BACAAJA, SEMARANG- Kota Semarang memiliki sejarah panjang di bidang kesenian. Banyak karya dan seniman besar lahir dari kota ini. Namun, seiring perkembangan zaman, sejarah para seniman itu mulai terlupakan.
Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin saat menghadiri peringatan Bulan Bung Karno bertajuk “Djarek” di Taman Budaya Raden Saleh, Selasa (30/6/2026) malam.
Menurut Iswar, Pemkot Semarang terus memberikan apresiasi kepada para pelaku seni karena Semarang dikenal sebagai salah satu kota yang banyak melahirkan seniman berkelas nasional.
“Semarang saya kira salah satu kota di Indonesia yang sampai hari ini telah banyak menelurkan seniman-seniman yang kelasnya nasional,” kata Iswar. Ia kemudian bercerita pernah bertemu seorang peneliti saat menghadiri kegiatan di Kampung Jawi.
Baca juga: Fakta Tersembunyi di Balik 17 Agustus 1945, dari Malaria Bung Karno hingga Naskah di Tempat Sampah
Peneliti itu menyampaikan temuan mengenai sejarah musik keroncong yang berkaitan dengan Kota Semarang. “Peneliti itu bercerita ke saya bahwa gagasan pertama tentang lagu keroncong itu ada dari Semarang,” ujarnya.
Iswar mengatakan masih banyak warisan seni lain yang lahir dari Kota Semarang. Sayangnya, menurut dia, sejarah para seniman tersebut perlahan tenggelam karena masyarakat lebih disibukkan dengan dinamika kehidupan perkotaan.
“Banyak tokoh-tokoh kita tenggelam oleh aktivitas-aktivitas perkotaan yang sampai kemudian kita lupa tentang sejarah perjuangan para seniman Kota Semarang,” tuturnya.
Semangat Berkesenian
Karena itu, ia menilai kegiatan seperti peringatan Bulan Bung Karno penting untuk terus digelar. Selain mengingat sosok Bung Karno, acara semacam ini juga menjadi ruang untuk menghidupkan kembali semangat berkesenian di Kota Semarang.
Iswar juga mengapresiasi penyelenggaraan acara yang digagas secara gotong royong oleh berbagai komunitas seni dan budaya. Menurutnya, semangat tersebut sejalan dengan pesan Bung Karno tentang pentingnya membangun bangsa melalui kebudayaan.
Baca juga: Haul ke-55 Bung Karno, Puan Maharani: Warisan Gagasannya Relevan Sepanjang Zaman
“Pak Karno pernah menyampaikan bahwa bangsa akan besar karena memiliki kepribadian dalam berkebudayaan. Dan semuanya harus disokong secara bersama-sama,” ucapnya.
Di akhir sambutannya, Iswar mengajak pemerintah dan komunitas seni terus berkolaborasi agar kejayaan seni di Kota Semarang bisa kembali bangkit.
Kota akan terus membangun gedung-gedung baru. Tapi kalau sejarah para senimannya ikut runtuh, yang tersisa hanya bangunan megah tanpa cerita. Sebab, sebuah kota tak dikenang karena tingginya beton, melainkan karena panjangnya jejak budaya yang berhasil dijaga. (bae)

