Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Buku ‘Catatan dari Wadas; Penyelesaian Sengketa Agraria Bendungan Bener’, Merekam Konflik Pemerintah vs Rakyat
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Unik

Buku ‘Catatan dari Wadas; Penyelesaian Sengketa Agraria Bendungan Bener’, Merekam Konflik Pemerintah vs Rakyat

Buku ‘Catatan dari Wadas; Penyelesaian Sengketa Agraria Bendungan Bener’ merupakan rekaman ingatan dari tim mediator yang memediasi konflik struktural antara pemerintah vs rakyat, dalam proyek pembangunan PSN Bendungan Bener di Purworejo.

R. Izra
Last updated: Juni 24, 2025 10:10 am
By R. Izra
4 Min Read
Share
Ketua tim mediator konflik Wadas, Imam Aziz, memberikan sambutan saat peluncuran buku 'Catatan dari Wadas'.
Ketua tim mediator konflik Wadas, Imam Aziz, memberikan sambutan saat peluncuran buku 'Catatan dari Wadas'.
SHARE

NARAKITA, JOGJA – Tim mediator yang memediasi konflik agraria pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Bendungan Bener, Purworejo, Jawa Tengah (Jateng) menerbitkan sebuah buku ‘Catatan dari Wadas; Penyelesaian Sengketa Agraria Bendungan Bener’.

Buku ini merekam perjalanan konflik yang menghiasi proses penambangan batuan andesit yang hendak digunakan untuk pembangunan Bendungan Bener.

Tentu saja, buku ini berdasarkan perspektif Rumekso Setyadi, anggota tim mediator yang dibentuk oleh M Imam Aziz yang waktu itu menjabat sebagai Staf Khusus Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin dan juga Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Rumekso Setyadi merekam perjalanannya memediasi konflik antara pemerintah dan warga di Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, dan kemudian menuangkannya dalam buku tersebut.

“Dengan selesainya kasus Wadas maka kemudian buku ini dibuat. Harapannya buku ini dapat menjadi pelajaran bersama baik oleh para perencana pembangunan atas nama Proyek Strategis Nasional (PSN) maupun kalangan-kalangan yang menjadi penentu kebijakan,” kata aktivis sosial yang akrab disapa Markijok ini, Selasa (24/6/2025).

Dikatakan lebih lanjut, melalui buku ini semua pihak harus belajar bahwa pembangunan tanpa mengedepankan aspek kemanusiaan, sosial ekonomi, dan kebudayaan, niscaya akan mengalami benturan dengan rakyat yang terdampak pembangunan tersebut.

“Untuk itu dari buku ini kita bisa belajar tentang model perencanaan, negosiasi dan mediasi terkait dengan pembangunan yang berdampak besar pada rakyat,” ucapnya.

Konflik wadas, kata dia, berakara pada UU 2/2012 tentang Pengadaan Tanah untuk Kepentingan Pembangun. Dengan menggunakan UU itu Desa Wadas yang menjadi lokasi tambang andesit perizinannya dijadikan satu lokasi dengan tapak bendungan, padahal usaha pertambangan harusnya menggunakan UU Mineral dan Batu Bara (Minerba).

“Tetapi karena Proyek Strategis Nasional (PSN) dilindungi juga dengan UU Omnibus Law maka usaha pertambangan batu andesit itu hanya cukup menggunakan rekomendasi Menteri ESDM saja,” terangnya.

Markijok menyebut, banyak aktor terlibat dalam konflik Wadas. Dituturkan, bahkan bentrokan dan aksi represi aparat keamanan terhadap rakyat pernah terjadi pada 8 Februari 2022 dan menjadi sorotan nasional.

Saat itu, banyak warga mendapat kekerasan dari aparat, dan tak sedikit aktivis yang turut ditangkap.

“Aksi represif aparat itu, mau tak mau menyeret nama Gubernur Jawa Tengah saat itu, Ganjar Pranowo,” ucapnya.

Buku ini secara resmi telah diluncurkan di Museum Sandi, Kota Yogyakarta, pada Sabtu, 21 Juni 2025, bersamaan dengan Reuni Jama’ah LKiS. Hadir secara langsung dalam kesempatan itu, Ketua Tim Mediator, M Imam Aziz (Mbah Dukuh), akfivis lingkungan, budayawan, dan lainnya.

Imam Aziz yang akrab disapa Mbah Dukuh, bersyukur konflik Wadas telah selesai. Ia mengatakan hampir dua tahun proses ia dan tim memediasi dan mendampingi warga Wadas.

Dalam rentang waktu itu, tim selalu mengedepankan dialog dan negosiasi untuk menyelesaikan konflik struktural ini.

“Hingga kemudian tahap demi tahap terjadi dengan win-win solution,” ucapnya.

Sementara, Ganjar Pranowo turut menuliskan catatan dalam penutup buku tersebut. Dituturkan, masalah Wadas menjadi hal yang mendapat perhatian serius darinya sebagai Gubernur Jateng periode 2013-2023.

“Bukan karena peristiwa Wadas yang meledak di tengah penanganan Pandemi Covid-19 mendapat perhatian nasional, tetapi lebih karena melihat kegagapan aparat pemerintah, baik birokrasi maupun kepolisian, dalam menangani protes warga,” tulis Ganjar. (*)

You Might Also Like

Jangan Salah Taruh Cermin di Kamar, Bisa Ganggu Tidur dan Energi Positif!

Kiai Sholeh Darat Guru RA Kartini Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

PNS Kejati Jateng Jadi Calo CPNS, Dituntut 2 Tahun Penjara

Ketika AI Ikut Nulis, Sastra Masih Perlu Manusia? Simak Kata Sastrawan Semarang

La Noti Ditelan Piton di Sulawesi, Berikut 5 Kasus Manusia Tewas Ditelan Ular

TAGGED:buku catatan dari wadascatatan dari wadaspembangunan bendungan benerpsn bendungan bener purworejo
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Ilustrasi transaksi nontunai menggunakan QRIS. 25 Juta Transaski Pakai QRIS di Soloraya, Ini Sektor yang Mendominasi
Next Article Ilustrasi pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batu bara [pixabay] Irlandia Suntik Mati Seluruh PLTU Batu Bara, Andalkan Pembangkit Listrik Tenaga Angin

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

BANTAL KUCING - Dina memegang bantal bergambar kucing buatan tangannya sendiri, Minggu (27/9/2026). Sebagian keuntungan dari jualan bantal kucing itu digunakan untuk memberi makan kucing jalanan. (dul) The Best Contact Center Indonesia ALTERNATIF SOLUSI DIGITAL - Melalui booth “Digital Solution & Green Ecosystem” pada Electricity Connect 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, PLN Icon Plus memperkenalkan berbagai solusi digital dan energi hijau yang dapat diterapkan untuk mendukung kebutuhan masyarakat, bisnis, dan industri.

Dari AI hingga Energi Bersih, PLN Icon Plus Tampilkan Inovasi di Electricity Connect 2026

HIP HOP: Pengunjung ARTOTEL Gajahmada Semarang menikmati rangkaian Street Sound & Hip Hop. (ist)

ARTOTEL Gajahmada Ramaikan Akhir September dengan Hip Hop hingga Karaoke

Ilustrasi penangkapan tersangka.

Pengusaha HT Jadi Tersangka Kasus Pajak, DJP Ungkap Modusnya

Semarang Lagi Panas-Panasnya, Suhu Capai 37,1 Derajat

Tak Sekadar Touring, NECI 04 Semarang Bawa Misi Merah Putih ke Astana Giribangun

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Plesir

Harga Tiket Avenged Sevenfold Jakarta Kebuka, Siap War Tiket Oktober

April 6, 2026
Viral

Bikin Geger!! Bocah 20 Tahun Punya 41 Dapur MBG, Saipa Sosoknya?

November 21, 2025
Puan Maharani bertemu dengan pimpinan parlemen Qatar di sela gelara PUIC ke-19 di Gedung DPR RI.
Unik

Pertemuan Bilateral dengan Parlemen Qatar, Puan Bahas Perlindungan WNI dan Pemberdayaan Perempuan

Mei 14, 2025
Viral

Kapal Virgo Transport 8 Hilang Kontak, Berisi 243 Penumpang

September 13, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Buku ‘Catatan dari Wadas; Penyelesaian Sengketa Agraria Bendungan Bener’, Merekam Konflik Pemerintah vs Rakyat
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?