Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Silayur Lagi, Silayur Lagi, Agustina: Kesalahan Tata Ruang
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Fokus

Silayur Lagi, Silayur Lagi, Agustina: Kesalahan Tata Ruang

Turunan Silayur kayak nggak pernah pensiun dari drama. Tiap kejadian selalu sama: kecelakaan, macet panjang, lalu semua saling tunjuk. Tapi kali ini, Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, milih jujur, ini bukan sekadar salah sopir, tapi desain kotanya dari awal udah “nggak masuk akal”.

T. Budianto
Last updated: April 11, 2026 5:38 pm
By T. Budianto
2 Min Read
Share
Petugas mengevakuasi bangkai kendaraan yang melintang di Jalan Prof Hamka, Silayur, Ngaliyan, Kota Semarang, Jumat (10/4/2026). Truk yang diduga rem blong memicu kecelakaan beruntun, sehingga membuat kemacetan parah di lokasi. (dul)
LAKUKAN EVAKUASI: Petugas mengevakuasi bangkai kendaraan di Jalan Prof Hamka, Silayur, Ngaliyan, Kota Semarang, Jumat (10/4/2026). (Foto: dul)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Turunan Silayur lokasinya di Jalan Prof Dr Hamka, Ngaliyan. Buat yang sering lewat, pasti paham: turunan ini curam, panjang, dan bikin deg-degan, apalagi kalau ketemu truk gede dari arah atas.

Masalahnya, kata Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, jalan ini memang dari awal bukan buat kendaraan bertonase berat. Jadi ketika sekarang tiap hari dilibas truk kontainer, ya tinggal nunggu waktu aja kapan apesnya datang.

Baca juga: Ngeri! Truk Ugal-ugalan Picu Kecelakaan Beruntun di Silayur, Polisi Ungkap Kondisi Korban

“Memang dari awal nggak layak buat kendaraan berat,” tegasnya. Dan benar saja, Jumat, (10/4/2026) pagi kejadian lagi. Satu truk kontainer, mobil Yaris, dan motor Vario terlibat kecelakaan. Dampaknya nggak main-main, macet sampai lima jam. Aktivitas warga ke-lock, dan rasa waswas makin numpuk tiap kali harus lewat jalur itu.

Ironinya, jalur ini juga jadi akses penting ke kawasan industri. Artinya, meskipun jelas-jelas nggak ideal, truk tetap “dipaksa” lewat karena memang nggak banyak pilihan lain. Agustina juga nggak coba cari pembenaran.

Terkendala Anggaran

Dia terang-terangan bilang ini kesalahan tata ruang yang harus dibenerin. Tapi realitanya, ada tembok besar bernama anggaran. Buat ngerombak turunan Silayur, butuh sekitar Rp 60 miliar. Dan kondisi keuangan Pemkot saat ini? Belum sanggup.

Akhirnya, solusi yang dipakai masih klasik: koordinasi. Pemkot gandeng Dinas Perhubungan, kepolisian, sampai pengusaha buat ngatur lalu lintas truk. Tapi jujur aja, ini bukan hal baru, dan hasilnya juga belum banyak berubah.

Baca juga: Jalan Prof Hamka-Ngaliyan Sudah Mulus, tapi Warga Masih Khawatir Soal Silayur

Soal larangan truk lewat? Itu bukan kewenangan Pemkot. Harus lewat kepolisian. Bahkan untuk nutup akses perusahaan pun, pemerintah kota nggak punya kuasa penuh.

Silayur itu kayak alarm yang bunyi terus, tapi semua orang milih snooze. Jalan sudah “teriak” nggak kuat, kecelakaan datang berkala, solusi muter di rapat ke rapat. Mungkin yang kurang bukan data atau koordinasi, tapi keberanian buat bilang: ini darurat, bukan sekadar rutinitas. (tebe)

You Might Also Like

DPR: Mudik 2026 Jangan Jadi Ajang Uji Nyali

Semarang Lagi Menata Masa Depan 850 Keluarga

Bawa Tumbler, Respati Launching Kran Air Siap Minum ‘Toya Wening’ di Pasar Gede Solo

Soal Sampah, Pemprov Gaspol Gerakan Bersih-Bersih Bareng

Semarang Siapkan Festival Literasi Internasional, Penulis Prancis Bakal Dilibatkan

TAGGED:headlinepemkot semarangsilayurtata ruang kotawali kota semarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Pengurus Kopdes Merah Putih Pekopen menjalankan usaha koperasi dengan menjual saruy-sayuran segar, Kamis (1072025). (humas pemprov) 5.500 Koperasi Baru di Jateng, Jadi Motor Ekonomi atau Sekadar Bangunan Estetik?
Next Article BRIN: Enam Kota/Kab di Jateng Masuk Daftar Paling Maju di Indonesia

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

BELAJAR MODERASI: Mahasiswa UIN Walisongo berada di aula Wihara Mahabodhi untuk belajar moderasi beragama, Senin (12/10/2026). (dul)

Belajar Moderasi Beragama, Mahasiswa UIN Walisongo Kunjungi Wihara Mahabodhi

PILATES DI BANDARA: Puluhan orang sedang berolahraga pilates di area boarding bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang. (ist)

Tempat Pilates dengan Pemandangan Pesawat Terbang? Ada di Bandara Ahmad Yani Semarang

SMA Theresiana 1 dan SMP Al Azhar 14 Angkat Trofi Hydroplus 2026

Hard Enduro Kendal Bikin Homestay Penuh

Jateng Kirim 34 Atlet Paralimpik ke Nagoya

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Plesir

Dieng Bikin Wisatawan Betah di Atas Awan

September 1, 2026
Ekonomi

Koperasi Gandeng UMKM, Bangetayu Kulon Jadi Bukti Ekonomi Bisa Jalan Bareng

Februari 10, 2026
Daerah

Bunda PAUD Berikan Trauma Healing bagi Anak Terdampak Banjir Pekalongan

Januari 19, 2026
NAPI HIGH RISK - 313 narapidana berisiko tinggi (high risk) dari berbagai wilayah Ditjenpas dipindahkan ke Nusakambangan, Rabu (7/10/2026).
Hukum

125 Napi Rutan Depok Dipindahkan ke Nusakambangan, Buntut Video Narkoba Viral

Oktober 8, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Silayur Lagi, Silayur Lagi, Agustina: Kesalahan Tata Ruang
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?