BACAAJA, JAKARTA – Fix, nama Sudewo lagi panas banget di KPK. Gak cukup satu kasus yang menjeratnya. Dia tersangka dobel kasus.
Politikus Gerindra itu langsung jadi tersangka dua kasus yang ditangani KPK.
Setelah terjerat OTT KPK di Pati, karena jual-beli dan suap pengisian perangkat desa, Sudewo juga jadi tersangka kasus lainnya.
Bacaaja: Sudewo Patok Tarif Calon Perangkat Desa Rp150 Juta, Anak Buahnya Mark-up Jadi Rp225 Juta
Bacaaja: Cuma Pakai Sandal ke KPK, Sudewo Ditetapkan sebagai Tersangka bersama 3 Orang Lainnya?
Kasus ini sebenarnya sudah lama mengintai Sudewo. Bahkan sebelum dia jadi Bupati Pati.
Ya, kamu benar! Terbaru, KPK resmi menetapkan Sudewo sebagai tersangka kasus suap proyek jalur kereta api di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan.
Status tersangka ini dikonfirmasi langsung oleh Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, Selasa (20/1/2026) di Gedung Merah Putih KPK.
Artinya, Sudewo sekarang bukan cuma terseret satu kasus, tapi dua perkara korupsi sekaligus.
Disebut terima duit Rp3 miliar
Nama Sudewo sebenarnya sudah lama nongol di kasus ini.
Waktu sidang perkara DJKA di Pengadilan Tipikor Semarang, jaksa KPK sempat menyebut ada uang sitaan sekitar Rp3 miliar yang dikaitkan dengan Sudewo.
Meski begitu, Sudewo sempat membantah tudingan tersebut.
FYI, Sudewo juga pernah duduk sebagai anggota DPR RI Komisi V periode 2019–2024, komisi yang salah satunya membidangi urusan transportasi.
Kasus lama, jaringannya luas
Kasus suap proyek kereta ini sendiri bukan perkara baru. Awalnya terbongkar lewat OTT KPK pada 11 April 2023 di Balai Teknik Perkeretaapian wilayah Jawa Tengah.
Sejak itu, KPK sudah:
- menetapkan 20 tersangka,
- menahan banyak pejabat,
- bahkan menyeret dua korporasi.
Proyek-proyek kereta yang kena kasus ini tersebar di:
- Jawa
- Sumatera
- Sulawesi
Modusnya? Mulai dari atur pemenang tender, main di administrasi, sampai “setoran” biar proyek jatuh ke pihak tertentu. (*)

