BACAAJA, SEMARANG – Kereta api ternyata makin dilirik wisatawan mancanegara. Banyak turis yang memilih naik KA saat menjelajah sejumlah kota di Jawa Tengah.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif mengatakan, sepanjang Januari hingga Juni 2026, sebanyak 51.372 warga negara asing tercatat naik kereta dari dan ke wilayah KAI Daop 4 Semarang.
Angka itu naik 9,38 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang mencapai 46.968 penumpang.
Bacaaja: Cerita Musa, Penyelamat Nyawa di Tepi Rel Kereta
Bacaaja: Jakarta Semarang Makin Dekat, Kereta Jadi Andalan Banyak Orang
Luqman mengatakan wisatawan asing banyak memanfaatkan kereta untuk menuju Semarang, Pekalongan, Grobogan, Tegal, Pemalang hingga Blora.
“Selain nyaman dan tepat waktu, perjalanan menggunakan kereta api juga memberikan pengalaman wisata tersendiri bagi wisatawan mancanegara yang ingin menikmati keindahan lanskap pedesaan, perkotaan, bahkan pesisir pantai di sepanjang jalur rel,” kata Luqman, Jumat (17/7/2026).
Menurutnya, kereta api juga menawarkan akses langsung ke berbagai destinasi wisata. Selain efisien, moda transportasi ini dinilai lebih ramah lingkungan.
“Selain menawarkan pengalaman perjalanan yang berbeda, layanan kereta api KAI memberikan jaminan kenyamanan, keamanan, dan akses langsung ke berbagai destinasi wisata unggulan di Jawa Tengah,” ujarnya.
Stasiun Semarang Tawang menjadi titik yang paling banyak digunakan wisatawan asing dengan 24.976 penumpang. Disusul Semarang Poncol sebanyak 6.647 penumpang, Tegal 6.238 penumpang, Pekalongan 4.758 penumpang, Pemalang 3.722 penumpang, dan Weleri 1.869 penumpang.
KAI juga melihat mulai tumbuhnya minat wisatawan asing ke wilayah seperti Grobogan, Pekalongan, dan Blora. Daerah-daerah itu dinilai punya potensi wisata sejarah yang mudah dijangkau menggunakan kereta.
Luqman menambahkan, Daop 4 Semarang juga punya nilai sejarah karena di wilayah ini berdiri Stasiun Tanggung di Grobogan, salah satu stasiun tertua di Indonesia. Stasiun itu menjadi bagian dari jalur kereta pertama di Tanah Air yang dibuka pada 1867. (bae)

