Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Setop Jual Hulu Ngaliyan ke Pengembang, Amerta: Akar Masalah Banjir
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Fokus

Setop Jual Hulu Ngaliyan ke Pengembang, Amerta: Akar Masalah Banjir

R. Izra
Last updated: Mei 22, 2026 11:42 am
By R. Izra
3 Min Read
Share
ALIH FUNGSI LAHAN - Citra satelit menunjukkan adanya pembukaam lahan di kawasan BSB City. (google earth)
ALIH FUNGSI LAHAN - Citra satelit menunjukkan adanya pembukaam lahan di kawasan BSB City. (google earth)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Banjir yang bolak-balik menghantam Ngaliyan dan Tugu mulai bikin banyak pihak geram. Buat Amerta Air Indonesia, pemerintah nggak bisa lagi cuma sibuk tambal tanggul tiap hujan deras datang, tapi harus mulai berani ngerombak cara kota ini ditata.

Periset Amerta, Bagas Yusuf Kausan, menilai akar masalah banjir di Semarang Barat sebenarnya sudah lama kelihatan. Tapi sampai sekarang, pembangunan kawasan atas justru masih terus melaju.

Padahal dalam RTRW Kota Semarang Nomor 5 Tahun 2021, kawasan Ngaliyan sebenarnya sudah diingatkan untuk dikendalikan pembangunan kawasan terbangunnya. Kenyataannya, perumahan besar terus tumbuh di kawasan hulu.

Bacaaja: Banjir Ngaliyan-Tugu, Peneliti Amerta: Kota Salah Ditata
Bacaaja: Nasib Tragis Maryam, Lansia Semarang Tewas Terseret Banjir Imbas Tanggul Mangkang Jebol

“Persoalannya bukan sekadar teknis. Ini adalah soal siapa yang berhak atas ruang, siapa yang menanggung risiko, dan siapa yang memutuskan,” kata Bagas, Kamis (22/5/2026).

Menurutnya, ketika kawasan atas dijual untuk pengembangan perumahan, dampaknya justru ditanggung warga di kawasan bawah yang lebih rentan kena banjir. Yang untung satu pihak, yang kebanjiran pihak lain.

Amerta menyebut pengakuan Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, soal perlunya evaluasi tata ruang Ngaliyan memang langkah penting. Tapi kalau cuma berhenti di pengakuan tanpa tindakan, banjir disebut cuma bakal jadi siklus tahunan.

Lembaga itu pun mendesak Pemkot Semarang segera merevisi tata ruang kawasan Ngaliyan-Tugu dengan benar-benar menempatkan fungsi ekologis sebagai prioritas. Bukan sekadar nyisain “sisa lahan” yang belum dibangun.

Amerta juga meminta ada moratorium izin pembangunan perumahan baru di kawasan hulu seperti sekitar BSB dan Podorejo. Menurut mereka, evaluasi tata ruang nggak akan ada gunanya kalau pembangunan tetap jalan terus.

Selain itu, rencana normalisasi Sungai Plumbon juga diminta nggak cuma fokus urusan beton dan pengerukan sungai. Amerta mengingatkan pengalaman normalisasi Kali Bringin sebelumnya justru sempat bikin warga pesisir dan nelayan terdampak.

“Proses normalisasi Sungai Plumbon harus disertai kajian dampak sosial-ekologis yang menyeluruh, belajar dari pengalaman Kali Bringin, agar tidak mengulang kesalahan yang mengorbankan penghidupan warga dan nelayan,” tegas Bagas.

Amerta juga mendorong penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Ngaliyan-Tugu yang lebih transparan dan melibatkan warga. Soalnya selama ini, tata ruang kota dinilai terlalu sering dibahas di meja rapat, tapi dampaknya ditanggung warga di lapangan.

Selain banjir, kawasan industri Ngaliyan juga disebut perlu dibenahi serius. Risiko lalu lintas truk besar, jalan rusak, sampai kecelakaan disebut nggak bisa terus dianggap masalah biasa.

Buat Amerta, banjir yang berulang di Ngaliyan-Tugu bukan lagi alarm kecil. Mereka menilai kondisi sekarang sudah jadi tanda kalau Semarang perlu memilih: mau terus menambah beton, atau mulai menyelamatkan ruang hidup warganya. (bae)

You Might Also Like

Cerita Awaluddin Eks-Sekda Cilacap: Korupsi Demi Ikut Pilkada, Kalah Lalu Masuk Penjara

Pabrik Rp1,1 T di Kendal Siap Serap Ribuan Warga

PSIS Kunci Skuad: Thaufan-Kristof Jadi Puzzle Terakhir

Akhirnya Sejoli Aktivis Dera-Munif Keluar dari Tahanan

Viral Aksi Buang Kucing di Jembatan Kartini Semarang, Polisi Gercep Amankan Pelaku

TAGGED:amerta air indonesiabanjir semarangfokusheadlinekawasan hulungaliyanSemarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Wali Kota Ajak ISEI Semarang Dukung “Waras Ekonomi”
Next Article SEKRETARIS DPD - Sekretaris DPD PDIP Jateng, Sumanto. PDIP Sragen Pasang Target Tinggi di 2029: Rebut Lagi Kursi Bupati, Borong 20 Kursi DPRD

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia, Dino Patti Djalal.

Dino Patti Djalal Kembali Sentil Pemerintahan Prabowo: Tak Kirim Delegasi ke Iran, Takut Amerika?

SETOR UANG--Kontraktor Ferry Septha Indrianto alias Ferry Gareng beranjak usai menjadi saksi sidang korupsi terdakwa Sudewo, di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (6/7/2026). (bae)

Kontraktor Ngaku Setor Duit Rp125 Juta ke “Orangnya” Sudewo untuk Garap Proyek Ini

SAKSI SIDANG--Mantan Pangdam IV/Diponegoro, Letjen TNI Widi Prasetijono (layar monitor, tengah) jadi saksi sidang kasus pencucian uang hasil korupsi lahan BUMD Cilacap, Senin (6/7/2026). (bae)

Jadi Saksi Sidang, Eks Pangdam Widi Pakai Loreng dan Baret Merah

Saleh Wakil Ketua DPRD Jateng Soroti Tantangan Komunikasi Publik Era Digital

Balik Lagi! Thaufan Hidayat Pilih Tetap Berseragam PSIS

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Fokus

Kerusakan Jalan Pascabanjir di Silayur Langsung Diperbaiki

Mei 16, 2026
Ilustrasi Ibu Kota Nusantara (IKN)
Tumbuh

BRIN Sebut Ketersediaan Air di IKN Sangat Minim, Tanda Gak Layak Jadi Hunian?

Oktober 12, 2025
OGAH PINDAH KLUB - Pelatih klub Como 1907, yang berlaga di Serie A Liga Italia, Cesc Fabergas.
Sepak Bola

Fabregas Bebas Bangun ‘Kerajaan’ di Como, Pantesan Ogah Pindah dari Klub Keluarga Djarum

Mei 5, 2026
Politikus Gerindra sekaligus Bupati Pati, Sudewo, jadi tersangka dua kasus yang ditangani KPK.
Hukum

Sudewo Tersangka Dobel Kasus di KPK: Gak Cukup Terjerat OTT, Kena Suap Proyek Kereta Juga

Januari 21, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Setop Jual Hulu Ngaliyan ke Pengembang, Amerta: Akar Masalah Banjir
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?