BACAAJA, SURABAYA– Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) resmi mengakhiri operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) korban kebakaran KMP Mutiara Sentosa II yang terjadi di perairan utara Kabupaten Sumenep, Pulau Madura, Jawa Timur.
Keputusan tersebut disampaikan Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii setelah rombongan terakhir yang terdiri dari 62 korban tiba dengan selamat di Posko Terpadu Terminal Gapura Surya Nusantara (GSN), Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Selasa (4/8/2026) sekitar pukul 14.10 WIB.
“Dengan ini secara resmi operasi SAR khusus dalam penanganan kedaruratan KM Mutiara Sentosa II kami alihkan menjadi operasi rutin atau operasi kesiapsiagaan yang dikendalikan Kepala Kantor SAR Surabaya,” kata Syafii dalam konferensi pers.
Baca juga: Lengkap! Berikut Daftar Identitas Korban Tewas dan Selamat KMP Tunu Pratama Jaya
Berdasarkan data Basarnas, total korban yang berhasil dievakuasi mencapai 238 orang. Jumlah tersebut meliputi penumpang, anak buah kapal (ABK), serta tenaga bantuan operasi yang berada di kapal saat insiden terjadi.
Dari total korban tersebut, lima orang dinyatakan meninggal dunia, sementara sisanya berhasil ditemukan dalam kondisi selamat. “Kami sudah menyinkronkan data sehingga jumlah korban yang ditemukan sesuai dengan jumlah penumpang yang telah terkonfirmasi berada di atas kapal,” ujar Syafii.
Operasi Pemantauan
Meski operasi SAR resmi dihentikan, Basarnas memastikan pemantauan di sekitar lokasi kejadian tetap dilakukan melalui operasi rutin. Fokus pengawasan akan tetap berada di perairan tempat kebakaran terjadi sebagai langkah antisipasi apabila muncul perkembangan baru.
Syafii juga menegaskan Basarnas masih membuka posko pengaduan bagi masyarakat. Apabila di kemudian hari ada laporan mengenai anggota keluarga yang diduga belum ditemukan, operasi pencarian dapat kembali dibuka sesuai kebutuhan dan kondisi di lapangan.
“Kita berharap tidak ada lagi laporan keluarga yang belum ditemukan. Namun apabila ada pengaduan, tentu operasi akan kembali kami laksanakan sesuai situasi dan kondisi,” tegasnya.
Baca juga:kmp tunu pratama jaya tenggelam
Pada kesempatan itu, Syafii turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam operasi penyelamatan, mulai dari Basarnas, TNI, Polri, pemerintah daerah, relawan, hingga masyarakat yang ikut membantu proses evakuasi para korban.
Operasi SAR memang telah berakhir. Namun pekerjaan terbesar sesungguhnya baru dimulai: memastikan tragedi serupa tidak kembali terulang. Sebab laut tak pernah memilih korbannya, tetapi kelalaian sering kali memilih waktunya. (tebe)

