SEMARANG, BACAAJA– Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng meresmikan Taman Agro Eduwisata Yayasan Masjid Agung Semarang (MAS) di Kelurahan Tlogosari Wetan, Minggu (12/7/2026).
Peresmian tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang, Kepala Dinas Pertanian, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Semarang, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Semarang, anggota Komisi B DPRD Kota Semarang, serta jajaran pengurus Yayasan Masjid Agung Semarang.
Keberadaan taman ini diharapkan menjadi destinasi wisata edukasi yang memperkenalkan dunia pertanian kepada masyarakat, khususnya anak-anak dan pelajar.
Baca juga: Satu Tahun Agustina-Iswar: Sukses Ubah Sampah Jadi Cuan
Pengunjung nantinya tidak hanya bisa mengenal berbagai jenis tanaman buah, tetapi juga belajar cara budidaya hingga merasakan pengalaman memanen buah langsung dari pohonnya.
Ruang Belajar
Salah satu pengurus Yayasan Masjid Agung Semarang, Rahmulyo Adi Wibowo (RAW) berharap taman tersebut dapat menjadi ruang belajar terbuka yang menyenangkan sekaligus memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya penghijauan dan ketahanan pangan.
Salah satu daya tarik yang mulai mencuri perhatian adalah kebun kelengkeng yang telah berbuah. RAW, yang juga Ketua Fraksi PDIP DPRD Kota Semarang ini mengatakan, kualitas buah kelengkeng yang dihasilkan cukup menjanjikan.
“Buah kelengkeng di Taman Agro Eduwisata Masjid Agung Semarang ini dagingnya tebal, bijinya kecil, dan rasanya manis,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Wali Kota Semarang menyatakan dukungannya terhadap pengembangan kawasan tersebut. Pemkot Semarang berkomitmen membantu pengembangan Taman Agro Eduwisata agar semakin dikenal masyarakat dan menjadi salah satu tujuan wisata edukasi di Kota Semarang.
Baca juga: “Kericuhan” Warnai Halalbihalal Ketua FPDIP DPRD Kota Semarang
Dukungan tersebut diharapkan mampu meningkatkan jumlah kunjungan sekaligus menjadikan taman sebagai ruang belajar yang bermanfaat bagi pelajar, keluarga, maupun masyarakat umum.
Di tengah makin sempitnya ruang hijau di perkotaan, hadirnya kebun yang bisa dipetik hasilnya langsung terasa seperti kemewahan baru. Semoga yang tumbuh nanti bukan hanya pohon buah, tetapi juga kebiasaan masyarakat untuk lebih dekat dengan alam. (tebe)

