BACAAJA, SEMARANG – Teater Gemati lagi punya hajat besar. Mereka bakal menggelar pertunjukan teater bertajuk “Keraton Siluman” di Balairung Universitas PGRI Semarang, Sabtu (23/5/2026).
Yang makin menarik, pentas ini nggak cuma diisi pemain lokal. Ada komedian Jarwo Kwat, host Indonesia Lawak Klub Denny Candra, sampai Ian Bukan Kasela yang ikut tampil di atas panggung.
Sutradara Atut Ayam mengaku sengaja menggandeng nama-nama nasional buat memancing minat anak muda Semarang terhadap dunia seni pertunjukan.
Bacaaja: Catat Tanggal Mainnya! Keraton Siluman, Lawakan Berisi Kritik Sosial dan Sindiran Menohok
Bacaaja: Menjaga Warisan, Menyentuh Generasi: Harapan dari Warak Ngendog hingga Teater
“Kita pengin anak-anak muda tergelitik lagi buat berkesenian, bikin pagelaran, dan berani tampil,” katanya, Kamis (21/5/2026).
Menurut Atut, komunitas teater Gemati sebenarnya lahir dari kumpulan anak-anak teater kampus yang tetap ingin berkarya meski sudah lulus kuliah.
Lewat pertunjukan “Keraton Siluman”, mereka ingin bikin teater terasa lebih dekat dengan generasi sekarang.
Makanya, tema yang diangkat juga dekat dengan kehidupan sehari-hari. Mulai dari kondisi sosial, kebijakan pemerintah, sampai keresahan masyarakat dibungkus dengan gaya satire dan komedi.
Atut bilang, cara menyampaikan kritik sekarang juga harus mengikuti zaman. Nggak melulu turun ke jalan, tapi bisa lewat pertunjukan kreatif yang tetap nyentil.
“Berorasi sekarang bisa lewat kemasan seni seperti ini. Harapannya bisa memicu teman-teman muda ikut bikin karya,” ujarnya.
Target penonton pertunjukan ini sekitar seribu orang. Sasaran utamanya mahasiswa dan pelajar karena pesan yang dibawa memang soal pentingnya pendidikan, literasi, dan kesiapan SDM anak muda menghadapi zaman digital.
Pemain yang tampil sekitar 24 orang. Kalau ditotal dengan kru belakang layar, jumlahnya hampir 50 orang.
Harga tiket reguler dibuka Rp25 ribu. Sedangkan tiket VIP dijual Rp100 ribu dan Rp200 ribu. (bae)

