BACAAJA, JAKARTA- Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah segera memberi kepastian informasi sekaligus perlindungan kepada masyarakat terkait ancaman hantavirus. Ia mengingatkan, publik saat ini masih sensitif terhadap isu kesehatan setelah trauma panjang pandemi Covid-19.
Menurut Puan, kemunculan hantavirus harus ditangani dengan pendekatan yang adem, terbuka, dan berpihak pada rasa aman masyarakat. Jangan sampai masyarakat malah panik karena minim penjelasan.
Baca juga: Virus Tikus Diam-Diam Muncul, Kemenkes Mulai Pasang Alarm Kewaspadaan
“Tantangan terbesar saat menghadapi ancaman penyakit baru itu bukan cuma soal medis, tapi juga soal bagaimana negara menjaga kepercayaan publik,” ujar Puan dalam keterangannya di Jakarta, Senin, (11/5/2026).
Ia menilai pemerintah perlu bergerak cepat menjelaskan secara utuh soal hantavirus. Mulai dari bagaimana pola penularannya, siapa kelompok yang rentan, langkah pencegahan, sampai seberapa besar risikonya untuk masyarakat umum.
Akar Rumput
Bagi Puan, keterbukaan informasi bukan sekadar formalitas konferensi pers. Sebab ketika publik merasa tidak mendapat jawaban yang jelas, ruang hoaks dan rasa takut bakal tumbuh liar. “Jangan cuma pakai bahasa teknis yang bikin masyarakat tambah bingung. Sosialisasi harus nyampe sampai level akar rumput,” katanya.
Selain soal informasi, Puan juga menyoroti kesiapan layanan kesehatan daerah. Ia meminta pemerintah memperkuat pengawasan dan sistem deteksi dini agar potensi penularan bisa dicegah lebih cepat.
Menurutnya, penyakit berbasis lingkungan sering muncul pertama kali di daerah yang fasilitas kesehatannya belum merata. Karena itu pemerintah diminta tidak hanya fokus menangani kasus yang sudah muncul, tetapi juga memperkuat kesiapan daerah.
Baca juga: Eh..Surabaya Mulai Siaga, Virus Tikus Ini Bikin Banyak Warga Curiga
Mulai dari kesiapan tenaga medis, laboratorium, fasilitas kesehatan, hingga sistem pelaporan cepat harus benar-benar diperhatikan. “Deteksi dini dan respons cepat itu penting supaya masyarakat merasa terlindungi, bukan malah ditinggal menebak-nebak situasi,” tegasnya.
Di tengah masyarakat yang sekarang gampang cemas tiap dengar kata “virus”, satu hal memang paling dibutuhkan: penjelasan yang terang. Karena kadang yang bikin panik bukan penyakitnya duluan, tapi grup WhatsApp keluarga yang keburu bikin teori sendiri. (tebe)

