Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Sate Berujung Maut, Menantu Klaim Dikasih Jampi-Jampi Bukan Racun
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Hukum

Sate Berujung Maut, Menantu Klaim Dikasih Jampi-Jampi Bukan Racun

Kisah ini bermula dari sebuah paket makanan yang tampak biasa. Tidak ada yang menyangka kiriman sate ayam yang tiba di rumah Aminah justru menjadi awal dari penyelidikan panjang yang kini masih didalami aparat kepolisian.

Nugroho P.
Last updated: Juni 1, 2026 9:22 pm
By Nugroho P.
7 Min Read
Share
ilustrasi bakar sate.
SHARE

BACAAJA, BOYOLALI – Warga Boyolali dibuat geger oleh sebuah kasus kematian yang menyisakan banyak tanda tanya. Seorang perempuan bernama Aminah, 57 tahun, ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya setelah sebelumnya menerima kiriman sate ayam yang diantar melalui ojek online. Peristiwa itu bukan hanya mengejutkan keluarga, tetapi juga memancing perhatian luas karena berbagai fakta yang muncul setelahnya.

Kisah ini bermula dari sebuah paket makanan yang tampak biasa. Tidak ada yang menyangka kiriman sate ayam yang tiba di rumah Aminah justru menjadi awal dari penyelidikan panjang yang kini masih didalami aparat kepolisian.

Pada Senin sore, 18 Mei 2026, Aminah menerima kiriman sate ayam yang diantar seorang pengemudi ojek online. Makanan tersebut diterima sebagaimana kiriman makanan pada umumnya, tanpa ada tanda-tanda yang membuat penerima curiga.

Namun ada satu hal yang terasa janggal. Pesanan itu tercatat atas nama anak kedua Aminah, yakni Luriyanti. Padahal, saat dikonfirmasi, Luriyanti mengaku sama sekali tidak pernah memesan ataupun mengirimkan makanan tersebut kepada ibunya.

Karena merasa heran, Aminah kemudian menghubungi putrinya melalui telepon. Dalam percakapan itu, Luriyanti justru meminta sang ibu untuk tidak menyentuh makanan tersebut karena tidak mengetahui siapa pengirim sebenarnya.

Peringatan itu muncul karena keluarga merasa tidak memiliki kerabat yang biasa mengirim makanan secara tiba-tiba. Apalagi identitas pengirim saat itu masih belum jelas dan tidak diketahui asal-usulnya.

Sayangnya, peringatan tersebut diduga terlambat. Berdasarkan keterangan keluarga, Aminah diduga sudah menyantap sebagian sate yang diterimanya sebelum akhirnya beristirahat malam itu.

Keesokan harinya, suasana yang biasanya berjalan normal mendadak berubah menjadi kepanikan. Pada Selasa pagi, Luriyanti datang ke rumah ibunya seperti rutinitas sehari-hari untuk menitipkan anak sebelum berangkat bekerja.

Saat tiba di lokasi sekitar pukul 06.30 WIB, ia merasakan ada sesuatu yang tidak biasa. Lampu rumah masih menyala dan tidak ada respons dari dalam rumah ketika dipanggil.

Perasaan khawatir pun muncul. Luriyanti kemudian meminta bantuan sejumlah warga sekitar untuk memastikan kondisi sang ibu yang berada di dalam rumah.

Beberapa tetangga akhirnya membantu membuka akses masuk ke rumah. Setelah berhasil masuk, mereka menemukan Aminah dalam kondisi sudah tidak bernyawa.

Pemandangan yang ditemukan membuat suasana berubah mencekam. Korban ditemukan dalam posisi telentang dengan mulut berbusa, tangan mengepal, dan terdapat bekas muntahan di sekitar tubuhnya.

Pada saat itu, keluarga belum langsung menghubungkan kematian tersebut dengan kiriman sate yang diterima sehari sebelumnya. Mereka masih menganggap peristiwa itu sebagai kematian mendadak yang belum diketahui penyebabnya.

Namun seiring berjalannya waktu, berbagai fakta mulai bermunculan. Salah satu yang paling mengundang perhatian adalah kejadian tidak biasa yang menimpa sejumlah ayam peliharaan warga.

Menurut keterangan kakak korban, Widodo, beberapa ekor ayam memakan sisa bumbu sate yang sebelumnya dibuang setelah digunakan oleh korban.

Tak lama kemudian, ayam-ayam tersebut mati secara berurutan. Jumlahnya bahkan disebut mencapai lima ekor dalam waktu yang relatif singkat.

Peristiwa itu membuat keluarga mulai menghubungkan kematian Aminah dengan makanan yang diterimanya sehari sebelumnya. Dugaan adanya zat berbahaya dalam sate pun mulai menguat.

Salah satu bangkai ayam kemudian diamankan sebagai sampel. Barang bukti tersebut selanjutnya diserahkan kepada pihak berwenang untuk kepentingan pemeriksaan laboratorium.

Seiring penyelidikan berkembang, perhatian keluarga tertuju pada sosok berinisial P yang diketahui merupakan menantu korban. Nama tersebut muncul setelah polisi menelusuri asal-usul pemesanan makanan yang dikirim melalui layanan ojek online.

Dari hasil penelusuran, sate ayam itu ternyata dibeli di kawasan Pandeyan, Kecamatan Ngemplak, Boyolali. Lokasi tersebut cukup jauh dari tempat tinggal P yang berada di wilayah Kartasura, Kabupaten Sukoharjo.

Kondisi ini memunculkan berbagai pertanyaan dari pihak keluarga. Mereka mempertanyakan alasan pemesanan dilakukan dari lokasi tertentu dan tidak dari wilayah yang lebih dekat dengan tempat tinggal pengirim.

Kecurigaan semakin berkembang setelah diketahui bahwa pemesanan menggunakan identitas anak korban, bukan atas nama pengirim sebenarnya. Fakta itu membuat keluarga merasa ada upaya untuk menyamarkan asal kiriman makanan.

Penyelidikan kemudian mengungkap bahwa P memang mengakui dirinya yang mengirim sate tersebut. Ia juga disebut meminta pengemudi ojek online agar tidak memberitahu penerima bahwa makanan berasal darinya.

Pengemudi kemudian mengantar pesanan itu dengan menyebut makanan berasal dari keluarga di Solo. Padahal, menurut keluarga, Aminah tidak memiliki kerabat yang tinggal di kota tersebut.

Beberapa saat setelah sate diterima, P bahkan disebut sempat datang ke rumah korban dengan membawa roti bakar. Momen ini kemudian menjadi bagian dari rangkaian peristiwa yang ikut ditelusuri penyidik.

Ketika dimintai keterangan oleh polisi, P membantah telah memasukkan racun ke dalam makanan yang dikirimnya. Ia menegaskan tidak memberikan zat berbahaya apa pun ke dalam sate tersebut.

Namun pengakuan yang disampaikan justru memunculkan perhatian baru. P mengaku hanya memberikan jampi-jampi atau mantra pada makanan itu dengan tujuan tertentu yang menurut pengakuannya berkaitan dengan urusan pribadi.

Pernyataan tersebut kemudian menjadi bagian dari bahan pemeriksaan yang didalami aparat. Polisi tidak hanya berfokus pada pengakuan, tetapi juga menunggu hasil ilmiah dari serangkaian pemeriksaan laboratorium.

Untuk memastikan penyebab kematian secara pasti, makam Aminah akhirnya dibongkar kembali. Proses ekshumasi dilakukan sebelas hari setelah pemakaman guna keperluan autopsi dan pengambilan sampel forensik.

Langkah tersebut diambil untuk mengetahui apakah terdapat zat tertentu di dalam tubuh korban yang dapat menjelaskan penyebab kematian. Hasilnya nanti akan dibandingkan dengan sampel lain yang telah diamankan penyidik.

Hingga saat ini, penyelidikan masih terus berlangsung. Polisi masih menunggu hasil laboratorium forensik untuk mengungkap secara pasti apa yang sebenarnya terjadi di balik kiriman sate misterius yang berujung pada kematian Aminah. Sementara itu, sosok P masih berstatus sebagai saksi dan proses pendalaman kasus terus dilakukan guna mengurai satu per satu teka-teki yang menyelimuti peristiwa tersebut. (*)

You Might Also Like

Ahli Bongkar Hasil Audit Janggal, Bella Minta Bebas dari Penjara

Masih Ingat Chiko, Pengedit Konten Cabul Smanse? Bentar Lagi Dia Disidang

Naudzubillah, Ayah Hilang Akal, Anak Sendiri Jadi Korban Nafsu

“Gorilla” Masuk Kampung: Dijual Sejuta, Untung Setengahnya, Ujungnya Masuk Bui

Kiai Ashari Pati Buron: Polisi Kemarin Gak Nahan Katanya Kooperatif, Sekarang Sibuk Nyari

TAGGED:jampi-jampimantrapembunuhanracunsatesate beracun
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Cek, Napas Masih Panjang atau Mulai Pendek? Paru-Paru Punya Jawaban

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Sate Berujung Maut, Menantu Klaim Dikasih Jampi-Jampi Bukan Racun

Cek, Napas Masih Panjang atau Mulai Pendek? Paru-Paru Punya Jawaban

2 Juni Dompet Mulai Senyum, Gaji Ke-13 Cair Bawa Kabar Lega

Terong Tiap Hari Memang Nikmat, Tapi Ada Batas Aman, Simak yuk

Kompas Sudah Ada, Tinggal Jangan Jalan Sambil Merem

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Aipda Robig (berprci), polisi penembak siswa, menyalami ayah korban penembakan, dalam sidang di PN Semarang, Selasa (6/5/2025).
Hukum

Akhirnya Polda Jateng Akui Robig Positif Narkoba: Dicek saat Kondisinya Labil

April 24, 2026
TERSANGKA CENGENGESAN -- Dua tersangka kasus peredaran sabu-sabu (berkaus hitam) masih bisa senyum-senyum saat diserahkan penyidik polisi ke jaksa penuntut umum, Rabu (13/5/2026). (bae)
Hukum

Gak Ada Takut-takutnya, Tersangka Kurir Sabu 5 Kg Malah Cengengesan di Kejaksaan

Mei 15, 2026
Penyidik Kejagung menyita uang Rp 2 miliar dalam plastik Mickey Mouse dari rumah Dirut Sritex Iwan Kurniawan Lukminto.
Hukum

Iwan Kurniawan Lukminto Susul Kakaknya ke Penjara, Jadi Tersangka Baru Korupsi Sritex

Agustus 14, 2025
Hukum

Miris, Ratusan Perempuan dan Anak di Jateng Alami Kekerasan pada 2025

Desember 20, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Sate Berujung Maut, Menantu Klaim Dikasih Jampi-Jampi Bukan Racun
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?