Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Pengacara Tolak Suap Rp400 Juta, Pilih Kawal Terus Kasus Kiai Pati Cabuli 50 Santriwati
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Hukum

Pengacara Tolak Suap Rp400 Juta, Pilih Kawal Terus Kasus Kiai Pati Cabuli 50 Santriwati

R. Izra
Last updated: Mei 6, 2026 3:27 pm
By R. Izra
3 Min Read
Share
KIAI CABUL - Kiai Ashari, pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, mengaku wali untuk memanipulasi psikologi korban. Kiai Ashari mencabuli 50 santriwati, mayoritas korban berasal dari keluarga rentan.
KIAI CABUL - Kiai Ashari, pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, mengaku wali untuk memanipulasi psikologi korban. Kiai Ashari mencabuli 50 santriwati, mayoritas korban berasal dari keluarga rentan.
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Kasus dugaan pelecehan seksual dengan tersangka Kiai Ashari, pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, ternyata sempat coba “diredam”. Caranya lewat tawaran uang damai ratusan juta rupiah.

Pengacara korban, Ali Yusron, blak-blakan soal itu. Ia bilang sempat ditawari suap Rp300 juta, lalu naik jadi Rp400 juta.

“Betul, tawaran (suap) pertama Rp300 juta, terus kedua Rp400 juta,” katanya saat dihubungi, Rabu (6/5/2026).

Bacaaja: The Power of Kiai Ashari: Cabuli 50 Santriwati, Bebas Berkeliaran Gak Ditahan, Polisi Kalah Sakti?
Bacaaja: Kiai Pati Ngaku Wali Cabuli 50 Santriwati: Digilir di Samping Kamar Istri, Mayoritas Korban Yatim-Piatu

Tawaran itu datang tak lama setelah Ali resmi pegang kasus ini. Tujuannya jelas, supaya perkara yang menyeret Kiai Ashari pengasuh Ponpes Tahfidzul Quran Ndholo Kusumo tidak lanjut ke hukum.

Menurut Ali, momen penawarannya juga masih baru. Terjadi di awal tahun, saat ia baru mulai mendampingi korban.

Meski nominalnya lumayan menggiurkan, Ali memilih tetap jalan terus. Buat dia, ini bukan sekadar perkara hukum, tapi soal tanggung jawab kepada para korban.

“Alasan saya menolak jelas, demi kepentingan korban. Korban butuh keadilan,” tegasnya.

Ia juga menyebut, korban dalam kasus ini bukan cuma satu dua orang. Bahkan, dugaan sementara jumlahnya bisa sampai puluhan.

“Korban banyak, dugaannya sampai 50 orang, harus kita kawal,” katanya.

Di sisi lain, polisi memastikan proses hukum masih jalan. Kabid Humas Polda Jateng, Artanto, bilang penyidik sudah menetapkan satu tersangka.

“Beberapa hari yang lalu penyidik sudah menetapkan tersangka berinisial A,” ujarnya.

Saat ini, kasusnya masih ditangani Satreskrim Polresta Pati. Polisi masih ngumpulin bukti dan memeriksa saksi untuk melengkapi berkas perkara.

Tersangka tak ditahan, polisi kalah sakti dari sang kiai?

Ashari, kiai cabul di Pati dibuat enak polisi. Meski sudah ditetapkan sebagai tersangka, pengasuh Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Pati ini masih bebas berkeliaran.

Sempat ada selentingan kabar kalau si tersangka ini kabur karena keberadaannya misterius alias gak tahu di mana. Ditambah lagi, dia juga sempat mangkir dari panggilan pemeriksaan polisi.

Tapi pihak Polda Jateng buru-buru menepis isu liar itu. Artanto ngeklaim kalau tersangka sebenarnya masih terpantau aman dan gak ke mana-mana.

Info dari Kapolresta Pati juga nyebutin kalau si A ini masih bisa diajak kerja sama. Itu pula yang jadi asalan sementara ini tersangka belum kerangkeng. (bae)

You Might Also Like

Densus Masuk Sekolah Mau Cari Apa? Ternyata Bahas Ini, Bikin Heboh SMAN 6 Semarang

Widodo Datang, Rumor Transfer Langsung Ngebul

Pemkot Salurkan Bantuan Korban Banjir Tugu dan Ngaliyan

Jelang Sidang Putusan, Bambang Raya Sakit

Wagub Jihan Dorong Harmonisasi Regulasi Pusat-Daerah

TAGGED:headlinekiai asharikiai cabul patiponpes ndholo kusumo
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Satpol PP Masuk Sekolah: “Keren Itu Nggak Ngerokok”
Next Article Bos Sritex, Iwan Setiawan duduk di kursi pesakitan mendengar pembacaan putusan kasus korupsinya di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (6/5/2026). (bae) Bos Sritex Diganjar Hukuman 14 Tahun Penjara, Bayar Uang Pengganti Rp677 Miliar

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Misteri dan Kejanggalan Warung Pecel Lele, Banyak Rahasia Belum Terungkap

Detail Rajut Jadi Ciri, Imam Ghozali Pamerkan Karya Penuh Makna Menyentuh

Curhat Alumni Viral, Dugaan Perundungan Guru SMAN Bantul Diusut Serius Sekarang

Duh.. Kemarau Baru Mulai, Banyumas dan Purbalingga Sudah Krisis Air Bersih Duluan

Tiga Nyawa Melayang, KA Taksaka Hantam Motor Terobos Palang Kereta di Kebumen

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Hukum

Aktivis KontraS Disiram Air Keras, Demokrasi Kembali Diuji

Maret 15, 2026
Ilustrasi warga binaan dalam penjara.
Info

Suami Jadi Tersangka saat Bela Istri Kejambret, Pakar UGM: Ini Jadi Rumit karena . . .

Januari 24, 2026
Info

Healing Sehat dan Instagramable ala Karenina Agung Resort Gunungpati

Januari 14, 2026
Hukum

Tuntutan Mati Berubah Lima Tahun, Kisah ABK Fandi Bikin Haru

Maret 5, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Pengacara Tolak Suap Rp400 Juta, Pilih Kawal Terus Kasus Kiai Pati Cabuli 50 Santriwati
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?