BACAAJA, SEMARANG – Kasus dugaan pelecehan seksual dengan tersangka Kiai Ashari, pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, ternyata sempat coba “diredam”. Caranya lewat tawaran uang damai ratusan juta rupiah.
Pengacara korban, Ali Yusron, blak-blakan soal itu. Ia bilang sempat ditawari suap Rp300 juta, lalu naik jadi Rp400 juta.
“Betul, tawaran (suap) pertama Rp300 juta, terus kedua Rp400 juta,” katanya saat dihubungi, Rabu (6/5/2026).
Bacaaja: The Power of Kiai Ashari: Cabuli 50 Santriwati, Bebas Berkeliaran Gak Ditahan, Polisi Kalah Sakti?
Bacaaja: Kiai Pati Ngaku Wali Cabuli 50 Santriwati: Digilir di Samping Kamar Istri, Mayoritas Korban Yatim-Piatu
Tawaran itu datang tak lama setelah Ali resmi pegang kasus ini. Tujuannya jelas, supaya perkara yang menyeret Kiai Ashari pengasuh Ponpes Tahfidzul Quran Ndholo Kusumo tidak lanjut ke hukum.
Menurut Ali, momen penawarannya juga masih baru. Terjadi di awal tahun, saat ia baru mulai mendampingi korban.
Meski nominalnya lumayan menggiurkan, Ali memilih tetap jalan terus. Buat dia, ini bukan sekadar perkara hukum, tapi soal tanggung jawab kepada para korban.
“Alasan saya menolak jelas, demi kepentingan korban. Korban butuh keadilan,” tegasnya.
Ia juga menyebut, korban dalam kasus ini bukan cuma satu dua orang. Bahkan, dugaan sementara jumlahnya bisa sampai puluhan.
“Korban banyak, dugaannya sampai 50 orang, harus kita kawal,” katanya.
Di sisi lain, polisi memastikan proses hukum masih jalan. Kabid Humas Polda Jateng, Artanto, bilang penyidik sudah menetapkan satu tersangka.
“Beberapa hari yang lalu penyidik sudah menetapkan tersangka berinisial A,” ujarnya.
Saat ini, kasusnya masih ditangani Satreskrim Polresta Pati. Polisi masih ngumpulin bukti dan memeriksa saksi untuk melengkapi berkas perkara.
Tersangka tak ditahan, polisi kalah sakti dari sang kiai?
Ashari, kiai cabul di Pati dibuat enak polisi. Meski sudah ditetapkan sebagai tersangka, pengasuh Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Pati ini masih bebas berkeliaran.
Sempat ada selentingan kabar kalau si tersangka ini kabur karena keberadaannya misterius alias gak tahu di mana. Ditambah lagi, dia juga sempat mangkir dari panggilan pemeriksaan polisi.
Tapi pihak Polda Jateng buru-buru menepis isu liar itu. Artanto ngeklaim kalau tersangka sebenarnya masih terpantau aman dan gak ke mana-mana.
Info dari Kapolresta Pati juga nyebutin kalau si A ini masih bisa diajak kerja sama. Itu pula yang jadi asalan sementara ini tersangka belum kerangkeng. (bae)

