bikin pertanian makin relevan buat generasi sekarang. “Selama ini stigma bertani itu kucel, nggak keren. Nah, itu yang kita ubah,” ujarnya.

Dan ternyata, perubahan itu mulai kelihatan. Sejak 2019, jaringan petani muda di Jateng sudah tumbuh hingga hampir 35 ribu orang. Pelan tapi pasti, sektor ini mulai dilirik lagi.

Dari sisi produksi, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Jateng, Defransisco Dasilva Tavares, membeberkan target besar 2026. Luas tanam padi dipatok 2,38 juta hektare, dengan progres saat ini sudah tembus ratusan ribu hektare.

Setiap hari, ada tambahan tanam sekitar 7.000-8.000 hektare. Produksi padi hingga Mei diproyeksikan mencapai 4,69 juta ton dari target total 10,55 juta ton. Nggak cuma padi, komoditas lain juga digenjot.

Baca juga: PADI Temanggung Didorong Jadi Event Wisata

Cabai, bawang merah, sampai daging sapi ikut jadi andalan. Bahkan, Jateng jadi penyumbang utama bawang putih nasional dengan kontribusi hampir 64 persen. Buat ngejar target itu, berbagai strategi dipakai.

Mulai dari peningkatan indeks tanam, pengendalian hama, sampai adaptasi perubahan iklim. Salah satu yang lagi di-push adalah sistem “sepur”, pola tanam cepat yang bikin siklus panen dan tanam jadi lebih efisien.

Jadi, di saat banyak anak muda sibuk cari kerja “kantoran biar keliatan keren”, di Jateng justru lagi dibuktikan: yang turun ke sawah juga bisa sukses di masa depan. Tinggal pilih, mau ikut tren atau nunggu nasi jadi… dari siapa? (tebe)

You Might Also Like

Sekolah Negeri Lagi Diuji, Respati Ajak Warga Solo Balik Percaya

Pendapa Riuh, 569 Calhaj Purbalingga Siap Terbang Bareng

Rumus Baru, Nasib Lama: Buruh Tetap Mengeluh

Kirab Pusaka Ketemu Pawai, Purbalingga Tumpah Budaya

Belum Genap 10 Hari Puasa, Tiket Lebaran di Daop 4 Semarang Sudah Terjual 305 Ribu!

TAGGED:headlinePADIpemprov jatengsekda jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article 800 Atlet Padel Serbu Semarang, Rekor Nasional Auto Pecah!
Next Article Peternakan di Purworejo Sukses Kembangkan Sapi Premium

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

DIVONIS BERSALAH--Gus Yazid didampingi penasihat hukumnya meninggalkan ruang sidang usai divonis bersalah oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (9/9/2026). (bae)

Bantu Letjen Widi Samarkan Duit Korupsi BUMD Cilacap, Gus Yazid Dibui

CEK KESIAPAN MTQ - Dirjen Kemenag, Abu Rokhmad, Setelah menghadiri rapat checking terakhir kesiapan Provinsi Jawa Tengah sebagai Tuan Rumah MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Rabu (9/9/2026). (dul)

2.242 Peserta Siap Ramaikan MTQ Nasional di Semarang

JENGUK KORBAN: Menteri HAM RI, Natalius Pigai didampingi KaKanwil Kemenham Jateng, Mustafa Beleng saat meninjau korban dugaan keracunan program MBG di RSUD Dr R Soedjati Soemodiardjo, Grobogan, Selasa (13/1/2026). (ist)

Keracunan MBG Terbesar di Pati? 231 Siswa Tumbang, Operasional SPPG Gembong 1 Dihentikan Sementara

Panggung utama event MTQ Nasional di Lapangan Pancasila, Simpang Lima Semarang. (ist)

12 Venue MTQ Nasional Dilengkapi Posko Kesehatan, 306 Tim Medis Siaga

DIVONIS BERSALAH--Gus Yazid (kemeja hijau) duduk mendengarkan vonis putusan kasus TPPU, di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (9/9/2026). (bae)

Gus Yazid Hanya Divonis 1 Tahun dalam Kasus TPPU Lahan Cilacap

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

TAWARKAN INVESTASI--Wali Kota Agustina Wilujeng mempresentasikan proposal Semarang Logistic Hub UCC Terboyo dalam Investment Challenge 2026 di Gumaya Hotel Tower Semarang, Senin (10/8/2026). (ist)
Info

Pemkot Canangkan UCC Terboyo Jadi Mesin Ekonomi Baru Semarang

Agustus 10, 2026
Info

Program Speling Jateng Sudah Layani 102 Ribu Warga

Mei 18, 2026
Pendidikan

Dua Ton Harapan dari Semarang: FK Unnes Kirim Bantuan ke Aceh

Desember 20, 2025
Ekonomi

Minyakita “Menghilang” di Pasar Bintoro Demak

Maret 10, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Jateng Gaspol Regenerasi Petani
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?