Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Piala U-13 Semarang Jadi Jalan Ninja ke Sepak Bola Profesional
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Sepak Bola

Piala U-13 Semarang Jadi Jalan Ninja ke Sepak Bola Profesional

Bakat bola itu banyak. Lapangan juga ada. Tapi yang sering hilang: jalurnya. Di Semarang, cerita anak jago kampung yang mentok di level lokal kayaknya mau mulai diubah. Lewat Piala U-13, mimpi jadi pemain profesional nggak lagi sekadar angan, mulai dikasih pintu masuk yang lebih jelas.

T. Budianto
Last updated: April 27, 2026 2:43 am
By T. Budianto
3 Min Read
Share
FOTO BERSAMA: Wali Kota Semarang, Agustina foto bersama penggawa Aruna Academy usai press conference di Balai Kota Semarang, Sabtu (25/4/2026). (Foto: Pemkot Semarang)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, terang-terangan kasih lampu hijau penuh buat gelaran Kompetisi Sepak Bola U-13 Piala Wali Kota Semarang.

Turnamen yang digagas Aruna Academy bareng legenda sepak bola Emanuel De Porras ini bakal digelar 2-3 Mei 2026 di Stadion Citarum. Bukan sekadar turnamen usia dini biasa, ajang ini diproyeksikan jadi “gerbang awal” buat talenta muda lokal menuju level profesional.

Menurut Agustina, selama ini banyak yang terlalu fokus ngejar hasil di level atas, tapi lupa kalau fondasinya justru harus dibangun dari bawah.

Baca juga: Wakil Ketua DPRD Jateng Gelar Turnamen Sepak Bola Perangkat Desa

“Kita sering terpaku pada hasil akhir di level atas, padahal persiapan itu harus dimulai dari usia dini. Menyiapkan pemain berkualitas itu tanggung jawab bersama, bukan cuma pusat,” ujarnya saat press conference di Balai Kota Semarang, Sabtu (25/4/2026).

Dia juga menyoroti fenomena menarik: geliat sepak bola di Semarang justru banyak hidup dari gerakan akar rumput. Dari gang sempit sampai lapangan seadanya, banyak pembina yang dengan cara swadaya melatih anak-anak sejak kecil.

Jalan Keluar

Contohnya seperti di kawasan Rusunawa Kudu, tempat di mana mimpi besar sering dimulai dari bola plastik dan lapangan sederhana. “Selama ini banyak pembina yang kerja luar biasa secara mandiri. Nah, kompetisi seperti ini harus jadi jalan keluar, supaya pembinaan mereka punya arah yang jelas,” tegasnya.

Masalah klasiknya memang itu: banyak talenta, tapi bingung mau ke mana. Nggak ada jembatan dari latihan ke prestasi. Lewat kehadiran akademi seperti Aruna Academy dan kompetisi yang lebih terstruktur, Pemkot Semarang ingin bikin jalur yang lebih “realistis”, dari pemain kampung ke panggung profesional.

Agustina juga nggak menutup mata kalau sepak bola bukan cuma soal pertandingan, tapi juga soal industri. Dari ekonomi kreatif, event, sampai peluang karier, semuanya bisa ikut bergerak kalau ekosistemnya dibangun serius.

“Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya. Olahraga itu bukan cuma fisik, tapi juga karakter. Sinergi dengan profesional seperti De Porras ini jadi kunci buat wujudkan mimpi besar sepak bola kita,” katanya.

Baca juga: 36 Tim Ikuti Turnamen Sepak Bola Soekarno Cup 2025

Dengan adanya ruang kompetisi yang sehat, diharapkan anak-anak Semarang nggak cuma punya mimpi, tapi juga punya jalur untuk ngejar mimpi itu sampai jadi nyata.

Selama ini banyak anak jago bola cuma jadi legenda di kampung sendiri. Bukan karena nggak berbakat, tapi karena nggak tahu harus melangkah ke mana. Jadi kalau sekarang sudah mulai dibikinkan jalannya, pertanyaannya tinggal satu: mau serius ngejar… atau tetap puas jadi “Messi-nya lapangan sebelah”? (tebe)

You Might Also Like

Dua Tim Reformasi Polri: Inisiatif atau Resistensi terhadap Presiden?

Ngeri Tapi Nyata, Puluhan Anak Masuk Grup “True Crime”

Miris! Siswa SD di NTT Bundir karena Gak Bisa Beli Buku dan Pena, Surat Wasiat Bikin Nangis

Menbud: Udah Didandani Masa Nggak Dipamerin? Keraton Kulon Mau Dibuka, Tapi Nggak Semua Setuju

17 Juta Pemudik Masuk Jateng, Pemprov Jamin Ketersediaan Stok Pangan

TAGGED:headlinepssi kota semarangsepak bolasepak bola U-13
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Sumarno Minta Event Kejurnas di Jateng Diperbanyak
Next Article Peta jalur rel Kedungjati-Tuntang dan kolase foto kondisi stasiun era dulu. (ist) Reaktivasi Jalur Kereta Api Kedungjati-Tuntang Paling Mungkin Direalisasikan, Asalkan. . .

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Bisnis Haram dari Balik Jeruji: Kurirnya Justru Keluarga Sendiri

Pendapa Riuh, 569 Calhaj Purbalingga Siap Terbang Bareng

Jalur KA Semarang-Rembang Mau Dihidupkan Lagi, Seberapa Penting?

Peta jalur rel Kedungjati-Tuntang dan kolase foto kondisi stasiun era dulu. (ist)

Reaktivasi Jalur Kereta Api Kedungjati-Tuntang Paling Mungkin Direalisasikan, Asalkan. . .

Piala U-13 Semarang Jadi Jalan Ninja ke Sepak Bola Profesional

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

53 Pohon Tumbang dalam Sehari, Semarang Lagi Nggak Baik-Baik Aja

Februari 20, 2026
Olahraga

Dilepas Presiden, Atlet Langsung Mode Menggila

Desember 25, 2025
Info

Tanggul Sungai Bremi Jebol, Pemrov Janji Segera Perbaiki

Maret 27, 2026
Info

“Selamat Jalan, Om Bambang”: Dari Kudus, Kenangan dan Jejak Besar yang Nggak Ikut Pergi

Maret 24, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Piala U-13 Semarang Jadi Jalan Ninja ke Sepak Bola Profesional
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?