Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Polisi Kembali Membunuh? Polisi Tewas Dianiaya Polisi di Asrama Polisi Polda Sulsel
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Hukum

Polisi Kembali Membunuh? Polisi Tewas Dianiaya Polisi di Asrama Polisi Polda Sulsel

R. Izra
Last updated: Februari 23, 2026 10:21 am
By R. Izra
3 Min Read
Share
POLISI - Ilustrasi anggota Polri (polisi).
POLISI - Ilustrasi anggota Polri (polisi).
SHARE

BACAAJA, MAKASSAR – Ironis dan bikin miris. Seorang anggota polisi muda, Bripda DP (19), dilaporkan meninggal dunia usai diduga mengalami kekerasan oleh seniornya di asrama Samapta Polda Sulawesi Selatan.

Peristiwa ini disebut terjadi di mes anggota, masih dalam area kantor Sabhara. Korban sempat dilarikan ke RSUD Daya sebelum akhirnya dipindahkan ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar untuk memastikan penyebab kematian.

Namun, nyawanya tak tertolong. Korban menghembuskan nafas terakhir, dengan sekujur tubuh penuh luka.

Bacaaja: Baru Rilis Langsung Hilang! Album Cita-citaku (Ga Jadi Polisi) Mendadak Ditarik, Ada Apa?
Bacaaja: Suami Korban Jambret Jadi Tersangka, Kompolnas Sentil Polisi: Hukum Bukan Cuma Soal Pasal

Kabid Propam Polda Sulsel, Zulhan Efendy, menyatakan kasus ini masih dalam proses penyelidikan. Enam anggota polisi telah diperiksa secara intensif.

Namun hingga kini, belum ada kesimpulan resmi soal penyebab pasti kematian.

Polda Sulsel janji lakukan penyelidikan hingga tuntas

Publik langsung bereaksi keras. Bukan hanya karena korban masih 19 tahun, tapi juga karena dugaan kekerasan itu terjadi di dalam institusi penegak hukum sendiri.

Kalau benar ada penganiayaan, ini bukan sekadar pelanggaran disiplin. Ini soal nyawa.

Pertanyaannya jadi besar: bagaimana mungkin aparat yang dilatih menjaga keamanan justru diduga tidak aman di lingkungan internalnya sendiri?

Polda Sulsel menyatakan penyelidikan masih berjalan dan Propam sedang bekerja. Tapi publik tentu tak hanya menunggu proses internal.

Karena pengalaman sebelumnya menunjukkan, kasus-kasus kekerasan aparat sering kali berakhir di sanksi etik—tanpa kejelasan proses pidana yang transparan.

Jika dugaan ini terbukti, penanganannya akan jadi ujian serius bagi institusi kepolisian: apakah berani membuka kasus ini seterang-terangnya? Atau kembali redup setelah sorotan mereda?

Ketika korban adalah warga sipil, kepercayaan publik terguncang. Di sisi lain, saat korban adalah anggota sendiri, krisisnya jadi dua kali lipat.

Satu yang pasti: nyawa 19 tahun tak bisa dikembalikan. Yang bisa dilakukan sekarang hanya memastikan kebenaran dibuka tanpa ditutup-tutupi.

Luka menganga di tubuh kepolisian

Kasus ini juga mengingatkan publik pada peristiwa sebelumnya di Tual, ketika seorang pelajar dilaporkan tewas setelah diduga dianiaya oknum polisi. Peristiwa itu sempat memicu desakan dari koalisi sipil agar pelaku diproses pidana, bukan sekadar etik.

Dua kasus, dua korban, benang merah yang sama: dugaan kekerasan oleh aparat. Bedanya, kali ini korbannya adalah anggota polisi sendiri. (*)

You Might Also Like

Tawa Renyah Pecah di UPGRIS! Keraton Siluman Bikin Penonton Gergeran Gak Bisa Diam

Tiga Orang Meninggal karena Banjir Semarang

Drama Kurir Narkoba di Demak Dibongkar

PSIS Beres-beres: Empat Pemain Resmi Pamitan

Kasus Mirip Nenek Elina Terjadi di Tegal, Rumah Kushayatun Tiba-tiba Dibongkar Paksa

TAGGED:asrama polisiheadlinepolda sulselpolisipolisi tewas dianiaya polisisenior
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Data Rio Haryanto Bocor Bukan Sepele, Wali Kota Solo Respati: Pasti Ada Sanksi
Next Article Presiden RI Prabowo Subianto (kiri) dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Swasembada Pangan Takluk di Kaki Donald Trump? RI akan Impor 1.000 Ton Beras dari AS

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Deri Corfe Resmi Pemain Asing Pertama PSIS

PLN Group menggandeng Kejari Sleman, bikin benteng hukum bisnis digital makin kuat.

PLN Group Gandeng Kejari Sleman, Perkuat Benteng Hukum Buat Bisnis Makin Aman

MBG HARAM - Pengasuh Pondok Pesantren Al Husna Internasional, Mayong, Jepara, Ahmad Mundoffar., menyatakan haram hukumnya menerima MBG.

Viral Video Pengasuh Ponpes di Jepara Bilang MBG Haram! Alasannya Menohok Banget

Alih Fungsi Lahan dan Sampah Jadi PR Besar Jateng

Kenapa Siswa Baru SDN Purwoyoso 1 Cuma Tiga? Ini Analisis Kepsek

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ilustrasi anak-anak main game online.
Tumbuh

Hati-Hati! Jaringan Terorisme Sasar Anak-anak Lewat Game Online

Januari 2, 2026
Info

Kemenhub RI: 38,7 Juta Pemudik Masuk ke Jateng

Februari 26, 2026
Info

Direksi Baru PDAM Dilantik, Air Harus Lancar, Keluhan Jangan Ngantri

Januari 8, 2026
Presiden FIFA Gianni Infantino memberikan sejumlah hadiah kepada Presiden RI Prabowo Subianto di Amerika Serikat, Rabu (24/9/2025).
Sepak Bola

Hore, Fix Gratis! 104 Laga Piala Dunia 2026 Tayang Full di TVRI

Desember 31, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Polisi Kembali Membunuh? Polisi Tewas Dianiaya Polisi di Asrama Polisi Polda Sulsel
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?