Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Banjir Kudus Bikin Dompet Negara Ikut Basah
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Daerah

Banjir Kudus Bikin Dompet Negara Ikut Basah

Air mulai surut, tapi hitung-hitungan kerugian justru makin naik. Setelah sepekan kebanjiran, Pemkab Kudus bukan cuma sibuk memperbaiki infrastruktur yang rusak akibat banjir, tapi juga menghitung angka yang bikin dahi berkerut: ratusan miliar rupiah.

T. Budianto
Last updated: Januari 20, 2026 2:51 am
By T. Budianto
3 Min Read
Share
TERMINAL LUMPUH: Aktivitas Terminal Induk Bus Antar Kota Jati Kudus terpantau lumpuh akibat banjir yang merendam area terminal di Kudus, Jateng, Senin (19/1/2026). (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, KUDUS- Pemerintah Kabupaten Kudus memperkirakan potensi kerugian akibat banjir yang melanda puluhan desa selama sepekan terakhir tembus sekitar Rp533 miliar. Angka ini mencakup kerusakan infrastruktur milik pemerintah kabupaten, provinsi, hingga pusat.

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menyebut, dari total tersebut, sekitar Rp389 miliar merupakan kerugian yang ditanggung Pemkab Kudus. “Kerusakan terjadi di banyak sektor, mulai jalan, sekolah, puskesmas, talud, sungai, sampai fasilitas publik lainnya,” kata Sam’ani, Senin, (19/1/2026).

Tak cuma aset pemerintah, banjir juga ikut menghantam rumah warga dan lahan persawahan. Sawah terendam, rumah rusak, aktivitas warga pun ikut tersendat.

Baca juga: Banjir dan Longsor Kudus: 2 Tewas, 1 Balita dalam Pencarian

Sebagai langkah lanjutan, Pemkab Kudus bakal mengajukan bantuan penanganan banjir ke BNPB agar diteruskan ke Kementerian PUPR demi mendapat anggaran perbaikan. “Harapannya semua bisa segera ditangani,” ujarnya.

Saat ini, dana tidak terduga Pemkab Kudus sebesar Rp7,5 miliar belum digunakan. Dana tersebut nantinya akan dialokasikan untuk penyusunan detail engineering design (DED), salah satu syarat pengajuan bantuan ke pemerintah pusat.

Pintu Air

Di lapangan, upaya percepatan surutnya air terus dilakukan. Sejumlah pintu air sudah dibuka dan pompa air dioperasikan nonstop. “Kami juga berencana koordinasi dengan BBWS untuk mendatangkan pompa tambahan,” kata Sam’ani.

Hasilnya mulai terasa. Ketinggian air di sebagian besar wilayah dilaporkan turun sekitar 20 sentimeter. Meski begitu, genangan masih bertahan di beberapa titik karena aliran air yang seharusnya menuju Juwana justru mengarah ke Tanggulangin.

Soal pengungsi, sebagian warga masih bertahan di pos pengungsian, sementara lainnya sudah pulang untuk bersih-bersih rumah. Pemkab memastikan logistik aman dan siap ditambah jika dibutuhkan. “Kalau ada kekurangan, segera lapor. Kami upayakan terpenuhi,” tegasnya.

Baca juga: Sawah Terendam Banjir, Klaim Asuransi Petani Masuk Tahap Validasi

Terkait modifikasi cuaca, Sam’ani mengaku belum bisa memastikan efektivitasnya. Namun, kondisi cuaca disebut mulai menunjukkan perbedaan dibanding hari-hari sebelumnya.

Berdasarkan data BPBD Kudus, hujan sedang hingga lebat sejak Jumat (9/1) memicu banjir di 38 desa di tujuh kecamatan, dengan 2.211 warga mengungsi di 14 lokasi. Selain banjir, tanah longsor terjadi di 135 titik, menyebabkan satu orang meninggal dunia dan 34 rumah terdampak.

Air memang mulai surut, tapi daftar kerugian masih menggenang. Di Kudus, banjir bukan cuma soal cuaca, tapi juga soal angka-angka besar yang bikin anggaran ikut waspada. (tebe)

You Might Also Like

Batik Buatan Warga Lapas Bikin Agustina Angkat Topi

Satu Aplikasi Buat Semua Urusan, Pemkot Luncurkan SDGs

Presiden Kembali Nyeletuk #KaburAjaDulu, Begini Kisah Prabowo Kabur ke Yordania

Pemkot Siapkan Jalur Konektivitas Heritage, Wisata Kota Lama Bakal Terkoneksi ke Pecinan hingga Kampung Melayu

Peradi SAI Semarang Cari Nahkoda Baru

TAGGED:banjir kudusbupati kudusheadlinepemkab kudus
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Ilustrasi anak buah kapal (ABK) berlayar di tengah laut. Awak kapal sering mendapat perlakuan tak manusiawi. Neraka di Tengah Laut: Ketika Awak Kapal Tersiksa, Dipaksa Makan-Minum Tak Layak
Next Article Adrian, mantan awak kapal perikanan saat bercerita di Semarang, Senin (19/1/2026). (bae) Cerita Ngeri Mantan Awak Kapal, Menangis Sedih Lihat Jenazah Teman Disimpan di Freezer

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) saat diwawancara awak media, Kamis (3/9/2026). (dul)

Kekeringan di Jateng Makin Luas, Gus Yasin: Sudah Salah Istisqa dan Ajukan Modifikasi Cuaca

DITUNTUT BERALAH: Sekda Cilacap Sadmoko Danardono dituntut bersalah dalam sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor Semarang, Selasa (29/9/2026). (bae)

Sekda Cilacap Dituntut Hukuman Lebih Ringan dari Bupati, Cuma 4 Tahun Penjara

BARANG BUKTI - Petugas kepolisian menunjukkan barang bukti celurit dan sepeda motor yang digunakan remaja asal Sragen yang acung-acungkan senjata tajam di Underpass Joglo, Kota Solo.

Viral Acungkan Celurit di Underpass Joglo Solo, Dua Remaja Sragen Klepek-klepek Ditangkap Polisi

RESMIKAN PONPES--Jaksa Agung Muda Intelijen Kejaksaan Agung RI, Reda Manthovani, merangkul santri tunanetra dalam acara peresmian Pondok Pesantren Sahabat Mata di Semarang, Selasa (29/9/2026). (ist)

Pesantren Khusus Tunanetra di Semarang, Santri Dibekali Keterampilan

DITUNTUT BERALAH: Bupati Cilacap nonaktif Syamsul Auliya Rachman dituntut bersalah dalam sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor Semarang, Selasa (29/9/2026). (bae)

Bupati Cilacap Dituntut 7 Tahun Penjara, Hak Dipilih Dicabut 3 Tahun

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

POLISI - Ilustrasi anggota Polri (polisi).
Hukum

Polisi Kembali Membunuh? Polisi Tewas Dianiaya Polisi di Asrama Polisi Polda Sulsel

Februari 23, 2026
Hukum

Misteri Glamping Posong Terjawab, ‘Silent Killer’ Jadi Penyebab

Juni 15, 2026
PLTP Kamojang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Pembangkit energi panas bumi PLN pertama di Asia Tenggaraini, merupakan senjata utama menuju target Net Zero 2034. Dengan cadangan 40% dari total dunia dan keunggulan sebagai base load stabil, geotermal dinilai lebih andal dan aman dibanding energi surya, angin, bahkan nuklir. Foto: dok./PLN
Tumbuh

Geotermal Jadi Senjata Andalan RI Menuju Net Zero 2034: Stabil, Bersih, dan Melimpah

September 27, 2025
Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah saat rapat dengan Kementerian Keuangan RI di Gedung Parlemen Senayan Jakarta, Selasa (19/8/2025). Foto: dok.
Ekonomi

Rombongan Pimpinan BEI & OJK Mundur setelah IHSG Rontok, DPR: Itu Belum Cukup

Januari 31, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Banjir Kudus Bikin Dompet Negara Ikut Basah
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?