Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Kasus Aiptu N Bikin Geger, Dugaan KDRT Berat Kini Diusut
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Hukum

Kasus Aiptu N Bikin Geger, Dugaan KDRT Berat Kini Diusut

Anggota yang bertugas di Polsek Tegal Selatan itu ditahan oleh Bidang Profesi dan Pengamanan Polda Jawa Tengah setelah muncul dugaan penganiayaan berat terhadap istrinya sendiri, perempuan berinisial M (30), warga Cirebon, Jawa Barat.

Nugroho P.
Last updated: Juli 3, 2026 9:11 pm
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
POLISI - Ilustrasi anggota Polri (polisi).
POLISI - Ilustrasi anggota Polri (polisi).
SHARE

BACAAJA, TEGAL – Kasus dugaan kekerasan dalam rumah tangga yang melibatkan seorang anggota polisi di Tegal Kota bikin perhatian publik tertuju ke proses penanganannya. Oknum berinisial Aiptu N kini sudah diamankan dan menjalani pemeriksaan intensif.

Anggota yang bertugas di Polsek Tegal Selatan itu ditahan oleh Bidang Profesi dan Pengamanan Polda Jawa Tengah setelah muncul dugaan penganiayaan berat terhadap istrinya sendiri, perempuan berinisial M (30), warga Cirebon, Jawa Barat.

Korban sebelumnya melaporkan kasus tersebut ke Bareskrim Polri dengan pendampingan tim kuasa hukum Hotman Paris 911. Laporan resmi itu dibuat pada Kamis (2/7/2026).

Kapolres Tegal Kota AKBP Heru Antariksa Cahya membenarkan bahwa Aiptu N telah diamankan sejak Kamis malam untuk menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut.

Menurut Heru, langkah cepat itu menjadi bagian dari komitmen kepolisian dalam menindak setiap dugaan pelanggaran hukum maupun kode etik yang melibatkan anggota internal.

“Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri dalam menindaklanjuti setiap dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh anggota secara cepat dan sesuai mekanisme yang berlaku,” ujar Heru, Jumat (3/7/2026).

Selain proses pemeriksaan etik oleh Bidpropam Polda Jawa Tengah, laporan dugaan tindak pidana yang diajukan korban kini sudah masuk penanganan penyidik Bareskrim Polri.

Seluruh tahapan penyidikan, mulai dari pendalaman fakta, pemeriksaan saksi, hingga pengumpulan alat bukti, sepenuhnya menjadi kewenangan tim penyidik di tingkat pusat.

Pihak kepolisian menegaskan bahwa tidak ada toleransi terhadap pelanggaran hukum yang dilakukan anggota, tanpa melihat jabatan maupun pangkat yang dimiliki.

Heru mengatakan, jika nantinya terbukti ada unsur pidana ataupun pelanggaran kode etik, maka proses hukum akan berjalan sesuai aturan yang berlaku.

“Polda Jawa Tengah memastikan seluruh penanganan perkara dilakukan profesional, objektif, transparan, dan akuntabel,” kata Heru.

Kasus ini mencuat setelah tim pendamping hukum korban mengungkap kondisi M yang mengalami luka bakar cukup serius dan membutuhkan perawatan intensif.

Perwakilan tim Hotman Paris 911, Raden Reza, menyebut korban mengalami luka bakar di bagian tubuh sebelah kiri dengan tingkat cedera mencapai 47 persen.

“Jadi korban ini menderita luka bakar 47 persen di bagian sebelah kiri,” ujar Raden Reza di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta.

Usai menjalani pemeriksaan, korban terlihat menggunakan kursi roda. Luka bakar yang dialaminya masih tampak jelas, terutama di bagian tangan sebelah kiri.

Tim pendamping hukum juga terus mengawal proses hukum sekaligus memastikan kondisi kesehatan korban mendapatkan perhatian selama penanganan perkara berlangsung.

Menurut Raden, rangkaian dugaan kekerasan itu disebut sudah terjadi sejak tahun 2023. Namun, peristiwa yang paling berat diduga berlangsung pada September 2024.

“Yang terakhir yang paling parah itu di tahun 2024 bulan September. Itu yang paling parah. Dan korban dibawa ke rumah sakit tapi memang si terduga pelaku ini memang tidak bertanggung jawab, ditinggal begitu saja di situ,” ungkapnya.

Dalam keterangannya, Raden juga menyebut dugaan bahwa luka yang dialami korban sempat disebut sebagai akibat ledakan tabung gas untuk menutupi kejadian sebenarnya.

“Karena untuk menyembunyikan kejahatannya bahwa korban disiram air keras, jadi pihak pelaku itu berbohong bilangnya kena tabung gas gitu,” tutur Raden.

Selain dugaan penganiayaan, laporan korban turut memuat tuduhan lain terkait dugaan penyalahgunaan narkotika yang masih menjadi bagian dari pendalaman penyidik.

Raden mengungkapkan bahwa korban diduga pernah dipaksa terlibat dalam aktivitas yang berkaitan dengan narkotika jenis sabu selama menjalani hubungan rumah tangga.

“Terakhir itu korban dipaksa membuat sabu sendiri,” imbuhnya.

Saat ini, laporan tersebut telah teregister secara resmi di Bareskrim Polri dengan nomor LP/B/295/VII/2026/SPKT/BARESKRIM POLRI. Sementara proses hukum dan pemeriksaan terhadap seluruh pihak terkait masih terus berjalan. (*)

You Might Also Like

Jeritan Hati Mami Uthe: Cuma Koordinator LC tapi Jadi Kambing Hitam Kasus Striptis

Kasus Kekerasan Seksual Kembali Guncang Dunia Kampus, Kali Ini di UIN Saizu Purwokerto

Janji Ketemu Berujung Ricuh, Dini Hari Merden Geger

Susu Diduga Bermasalah, Kasus MBG Blora Diusut

2026 Dibuka Tawuran di Manggarai, DPRD Usul Bansos Disetop

TAGGED:Aiptu NkdrtPengNIynpolisi
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Kepala Terasa Muter Tiba-Tiba, Ini Ragam Pemicu Vertigo Yang Sering Muncul
Next Article Tiga Komodo Dibanderol Puluhan Juta, Jejak Transaksinya Bikin Kaget

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

SINDIR PEMERINTAH--Warga Kandri saat upacata HUT RI cosplay mengkritik ucapan Prabowo soal pengupas bawang. (bae)

Warga Kandri Cosplay Jadi Juragan Bawang saat HUT RI, Sindir Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu

BANGUNAN ROBOH - Sebuah bangunan di NTT roboh setelah diguncang gempa berkekuatan Magnitudo 7,7 pada Sabtu (15/8/2026).

Update Gempa NTT: BNPB Nyatakan Korban Tewas Bertambah Jadi 68 Jiwa

UPACARA UNIK--Emak-emak Kampung Gang Presiden, Kelurahan Ngijo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, mengenakan kostum daur ulang sampah plastik saat menggelar upacara bendera HUT Kemerderkaan ke-81 Republik Indonesia (RI), Senin (17/8/2026). (ist)

Bukan Upacara Biasa! Emak-emak Gang Presiden Puntan Pakai Kostum Daur Ulang Sampah

Bidan Ngada Berjuang Terangi Persalinan Pakai HP

Kenapa Perempuan Lebih Rentan Cedera ACL?

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Hukum

Puan Sentil Pejabat, Jangan Tunggu KPK Datang Baru Sadar

November 4, 2025
Tampang pknum intelijen TNI pelaku teror penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus. Pelaku hanya dijerat pasal penganiayaan berencana.
Hukum

Tampang Intel TNI Penyiram Air Keras Andrie Yunus, Cuma Dijerat Pasal Penganiayaan

Maret 18, 2026
Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto. (bae)
Hukum

Dalih Polisi Ubah TKP Kecelakaan Iko Juliant Unnes: Bisa Jadi Anggota Tak Tahu Nama Jalan

September 3, 2025
SERAHKAN UANG--Kepala Kejari Kota Semarang, Andhie Fajar Arianto (kemeja putih) menyerahkan secara simbolis uang hasil penjualan aset rampasan kasus korupsi Agus Hartono, Kamis (23/7/2026). (bae)
Hukum

Rumah Rampasan Koruptor Bank BJB Agus Hartono Laku Rp4,9 Miliar

Juli 24, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Kasus Aiptu N Bikin Geger, Dugaan KDRT Berat Kini Diusut
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?