BACAAJA, SEMARANG – Deretan stan di kawasan Kota Lama Semarang akhir pekan ini tampak ramai. Di tengah orang lalu-lalang, nongol berbagai karya buatan napi Lapas Kelas I Semarang yang ikut dipamerin ke publik.
Ada tas warna-warni dari tutup botol bekas, sandal eceng gondok, kaos sablon, sampai batik. Bahkan, hasil panen sayuran dan produk olahan seperti kopi juga ikut mejeng di meja pameran.
Karya-karya itu dibawa pihak Lapas Semarang dalam ajang Pameran Kreator Semarang di Kota Lama, Sabtu (24/1/2026). Tujuannya sederhana, ngenalin hasil kerja napi alias warga binaan ke masyarakat luas.
Bacaaja: Napi Lapas Semarang Positif Narkoba, Ketahuan saat Tes Urine
Bacaaja: 3 Napi Terorisme Lapas Magelang Ikrar Setia NKRI
Lewat pameran ini, karya napi tak cuma jadi pajangan. Tapi juga jadi bukti, di balik jeruji masih ada proses berkarya dan harapan buat hidup lebih baik.
Kepala Lapas Semarang, Ahmad Tohari, bilang pameran ini jadi ruang apresiasi. Warga binaan jadi punya semangat karena karyanya dilihat dan dibeli orang.
“Sangat bagus, dengan ini warga binaan akan merasa diapresiasi, dapat menumbuhkan semangat agar lebih produktif untuk berkarya,” kata Tohari.
Ia menambahkan, hasil penjualan produk tidak berhenti di pameran. Uangnya bakal kembali ke warga binaan sebagai premi.
“Tentu kami juga memperhatikan warga binaan, hasil penjualan akan kembali ke mereka dalam bentuk premi,” tegasnya.
Di Lapas Semarang sendiri, pembinaan keterampilan dilakukan lewat berbagai bengkel kerja. Mulai dari bengkel kerajinan tangan, sablon dan konveksi, batik, pengolahan limbah kreatif, hingga pertanian dan perkebunan. (bae)

