Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: 5.400 Pesantren di Jateng Bakal Punya “Tim Jaga”
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

5.400 Pesantren di Jateng Bakal Punya “Tim Jaga”

Kasus kekerasan di lingkungan pesantren lagi-lagi jadi wake up call. Kali ini, langkahnya nggak setengah-setengah, ribuan pesantren di Jateng bakal punya “tim jaga” sendiri.

T. Budianto
Last updated: Mei 6, 2026 6:01 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
Kepala Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kanwil Kemenag Jateng, Moch Fatkhuronji. (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG– Kementerian Agama lewat Kanwil Jawa Tengah bergerak cepat. Sekitar 5.400 pondok pesantren di wilayah ini bakal diminta membentuk satuan tugas (satgas) antikekerasan.

Langkah ini muncul setelah kasus dugaan kekerasan seksual di Pesantren Tahfidzul Quran Ndolo Kusumo, Pati, yang bikin publik geram. Kepala Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kanwil Kemenag Jateng, Moch Fatkhuronji bilang, pembentukan satgas ini bakal disesuaikan dengan kondisi masing-masing pesantren.

“Ada 5.400 lebih pondok pesantren di Jateng. Masing-masing nanti akan membentuk satgas,” ujarnya di Semarang. Menurut Fatkhuronji, pesantren dengan jumlah santri besar justru jadi prioritas utama untuk punya sistem pengawasan internal yang lebih kuat.

Baca juga: Pengacara Tolak Suap Rp400 Juta, Pilih Kawal Terus Kasus Kiai Pati Cabuli 50 Santriwati

Apalagi kalau sudah ada jenjang pendidikan formal, artinya aktivitasnya kompleks, interaksinya juga makin banyak. Satgas ini nantinya nggak jalan sendiri. Kemenag juga bakal koordinasi bareng pemerintah kabupaten/kota biar pengawasannya lebih solid.

Kasus di Pesantren Ndolo Kusumo jadi pemicu utama langkah ini. Data sementara, ada delapan santriwati yang jadi korban, dan proses hukumnya masih berjalan di kepolisian.

Sebagai respons, Kemenag langsung ambil tindakan administratif tegas: larangan menerima santri baru tahun ajaran 2026/2027 dan pencabutan izin operasional pesantren secara permanen.

Surat Pemberhentian

“Kalau sudah ditandatangani Kakanwil, langsung kita kirim ke Jakarta. Hari ini juga bisa keluar surat pemberhentian tanda daftar pesantren,” jelasnya.

Nggak cuma soal sanksi, Kemenag juga menegaskan kalau fokus utama sekarang adalah perlindungan korban. Pendampingan dilakukan bareng berbagai pihak, mulai dari dinas terkait, organisasi keagamaan, sampai aparat hukum.

Untuk keberlangsungan pendidikan, para santri juga diatur ulang yaitu, dipisah sesuai jenjang, sebagian dipulangkan dan belajar daring dan siswa kelas akhir tetap difasilitasi ikut ujian.

Baca juga: Kasus Ponpes Pati: Baru 1 Korban Lapor, Lainnya Masih Diam atau Dipaksa Diam?

Sementara itu, tenaga pendidik nggak dibiarkan “menggantung”. Mereka bakal dialihkan ke lembaga lain di bawah koordinasi Kemenag Kabupaten Pati. Kemenag mengakui, kasus ini jadi tamparan keras sekaligus bahan evaluasi besar.

Edukasi soal pencegahan kekerasan di lingkungan pesantren dinilai masih kurang dan perlu diperkuat di semua daerah. “Ini jadi PR bagi kami. Edukasi dan sistem pencegahan harus diperkuat di semua pesantren,” tegas Fatkhuronji.

Kalau satgas baru dibentuk setelah ada korban, pertanyaannya sederhana: kita sedang mencegah, atau cuma bereaksi? (tebe)

You Might Also Like

Embung Karangjati Bikin Petani Blora Nggak Bergantung Langit

Cerita Absurd Pelamar di Job Fair Jateng 2026: Baru Lulus Sudah Ditanya Pengalaman Kerja

Luthfi Ajak Warga Buka Pintu buat Sensus Ekonomi 2026

Ketahuan Curang UTBK, Alat Tersembunyi Bikin Geger Kampus Semarang

Banjir Bandang Sumatera Bisa Terulang, Ini Alarm Keras

TAGGED:headlinekanwil kemenag jatengponpes ndolo kusumo
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article KPK Lacak Duit Fadia Arafiq
Next Article Ekonomi Jateng Ngebut 5,89 Persen

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Jangan Asal Klik! Anak SMP Temanggung Diingatkan, Radikalisme Bisa Menyelinap Lewat Medsos dan Gim Online

Jelang Penetapan UMP-UMK 2027, Buruh Curhat ke Ahmad Luthfi

DWS Soroti Penyadapan Prabowo, Sebut Mengarah ke Makar jika Unsur Pidana Terpenuhi

Ilustrasi upah buruh yang belum mencukupi kebutuhan hidup layak (KHL).

Buruh Jateng Desak Perubahan Kebijakan 2027: Upah Layak Bukan Bonus!

Kader Posyandu Diminta Bantu Deteksi Stunting dan Anak Putus Sekolah

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

SAKSI SIDANG--Dua pengurus Tim Kampanye Prabowo-Gibran bersaksi di sidang pencucian uang hasil korupsi dengan terdakwa Gus Yazid, Rabu (10/6/2026). (bae)
Hukum

Tim Kampanye Prabowo-Gibran Dipanggil ke Persidangan, Kasus Korupsi BUMD Cilacap

Juni 10, 2026
Merry Roeslani bersama Hoegeng Iman Santoso, semasa hidup.
Info

Istri Eks-Kapolri Meri Hoegeng Wafat di Usia 100 Tahun, Pendamping Setia Jenderal Polisi Legendaris

Februari 3, 2026
Olahraga

Gunung Slamet Jadi Medan Tempur Atlet Trail Run Jateng

Oktober 25, 2026
Jaksa mengangkat sebagian uang sitaan korupsi Bank Jateng Rp10,9 miliar. (bae)
Hukum

Pamer Uang Rp10,9 Miliar, Jaksa Kejari Semarang: Sitaan Korupsi Bank Jateng

Desember 9, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: 5.400 Pesantren di Jateng Bakal Punya “Tim Jaga”
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?