BACAAJA, SEMARANG- Wacana bikin exit tol di wilayah Ngaliyan, Kota Semarang sudah lama beredar. Rencana ini digadang-gadang bisa jadi jalan keluar buat ngurai kemacetan di Ngaliyan sampai Mijen.
Exit tol ini dirancang terhubung dengan Jalan Tol Semarang-Batang. Lokasinya disebut-sebut berada di kawasan Ngaliyan, yang jadi titik krusial lalu lintas kendaraan, termasuk truk dari arah barat.
Baca juga: Rencana Jalan Lingkar Gagal, Gak Ada Solusi Lain: Kendaraan Besar Terpaksa Tetap Lewat Silayur
Dari sisi desain, proyek ini bahkan sempat bikin heboh. Gambar rancangan gerbang tol yang beredar menunjukkan ukuran yang cukup besar, lengkap dengan akses masuk dan keluar tol.
Pada awal 2024 lalu, Hevearita G Rahayu saat masih menjabat wali kota memastikan proyek exit tol Ngaliyan bakal direalisasikan. Menurut dia, desain exit tol sebenarnya sudah siap. Akses keluar dan masuk kendaraan dari tol ke wilayah Ngaliyan juga sudah dirancang. Tahapan berikutnya adalah pembebasan lahan.
Belum Aman
Di sisi lain Pemkot mengakui pembangunan exit tol mengalami kemunduran. Hal itu terjadi karena desain awal dinilai belum aman. Terutama untuk koneksi ke jalan kota seperti Jalan Prof. Hamka yang sudah padat.
Dua tahun berselang, rencana pembangunan Exit Tol Ngaliyan tak pernah ada update. Pertanyaan selanjutnya, jika memang mau ada exit tol di Ngaliyan, di mana titik pastinya?
Baca juga: Sudah Direkomendasikan, Belum Dikerjakan: Silayur Masih Jadi “Lintasan Uji Nyali”
Apakah jalur exit tol sekaligus dapat menjadi jalur alternatif Ngaliyan-Mijen? Ini penting karena selama ini kendaraan-kendaraan besar dari Kawasan Industri BSB tak punya jalan selain jalur Silayur yang rawan itu.
Kadang yang bikin macet bukan cuma kendaraan, tapi juga kejelasan proyek. Exit tol Ngaliyan mungkin masih ada di rencana pembangunan, tapi di lapangan, yang jalan duluan tetap cuma kemacetannya. (bae)

