BACAAJA, TEMANGGUNG– Konektivitas transportasi di kawasan Kedu bakal naik kelas. Pemprov Jateng resmi menyiapkan koridor baru Bus Trans Jateng yang akan melayani rute Temanggung-Kota Magelang-Kabupaten Magelang atau yang dikenal sebagai kawasan Gelangmanggung.
Rencana tersebut ditandai dengan penandatanganan kesepakatan kerja sama antara Pemprov Jateng, Pemerintah Kabupaten Magelang, Pemerintah Kota Magelang, dan Pemerintah Kabupaten Temanggung di Pendopo Kabupaten Temanggung, Rabu (3/6/2026).
Kesepakatan itu diteken langsung oleh Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi bersama Bupati Magelang, Grengseng Pamuji, Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono, dan Bupati Temanggung, Agus Setyawan.
Baca juga: Trans Jateng Magelang-Temanggung Gak Matiin Angkutan Lama, Gelangmanggung Siap Jalan 2027
Kepala Dinas Perhubungan Jateng, Arief Djatmiko mengatakan, kerja sama tersebut menjadi landasan awal untuk membagi tugas dan tanggung jawab masing-masing daerah dalam mendukung operasional layanan baru tersebut.
“Kesepakatan bersama ini untuk mengetahui peran masing-masing,” kata Arief.
Koridor baru ini nantinya akan dilayani 14 armada bus dengan jam operasional mulai pukul 05.00 hingga 19.00 WIB. Masyarakat diperkirakan hanya perlu menunggu sekitar 15 hingga 20 menit untuk kedatangan bus berikutnya.
Menurut Arief, kehadiran koridor Gelangmanggung bukan hanya soal menambah armada atau membuka rute baru. Lebih dari itu, layanan ini diharapkan menjadi simpul transportasi yang terintegrasi dari tingkat lokal hingga nasional.
Layanan KA
Saat ini, wilayah Magelang sudah terhubung dengan Koridor Trans Jateng Magelang-Purworejo yang terkoneksi dengan layanan kereta api. Kehadiran koridor baru akan memperluas jaringan tersebut hingga menjangkau Temanggung.
Tak hanya melayani mobilitas harian masyarakat, Trans Jateng juga akan diintegrasikan dengan berbagai moda transportasi lokal. Salah satunya angkutan sekolah gratis yang selama ini telah berjalan di Kota dan Kabupaten Magelang.
Selain itu, sejumlah rute menuju kawasan wisata juga akan masuk dalam skema integrasi transportasi agar akses wisatawan semakin mudah. “Kabupaten dan Kota Magelang punya angkutan sekolah gratis, ini akan kami integrasi dengan Trans Jateng. Rute ke tempat wisata juga akan diintegrasikan,” jelas Arief.
Baca juga: Bikin Naik Bus Makin Praktis, Pemprov Luncurkan Sistem Pembayaran Digital Trans Jateng
Saat ini Bus Trans Jateng telah mengoperasikan tujuh koridor dengan total 115 armada yang tersebar di wilayah Kedungsepur, Solo Raya, Banyumas Raya, hingga Purworejo-Magelang.
Dengan hadirnya koridor Gelangmanggung, masyarakat diharapkan memiliki alternatif transportasi yang lebih nyaman, murah, dan terhubung antardaerah tanpa harus selalu mengandalkan kendaraan pribadi.
Sudah lama jalanan dipenuhi kendaraan pribadi karena transportasi umum dianggap pilihan darurat saat motor mogok atau mobil sedang masuk bengkel. Kalau Trans Jateng benar-benar masuk Temanggung pada 2027, bisa jadi yang paling khawatir bukan calon penumpangnya, melainkan parkiran yang selama ini terlalu penuh setiap pagi. (tebe)

