Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Kasus Mirip Nenek Elina Terjadi di Tegal, Rumah Kushayatun Tiba-tiba Dibongkar Paksa
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Hukum

Kasus Mirip Nenek Elina Terjadi di Tegal, Rumah Kushayatun Tiba-tiba Dibongkar Paksa

R. Izra
Last updated: Januari 1, 2026 4:53 pm
By R. Izra
4 Min Read
Share
Ilustrasi rumah dibongkar paksa.
Ilustrasi rumah dibongkar paksa.
SHARE

BACAAJA, TEGAL – Skenario buruk menghantui rakyat kecil. Mafia tanah mengintai calon korban. Bayangkan, tiba-tiba ada orang datang, mengaku pemilik rumah yang keluargamu tinggali, lalu membongkar bangunan secara paksa.

Kasus nenek Elina Widjajanti (80) di Surabaya ternyata bukan cerita tunggal. Di Kota Tegal, nasib serupa dialami Kushayatun (65), warga Kelurahan Kraton, Kecamatan Tegal Barat.

Rumah yang sudah ditempati keluarganya turun-temurun sejak 1887, mendadak diklaim milik orang lain. Alasannya: sudah dibeli sejak tahun 2004. Tanpa banyak waktu, rumah itu dibongkar pada 1 Oktober 2025.

Bacaaja: Kebakaran Terra Drone Disebut Terkait Mafia Sawit, Kita Pantas Curiga Gak Sih?
Bacaaja: Buku ‘Catatan dari Wadas; Penyelesaian Sengketa Agraria Bendungan Bener’, Merekam Konflik Pemerintah vs Rakyat

Kushayatun mengaku syok. Ia mengatakan, selama hidupnya, keluarganya lahir, tumbuh, hingga wafat di rumah tersebut. Namun tiba-tiba, kepemilikan berubah di atas kertas.

“Tanah dan rumah mendadak ganti pemilik. Saya dapat tiga kali somasi, lalu rumah langsung diratakan,” ujar Kushayatun saat mengadu ke Ketua DPRD Kota Tegal, Kamis (2/10/2025).

Sempat sengketa di pengadilan

Menurut Kushayatun, sengketa tanah ini sebenarnya sudah sempat masuk Pengadilan Negeri pada 2020, tapi berhenti di tengah jalan. Kasus itu kembali mencuat di akhir 2024 dan berujung pada eksekusi.

Ironisnya, Kushayatun mengaku tidak pernah diperlihatkan putusan pengadilan yang sah sebelum pembongkaran dilakukan.

“Saya minta bukti putusan pengadilan sebelum eksekusi, tapi diabaikan,” katanya.

Pembongkaran bahkan dilakukan sehari setelah somasi, tanpa memberi waktu memindahkan barang-barang berharga. Rumah hancur, tempat tinggal hilang, dan kini Kushayatun terpaksa menumpang di rumah kerabat.

Ketua DPRD Kota Tegal, Kusnendro, menyatakan pihaknya akan menelusuri kasus ini dan mencari jalan keadilan.

“Kami akan bantu melaporkan ke pengadilan,” tegasnya.

Ia juga menyoroti dugaan keterlibatan Satpol PP, camat, dan lurah, yang disebut akan dibahas dalam rapat Komisi I DPRD Kota Tegal.

Tak berhenti di DPRD, Kushayatun didampingi kuasa hukumnya, Agus Slamet, melapor ke Satreskrim Polres Tegal Kota pada Senin (6/10/2025).

Agus menilai proses pemagaran, pengosongan, hingga pembongkaran rumah kliennya tidak memiliki dasar hukum yang tetap dan sah.

“Klien kami menghuni rumah itu sejak 1887. Tiba-tiba muncul sertifikat tahun 2004 tanpa pernah diketahui klien,” ujar Agus.

Akibat pembongkaran itu, Kushayatun bukan hanya kehilangan tempat tinggal, tapi juga kios dagang yang menjadi sumber penghidupan.

Versi yang mengaku pemilik sertifikat

Di sisi lain, kuasa hukum pihak pengklaim rumah, Jefri, menyebut kliennya membeli tanah dan bangunan seluas 383 meter persegi tersebut sejak 2004 dan memiliki SHM serta AJB.

Namun, selama 21 tahun, rumah itu tidak bisa ditempati karena masih dihuni satu keluarga.

“Kami sudah menawarkan tali asih dan relokasi, tapi ditolak,” katanya.

Pemagaran dan pengosongan dilakukan dengan alasan kliennya ingin segera menempati rumah tersebut.

Alarm mafia tanah makin keras

Kasus Kushayatun di Tegal ini menambah panjang daftar dugaan konflik agraria dan mafia tanah, setelah sebelumnya publik diguncang kasus Nenek Elina di Surabaya, yang berujung penetapan tersangka dan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

Dua kota berbeda, pola hampir sama:

  • rumah lama,
  • klaim sertifikat baru,
  • warga kecil tergusur.

Pertanyaannya sekarang bukan cuma soal siapa benar siapa salah, tapi: seberapa aman rumah warisan rakyat kecil di negeri ini? (*)

You Might Also Like

Skandal Dapur Fiktif dan Isu Minyak Babi di Wadah Makan MBG: DPR Desak Transparansi Total

Jateng Serius Jadi Pusat Industri Hijau, Luthfi: Ekonomi Masa Depan Ada di Sini!

Gubsu Bobby Razia Pelat BL setelah Gagal Rebut 4 Pulau Aceh, DPR: Bisa Bikin Perpecahan Bangsa

Rizky Darmawan Pilih Bertahan: Saatnya Bawa PSIS Pulang ke Super League

Kasus Influenza A Naik Drastis, Puan Minta Pemerintah Jangan Kecolongan

TAGGED:headlinekushayatunmafia tanahnenek elinarumah dibongkar paksategal
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Ilustrasi keindahan Bali. Bali Makin Sepi? Koster Sentil Penerbangan Domestik Jadi Pemicu Menurunnya Wisatawan
Next Article Kamu Salah! Gak Semua Negara Rayain Tahun Baru pada 1 Januari

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

KOORDINASI--Sudewo Bupati Pati nonaktif, berkoordinasi dengan penasihat hukumnya di ruang sidang, Senin (29/6/2026). (bae)

Kubu Sudewo Salahkan Pengawal KPK: Kericuhan Dipicu Ulah Petugas

FPP Undip dan Pertamina Bikin KKN Naik Kelas di Pedurungan

HADANG MOBIL--Ribuan massa pendukung Sudewo, Bupati Pati nonaktif, menghadang mobil tahanan yang mengangkut junjungannya di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (29/6/2026). (bae)

Eksepsi Sudewo Ditolak Hakim, Massa Pendukung Ngamuk Cegat Mobil Tahanan

Ngaji Pancasila: IKAL Lemhannas Ajak Anak Muda Jadikan Pancasila Gaya Hidup

MINTA MAAF--Pengawal tahanan KPK, Rusli minta maaf kepada massa jika tangannya tak sengaja mengenai Sudewo, Senin (29/6/2026). (bae)

Isu Sudewo Dipukul Bikin Pendukung Marah, Pengawal KPK Minta Maaf: Bukan Maksud Saya Sengaja

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Tangis Darwanto, petani Madiun yang dipenjara gara-gara nyelametin landak jawa.
Hukum

Selamatin Landak Jawa yang Dilindungi Petani Madiun Malah Dibui, Hukum Macam Apa Ini?

Desember 18, 2025
Info

Dari Tuk Panjang ke Warak Ngendog, Agustina: Damai Itu Modal Utama Semarang Sejahtera

Februari 14, 2026
Olahraga

Indonesia Tembus 101 Emas, Target APG 2025 Lewat Sebelum Finish

Januari 25, 2026
KRITIK SOSIAL LEWAT LAWAK - Aktor teater komedi Keraton Siluman, saat jumpa pers sebelum pertunjukan. (ist)
Info

Keraton Siluman Sindir Negeri Wacanda: Penonton Dibikin Ketawa Sekaligus Nyesek

Mei 23, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Kasus Mirip Nenek Elina Terjadi di Tegal, Rumah Kushayatun Tiba-tiba Dibongkar Paksa
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?