Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Sudewo Pati Ngaku Gak Percaya Mistis, Bantah Terima Gratifikasi Keris
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Hukum

Sudewo Pati Ngaku Gak Percaya Mistis, Bantah Terima Gratifikasi Keris

R. Izra
Last updated: Juli 27, 2026 1:51 pm
By R. Izra
2 Min Read
Share
SIDANG KORUPSI--Bupati Pati nonaktif, Sudewo, menjalani sidang kasus korupsi di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (27/7/2026). (bae)
SIDANG KORUPSI--Bupati Pati nonaktif, Sudewo, menjalani sidang kasus korupsi di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (27/7/2026). (bae)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Bupati Pati nonaktif Sudewo membantah pernah menerima gratifikasi berupa keris Nogososro senilai Rp15 juta seperti yang didakwakan jaksa KPK.

Di depan majelis hakim, ia bahkan mengaku sepanjang hidupnya tak pernah percaya benda-benda mistis, apalagi mengoleksi keris.

Sudewo panjang lebar menceritakan pengalaman karir politiknya, mengikuti pemilu sejak 2009.

Bacaaja: Ngeri! Sudewo Tak Cuma Terima Gratifikasi Uang, Keris Nogososro Juga Diembat
Bacaaja: Sudewo Pengin Jadi Bupati Pati Lagi, Minta Doa Pendukung

Ia mengaku sudah empat kali maju sebagai calon anggota DPR RI, termasuk terpilih lagi pada Pemilu 2024 sebelum akhirnya mundur karena memilih maju Pilkada Pati.

Meski berkali-kali bertarung dalam kontestasi politik, Sudewo mengaku tak pernah mencari jalan pintas dengan hal-hal yang berbau mistis.

“Selama ini dalam hidup saya, saya tidak pernah kenal keris. Saya tidak pernah ke dukun, paranormal, dan semacamnya,” ujarnya di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (27/7/2026).

Ia menegaskan tetap menghormati orang yang percaya atau memiliki keris. Namun, menurutnya, dirinya bukan termasuk orang yang meyakini benda-benda semacam itu.

“Saya menghargai semua pilihan orang lain. Tapi saya tidak pernah kenal keris. Boleh dicek dengan siapa pun,” katanya.

Dalam perkara ini, jaksa KPK mendakwa Sudewo menerima suap dan gratifikasi sekitar Rp3,87 miliar terkait proyek di lingkungan DJKA Kementerian Perhubungan saat masih menjadi anggota DPR RI.

Salah satu barang yang disebut sebagai gratifikasi dalam surat dakwaan adalah sebilah keris Nogososro yang ditaksir bernilai Rp15 juta.

Selain perkara proyek DJKA, Sudewo juga didakwa menerima uang sekitar Rp2,495 miliar dari dugaan pemerasan terhadap calon perangkat desa di Kabupaten Pati. (bae)

You Might Also Like

Duh, Miris! Angka Kekerasan Perempuan di Jateng Masih Tinggi

PSIS Mulai Borong Pemain Berpengalaman

Katanya Mau Jadi Rakyat Biasa, Jokowi: Saya Siap Keliling Kecamatan Menangkan PSI

Indonesia Gabung Dewan Keamanan Trump Bayar Rp16,9 Triliun? Nurut Banget Sama Amerika

SD Negeri Sepi Peminat, Disdik Semarang Petakan Ulang Sebaran Siswa

TAGGED:bupati patigratifikasigratifikasi kerisheadlinekeris nogososrosudewo
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article APRESIASI PELANGGAN - PLN Icon Plus mengunjungi rumah salah satu pelanggan di Semarang sebagai apresiasi atas kesetiaan menggunakan layanan internet andal ICONNET. Apresiasi Pelanggan PLN Icon Plus, Perkuat Kedekatan Masyarakat pada Momentum Hari Anak Nasional 2026
Next Article JALIN MOU--Unwahas dan Govokasi Maxwell menjalin kerja sama. (ist) Unwahas Gandeng Maxwell, Mahasiswa Dibekali Skill Biar Siap Kerja

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Biar Nggak Main Hakim Sendiri, Warga Diajak “Melek” Hukum

MTQ Nasional, Pemprov Siapkan 306 Nakes

3.796 Paralegal Jateng Disiapkan Jadi “Penolong Pertama”

Jelang Turnamen Percasi, BMCC Gelar Pembekalan Tim

BELAJAR POLITIK - Siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 1 Demak belajar berdemokrasi melalui Pemilihan Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (Pemilos), Jumat (11/9/2026).

Pemilos Jadi Ajang Belajar Politik Sejak Dini, Bawaslu Demak Dorong Demokrasi Inklusif di SLB

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Hukum

Curi Labu Niatnya Buat Buka Bareng Ibu, Tewas Dianiaya

Maret 4, 2026
Unik

Renovasi Sekolah Gagal, Anggaran Dialihkan Demi Penuhi Permintaan Suami Wali Kota

Juli 10, 2025
Hukum

Pocong Keliling Cari Gift, Endingnya Dijemput Polisi

Mei 28, 2026
KIAI CABUL - Kiai Ashari, pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, mengaku wali untuk memanipulasi psikologi korban. Kiai Ashari mencabuli 50 santriwati, mayoritas korban berasal dari keluarga rentan.
Hukum

Pengacara Tolak Suap Rp400 Juta, Pilih Kawal Terus Kasus Kiai Pati Cabuli 50 Santriwati

Mei 6, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Sudewo Pati Ngaku Gak Percaya Mistis, Bantah Terima Gratifikasi Keris
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?