BACAAJA, SEMARANG – Lagi rame nih kabar soal Hantavirus yang mulai naik lagi, terutama di luar negeri. Apalagi setelah ada insiden tiga penumpang kapal pesiar MV Hondius meninggal dunia.
WHO sendiri sudah kasih peringatan kalau potensi kasus tipe ini bisa bertambah. Tapi tenang, mereka bilang wabah ini masih bisa dikendalikan asal protokol kesehatan masyarakat dijalankan dengan super ketat.
Di Indonesia sendiri, Kemenkes mencatat sudah ada 23 kasus Hantavirus dari tahun 2024 sampai pertengahan 2026 ini. Dari jumlah itu, 20 orang berhasil sembuh, sementara 3 orang dilaporkan meninggal dunia.
Bacaaja: Jakarta Mulai Waspada, Hantavirus Diam-Diam Bikin Geger Warga
Bacaaja: Soal Hantavirus, Puan Minta Pemerintah Transparan
Khusus buat warga Kota Semarang, Kepala Dinkes M. Abdul Hakam memastikan sejauh ini belum ada temuan kasus positif di wilayahnya.
“Sampai detik ini belum ada temuan, baik di 38 rumah sakit maupun 40 puskesmas di Semarang,” kata Hakam, Senin (11/5/2026).
Meski Semarang masih aman, pemkot tetap gercep ngajak warga buat masif berantas tikus di lingkungan rumah. Soalnya, virus ini nularnya lewat gigitan atau kencing tikus, mirip banget sama pola penularan Leptospirosis.
Gejalanya juga samar karena mirip Covid atau DBD, kayak demam tinggi dan badan pegal semua. “Hati-hati, virus ini menyerang saluran napas, rasanya mirip pneumonia atau radang paru,” tambah Hakam.
Masalahnya, sampai sekarang memang belum ada obat atau antivirus khusus buat menangani Hantavirus ini. Kuncinya cuma satu, yaitu memperkuat sistem imun tubuh supaya bisa melawan virusnya secara alami.
Dua hari lalu, Humas Polda Jateng mengingatkan upaya pencegahan biar nggak terpapar Hantavirus.
Masyarakat diajak lebih rajin bersih-bersih rumah dengan cara yang benar, seperti memakai masker saat masuk gudang dan menyemprot disinfektan pada area yang ada bekas tikusnya.
Jangan menyapu kering kotoran tikus karena debunya bisa terhirup, lebih baik gunakan lap basah agar virus tidak terbang ke udara.
Ingat, kunci utamanya adalah menjaga imun tubuh tetap kuat dan memastikan lingkungan rumah tidak jadi sarang tikus demi keselamatan keluarga tersayang. (bae)

