BACAAJA, SEMARANG – Bupati Pati nonaktif Sudewo membantah pernah menerima gratifikasi berupa keris Nogososro senilai Rp15 juta seperti yang didakwakan jaksa KPK.
Di depan majelis hakim, ia bahkan mengaku sepanjang hidupnya tak pernah percaya benda-benda mistis, apalagi mengoleksi keris.
Sudewo panjang lebar menceritakan pengalaman karir politiknya, mengikuti pemilu sejak 2009.
Bacaaja: Ngeri! Sudewo Tak Cuma Terima Gratifikasi Uang, Keris Nogososro Juga Diembat
Bacaaja: Sudewo Pengin Jadi Bupati Pati Lagi, Minta Doa Pendukung
Ia mengaku sudah empat kali maju sebagai calon anggota DPR RI, termasuk terpilih lagi pada Pemilu 2024 sebelum akhirnya mundur karena memilih maju Pilkada Pati.
Meski berkali-kali bertarung dalam kontestasi politik, Sudewo mengaku tak pernah mencari jalan pintas dengan hal-hal yang berbau mistis.
“Selama ini dalam hidup saya, saya tidak pernah kenal keris. Saya tidak pernah ke dukun, paranormal, dan semacamnya,” ujarnya di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (27/7/2026).
Ia menegaskan tetap menghormati orang yang percaya atau memiliki keris. Namun, menurutnya, dirinya bukan termasuk orang yang meyakini benda-benda semacam itu.
“Saya menghargai semua pilihan orang lain. Tapi saya tidak pernah kenal keris. Boleh dicek dengan siapa pun,” katanya.
Dalam perkara ini, jaksa KPK mendakwa Sudewo menerima suap dan gratifikasi sekitar Rp3,87 miliar terkait proyek di lingkungan DJKA Kementerian Perhubungan saat masih menjadi anggota DPR RI.
Salah satu barang yang disebut sebagai gratifikasi dalam surat dakwaan adalah sebilah keris Nogososro yang ditaksir bernilai Rp15 juta.
Selain perkara proyek DJKA, Sudewo juga didakwa menerima uang sekitar Rp2,495 miliar dari dugaan pemerasan terhadap calon perangkat desa di Kabupaten Pati. (bae)

