BACAAJA, PURBALINGGA – Papan catur di Pendopo Dipokusumo, Purbalingga, Minggu (30/8/2026), mendadak penuh dengan adu strategi. Hampir 300 pecatur dari berbagai daerah di Pulau Jawa datang untuk unjuk kemampuan dalam Turnamen Catur Piala Bupati Purbalingga 2026.
Bukan cuma jumlah pesertanya yang ramai, kualitas persaingan tahun ini juga ikut naik level. Sejumlah pecatur dari luar daerah ambil bagian, termasuk dua pemain yang sudah menyandang gelar Master Internasional.
Turnamen yang sudah memasuki tahun kedua ini dibuka langsung Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif. Pemkab Purbalingga menggelar kompetisi tersebut bersama Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Purbalingga dan sejumlah pihak pendukung.
Ketua Panitia sekaligus Ketua Percasi Purbalingga, Subeno, mengatakan ada perkembangan menarik dalam penyelenggaraan tahun kedua. Salah satunya terlihat dari hadirnya pecatur dengan level kompetisi yang lebih tinggi.
“Turnamen Catur Piala Bupati Purbalingga ini adalah kali kedua yang dimulai tahun lalu. Tahun ini ada perbaikan pesertanya, paling tidak ada dua master internasional,” kata Subeno.
Peserta yang datang tak hanya dari tuan rumah Purbalingga. Ada pula pecatur dari DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Daerah Istimewa Yogyakarta.
Subeno berharap turnamen ini terus naik kelas dan bisa menjadi agenda yang makin dikenal di kalangan pecatur. Dengan begitu, semakin banyak pemain dari berbagai daerah yang tertarik datang dan bersaing di Purbalingga.
Dari total peserta, kategori senior atau open menjadi kelompok paling ramai dengan 146 pecatur. Sementara kategori junior terbagi menjadi SD/MI sebanyak 58 peserta, SMP/MTs 36 peserta, dan SMA/SMK/MA sebanyak 28 peserta.
Pertandingan digelar dalam delapan babak. Selain pengalaman dan adu strategi, para peserta juga memperebutkan total hadiah lebih dari Rp10 juta berupa uang pembinaan, trofi, dan piagam.
Ada bonus khusus untuk pecatur junior asal Purbalingga. Percasi Purbalingga menyiapkan jam catur dari Bupati sebagai hadiah tambahan bagi juara pertama, kedua, dan ketiga di masing-masing kategori junior.
Penghargaan tambahan tersebut berlaku untuk kategori SD/MI, SMP/MTs, serta SMA/SMK/MA. Syaratnya, peserta yang meraih posisi tersebut merupakan pecatur asal Purbalingga.
Bupati Fahmi mengapresiasi seluruh pihak yang ikut menggelar turnamen tersebut. Menurutnya, kompetisi seperti ini bukan sekadar soal menang atau kalah, tetapi juga menjadi tempat atlet mengasah pengalaman dan mental bertanding.
“Kami Pemerintah Kabupaten Purbalingga tentu menyambut baik dan mendukung penuh penyelenggaraan turnamen ini. Selain menjadi ruang untuk meningkatkan pengalaman dan jam terbang para atlet, melalui kegiatan turnamen seperti ini tentunya sekaligus dapat menjadi media untuk pembinaan para atlet,” ujar Fahmi.
Ia juga meminta para peserta menikmati pertandingan dengan tetap mengedepankan sportivitas. Lawan yang dihadapi di papan catur harus tetap dihormati, sementara aturan pertandingan wajib dipatuhi.
“Bertandinglah dengan menjunjung tinggi sportivitas, hormati lawan, patuhi aturan, dan jadikan kompetisi ini benar-benar sebagai ruang untuk menambah pengalaman dan meningkatkan kemampuan serta mental bertanding,” pesannya.
Menurut Fahmi, turnamen juga harus menjadi ruang yang fair bagi seluruh peserta. Karena itu, panitia diminta memastikan pertandingan berlangsung sportif, adil, dan transparan.
Lebih jauh, Fahmi berharap kompetisi catur tersebut tidak berhenti sebagai agenda tahunan biasa. Ia ingin turnamen ini ikut menjadi pintu masuk bagi munculnya pemain-pemain muda yang punya potensi.
“Dengan melihat manfaat yang begitu strategis ini, saya berharap turnamen seperti ini dapat dilaksanakan secara rutin agar dapat memfasilitasi para atlet yang hari ini telah aktif, bahkan mendorong tumbuhnya para calon atlet catur baru di Kabupaten Purbalingga,” kata Fahmi.
Menurutnya, semakin sering atlet mendapat ruang bertanding, semakin terbuka pula kesempatan mereka meningkatkan kemampuan. Dari kompetisi seperti inilah bibit-bibit baru diharapkan bisa muncul dan berkembang.
Dengan peserta yang terus bertambah dan kualitas persaingan yang meningkat, Turnamen Catur Piala Bupati Purbalingga diharapkan bisa punya gaung lebih luas. Bukan hanya jadi ajang adu strategi, tetapi juga wadah regenerasi pecatur di Purbalingga.(*)

