BACAAJA, SEMARANG– Bidak Mutiara Chess Club (BMCC) Semarang menggelar Pembekalan Catur Beregu bagi atlet yunior, Jumat (11/9/2026). Kegiatan yang berlangsung di Josh Chicken Semarang tersebut menjadi bagian dari persiapan BMCC menghadapi Turnamen Catur Beregu Percasi Kota Semarang yang digelar di Verve Bistro & Coffe Bar Semarang, Minggu, (13/9/2026).
Mengusung jargon “Satu Tim, Satu Tujuan, Jadi Juara”, pembekalan diarahkan untuk memastikan para atlet muda tidak hanya siap secara teknik, tetapi juga matang menghadapi tekanan pertandingan.
Ketua Club Catur Bidak Mutiara, Lukas Edi Santoso mengatakan, pertandingan beregu memiliki tantangan yang berbeda dibandingkan pertandingan individu. Setiap pemain tidak hanya bertanggung jawab terhadap papan yang dihadapinya, tetapi juga membawa kepentingan seluruh tim.
Baca juga: Bidak Mutiara Cari Ratu Baru, Pecatur Perempuan Jadi Target Regenerasi
“Dalam catur beregu, satu pemain tidak berjalan sendiri. Setiap langkah memiliki arti dan hasil di satu papan bisa ikut memengaruhi perjuangan seluruh tim,” ujar Lukas.
Dalam pembekalan tersebut, BMCC sekaligus memperkenalkan empat skuad yunior yang akan menjadi wakil klub dalam turnamen Percasi Kota Semarang. Empat tim tersebut yakni, yunior BMCC Alpha yang diperkuat Kenzie sebagai kapten, bersama Alian, Raihan, dan Ghazi.
Yunior BMCC Hero dengan Alberto sebagai kapten, didukung Lionel, Danish, dan Wempy. Yunior BMCC Neo yang dipimpin Balint sebagai kapten bersama Abiyyu, Nima, dan Hastama. Sementara Yunior BMCC Omega diperkuat Kichi, Kai, Arjuna, dan Tobias.
Keempat tim tersebut dipersiapkan tidak hanya untuk mengejar hasil pertandingan, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembinaan atlet muda BMCC.
Dapatkan Arahan
Rangkaian pembekalan diawali dengan pembukaan dan arahan dari sejumlah instruktur. Setelah itu, para atlet mendapatkan materi mengenai taktik, strategi pertandingan beregu, pembagian peran, komunikasi antarpemain, pengelolaan waktu, hingga mental bertanding.
Menurut Lukas, kemampuan teknis tetap penting. Namun dalam pertandingan beregu, kemampuan tersebut harus berjalan beriringan dengan rasa tanggung jawab terhadap tim.
Pemain harus mampu memberikan kontribusi terbaik, saling mendukung, menjaga semangat, serta tetap menghargai perjuangan rekan satu regu. “Ketika satu papan berjuang, papan lainnya ikut memberikan kekuatan. Ketika ada pemain yang menghadapi tekanan, seluruh tim harus tetap berdiri dengan semangat yang sama,” katanya.
Karena itu, pembekalan ini juga menjadi ruang untuk menyatukan visi para atlet yunior. Mereka diajak memahami bahwa kemenangan pribadi bukan satu-satunya tujuan.
Baca juga: Hampir 300 Pecatur Ramaikan Piala Bupati Purbalingga
Selain taktik, kesiapan mental menjadi perhatian dalam pembekalan. Para atlet muda perlu dibiasakan menghadapi tekanan pertandingan, menjaga konsentrasi, mengelola waktu, dan tetap tenang ketika permainan tidak berjalan sesuai rencana.
BMCC ingin membentuk atlet yang bukan hanya kuat secara teknik, tetapi juga disiplin, memiliki karakter, dan mampu bekerja sebagai bagian dari tim. “Target kami bukan sekadar memenangkan pertandingan. Kami ingin membentuk tim yang mampu berjuang bersama, berpikir bersama, dan tumbuh bersama,” tegas Lukas.
Seluruh rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama untuk kesuksesan empat tim yunior BMCC dalam menghadapi Turnamen Catur Beregu Percasi Semarang.
Bagi BMCC, turnamen bukan hanya panggung untuk mencari juara. Lebih dari itu, kompetisi menjadi tempat bagi para atlet muda untuk menguji hasil latihan, membangun mental bertanding, sekaligus belajar bahwa dalam sebuah tim, setiap langkah punya arti. (tebe)

