Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Perundungan di SMP Nasima Disorot, FPDI-P Minta Disdik Jangan Diam
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Pendidikan

Perundungan di SMP Nasima Disorot, FPDI-P Minta Disdik Jangan Diam

Kasus dugaan perundungan yang menyeret nama SMP Nasima Semarang terus jadi sorotan. Fraksi PDI-P DPRD Kota Semarang ikut angkat suara. Mereka mendesak Dinas Pendidikan bergerak cepat, bukan hanya mengusut kejadian, tetapi juga memastikan korban mendapat perlindungan dan pendampingan hingga pulih dari trauma.

T. Budianto
Last updated: Juni 25, 2026 5:51 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
TERIMA PENGADUAN: Ketua Fraksi PDIP Kota Semarang, Rahmulyo Adi Wibowo (RAW) bersama sejumlah anggota fraksi menerima pengaduan dari orang tua siswa di salah satu SMP swasta di Semarang yang diduga menjadi korban perundungan, beberapa waktu lalu. (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Fraksi PDI-P DPRD Kota Semarang mendesak Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang segera mengambil langkah tegas terkait dugaan kasus perundungan dan pengeroyokan yang dialami seorang siswa SMP Nasima Semarang.

Ketua Fraksi PDI-P DPRD Kota Semarang, Rahmulyo Adi Wibowo mengatakan, pihaknya telah meminta Kepala Disdik Kota Semarang memanggil pihak sekolah untuk meminta klarifikasi sekaligus menentukan langkah yang akan diambil terhadap kasus tersebut.

“Kami sudah menindaklanjuti dengan meminta kepada Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang untuk segera memanggil pihak sekolah dan mengambil sikap terkait keputusan yang akan dilakukan,” ujar pria yang akra disapa RAW ini, Kamis (25/6/2026).

Baca juga: Tangis Ristia Pecah di Ruang Fraksi: Anak Saya Berangkat Sekolah, Pulangnya Penuh Memar

Menurut Rahmulyo, penanganan kasus tidak cukup berhenti pada proses klarifikasi. Korban juga harus mendapatkan layanan konseling dan pendampingan psikologis karena berdasarkan keterangan keluarga, kondisi mental korban masih terguncang setelah kejadian.

Korban disebut mengalami trauma mendalam, bahkan merasa takut ketika melihat toilet maupun berada di tengah kerumunan orang. Karena itu, Fraksi PDI-P juga mendorong Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Semarang ikut turun tangan memberikan pendampingan psikologis sekaligus memastikan hak-hak anak tetap terlindungi.

Rahmulyo menegaskan, proses penanganan tidak boleh tertunda hanya karena Dinas Pendidikan tengah disibukkan dengan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).

Jadi Perhatian

“Penanganan kasus tidak boleh terhambat meski saat ini Disdik sedang fokus pada proses SPMB,” tegasnya. Tak hanya itu, Fraksi PDI-P juga telah berkoordinasi dengan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Semarang agar dugaan tindak kekerasan tersebut mendapat perhatian dalam proses penyelidikan.

Rahmulyo mengingatkan, predikat Kota Layak Anak yang disandang Kota Semarang harus dibuktikan melalui lingkungan pendidikan yang benar-benar aman bagi peserta didik.

Baca juga: Bullying Grobogan, Polisi Resmi Tetapkan 2 Siswa SMP Jadi Tersangka

“Tidak ada alasan yang membenarkan tindakan bullying, termasuk jika korban dianggap memiliki kesalahan tertentu,” katanya. Berdasarkan informasi dari orang tua korban, dugaan pengeroyokan dilakukan oleh tiga siswa dengan peran berbeda. Korban mengalami sejumlah luka lebam di tubuh dan telah menjalani visum sebagai bagian dari proses penyelidikan.

Fraksi PDI-P pun mengajak masyarakat untuk tidak ragu melaporkan apabila menemukan kasus perundungan di lingkungan sekolah agar kejadian serupa bisa dicegah sejak dini.

Sekolah seharusnya menjadi tempat anak belajar tanpa rasa takut, bukan ruang yang menyisakan trauma. Sebab nilai rapor memang penting, tetapi rasa aman bagi setiap siswa jauh lebih layak mendapat nilai sempurna. (tebe)

 

You Might Also Like

Sekda Minta Satpol PP Lebih Humanis

Safari Tunas Toleransi: Senangnya 125 Bocah PAUD Temanggung saat Keliling Rumah Ibadah

Absurd! Oknum Polisi Curi Motor Polisi di Markas Polisi

Paket Wisata Borobudur-Kopeng-Rawa Pening Dimatangkan

Jateng Gaspol Atasi Backlog 1,3 Juta Rumah, Target Kelar 5 Tahun

TAGGED:f-pdip dprd kota semarangheadlineRAWsmp nasima
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Ilustrasi gempa bumi. Gempa Kembar Guncang Venezuela, Perkiraan Korban Capai 100.000 Jiwa
Next Article Salatiga Bakal Jadi “Istana” Dadakan, 100 Lebih Raja dan Sultan Siap Kumpul

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Nrimo Ing Pandum, Jalan Jawa Menuju Hati Tenang

Wayang Jadi Jurus Dakwah Sunan Kalijaga

Warga Takut Kasus Geotermal Dieng Terulang di Gunung Ungaran

CEK KESEHATAN RUTIN - PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah mendorong seluruh personel untuk mengenali kondisi tubuh melalui pelaksanaan Daily Health Checking. Pemeriksaan rutin kesehatan ini dilakukan bagi personel sebelum memulai aktivitas kerja.

PLN Icon Plus Dorong Penerapan Budaya HSSE melalui Daily Health Checking

AKSI DI GUBERNURAN--Warga yang melakukan aksi jalan kaki dari Gedong Songo membaur dengan massa aksi Jateng Guyub di depan Gubernuran, Semarang, Kamis (24/9/2026). (bae)

Jalan Kaki dari Gedong Songo, Warga Suarakan Penolakan Geotermal di Gubernuran

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Chiko Radityatama Agung Putra (kemeja putih) ikut sidang pembacaan putusan di PN Semarang, Kamis (26/2/2026). (bae)
Hukum

Hakim Batal Bacain Vonis Chiko Pembuat Konten Cabul Smanse Pakai AI, Mengapa?

Februari 26, 2026
Info

Semarang Makin Pede Jadi Kota Sinema

Juli 24, 2026
Info

MBG di Klaten Bikin Heboh: Makan Gratis, Bonus Mual?

April 30, 2026
PECAH BAN - Pesawat CASA U-6215 jenis NC 212-200 Aviocar milik TNI Angkatan Laut (AL) yang mengalami pecah ban hingga keluar landasan pacu di kawasan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel), Selasa (25/8/2026).(Dok Lanud Sultan Hasanuddin)
Info

Pesawat TNI Kecelakaan di Bandara Hasanuddin, Letkol Eko Ungkap Kondisi Kru

Agustus 26, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Perundungan di SMP Nasima Disorot, FPDI-P Minta Disdik Jangan Diam
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?