Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Gedung Koperasi Desa Sudah Jadi, Lah Isinya Masih Misteri Banget
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Ekonomi

Gedung Koperasi Desa Sudah Jadi, Lah Isinya Masih Misteri Banget

Tapi kenyataannya, semua masih menggantung. Jefryanto bilang, sampai sekarang belum ada arahan jelas soal kapan mulai beroperasi. Bahkan hal sederhana seperti siapa yang harus mengisi listrik token saja belum ada kejelasan.

Nugroho P.
Last updated: April 23, 2026 11:52 am
By Nugroho P.
6 Min Read
Share
Gedung Koperasi Merah Putih
SHARE

BACAAJA, BLORA – Puluhan desa di Kabupaten Blora kini punya gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang berdiri cukup megah, tapi suasananya masih sepi dan kosong. Bangunannya sudah jadi, fasilitas dasar juga sudah masuk, tapi aktivitas ekonomi yang diharapkan justru belum terlihat. Kondisi ini bikin warga bertanya-tanya, kapan koperasi benar-benar bisa jalan.

Di Desa Jejeruk, misalnya, gedung KDMP sudah rampung sejak beberapa bulan lalu. Tapi anehnya, pengurus koperasi sendiri justru belum pegang kendali penuh. Ketua KDMP Jejeruk, Jefryanto, mengaku belum dilibatkan secara langsung sejak proses pembangunan sampai tahap operasional.

Ia bahkan menyebut hal paling dasar seperti kunci gedung saja belum ada di tangannya. “Semua kunci gedung yang sudah jadi itu masih dibawa Koramil Blora Kota. Katanya nanti kalau sudah serah terima baru bisa dipegang,” ujarnya, dengan nada heran sekaligus bingung.

Gedung yang dibangun sejak Desember dan selesai sekitar Maret itu sebenarnya sudah siap secara fisik. Rak-rak untuk jualan dan gondola juga sudah dikirim. Tinggal ditata sedikit lagi, harusnya sudah bisa langsung dipakai untuk aktivitas koperasi.

Tapi kenyataannya, semua masih menggantung. Jefryanto bilang, sampai sekarang belum ada arahan jelas soal kapan mulai beroperasi. Bahkan hal sederhana seperti siapa yang harus mengisi listrik token saja belum ada kejelasan.

“Kalau listrik habis, saya juga nggak tahu siapa yang harus isi. Operasionalnya nanti nunggu regulasi dulu katanya,” ucapnya.

Secara ukuran, gedung KDMP Jejeruk cukup luas. Lebarnya sekitar 20 meter dengan panjang 30 meter. Di dalamnya sudah dirancang lengkap, mulai dari gerai sembako, klinik desa, gudang, sampai area parkir kendaraan.

Namun, isi koperasi masih minim. Anggota baru tiga orang, kebanyakan anak muda. Sementara pengurus ada lima orang. Untuk jenis usaha yang akan dijalankan pun masih belum diputuskan, lagi-lagi karena menunggu aturan resmi.

Padahal konsep awal koperasi ini cukup menjanjikan. Warga yang ingin bergabung hanya perlu memenuhi syarat sederhana, yaitu berdomisili di desa setempat dan membayar iuran anggota. Nantinya, mereka berhak mendapat sisa hasil usaha (SHU) tiap tahun.

Sayangnya, beberapa jenis usaha juga belum bisa dijalankan. Misalnya layanan simpan pinjam yang belum diizinkan oleh dinas terkait. Bahkan untuk penjualan LPG subsidi, koperasi ini juga tidak memenuhi syarat dalam sistem yang berlaku.

“Sudah pernah diajukan, tapi di sistem tidak masuk. Jadi belum bisa jual LPG subsidi,” kata Jefryanto.

Kondisi berbeda justru terlihat di Jepon. Di sana, Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) sudah mulai bergerak meski gedungnya belum sepenuhnya selesai. Sekretaris koperasi, Gatot, menyebut mereka sudah menjalankan usaha kecil-kecilan.

Modal awal berasal dari hibah Badan Kerja Sama Desa sebesar Rp 18 juta, ditambah simpanan pokok anggota. Dengan jumlah anggota sekitar 130 orang, mereka mulai menjual minyak goreng dan LPG subsidi.

Penjualannya memang belum besar. Dalam rentang Desember sampai Maret, keuntungan yang didapat baru sekitar Rp 500 ribu. Tapi bagi mereka, ini jadi langkah awal yang penting.

“Memang belum besar, tapi ini proses. Nanti juga berkembang pelan-pelan,” ujar Gatot.

Sementara itu, di daerah lain seperti Kabupaten Pati, pembangunan KDMP juga belum sepenuhnya rampung. Di Desa Kutoharjo, progresnya baru sekitar 70 persen, tapi konsepnya sudah cukup ambisius.

Ketua KDMP Kutoharjo, Bambang Sudibyo, menyebut gedung ini dirancang seperti “mal desa” yang akan jadi pusat aktivitas ekonomi warga. Lokasinya pun strategis, tepat di depan lapangan desa.

Pembangunan dilakukan oleh pihak ketiga melalui perusahaan pelaksana, sementara pengawasan melibatkan aparat. Pengurus koperasi sendiri tidak turun langsung dalam teknis pembangunan, hanya menerima hasil akhirnya.

Meski begitu, Bambang tetap optimistis. Ia menilai pembangunan ini adalah peluang langka bagi desa untuk punya aset besar dengan nilai mencapai miliaran rupiah.

“Kesempatan seperti ini jarang. Jadi harus dimanfaatkan sebaik mungkin,” katanya.

Pendanaan pembangunan dilakukan lewat skema dana desa yang dicicil selama enam tahun. Setiap tahun, desa harus mengalokasikan sekitar Rp 500 juta untuk pembayaran.

Dampaknya, anggaran desa untuk kegiatan lain ikut tergerus. Bahkan beberapa program harus dikurangi, termasuk tunjangan kader posyandu yang ikut terdampak.

Meski ada konsekuensi, Bambang berharap setelah cicilan selesai, kondisi keuangan desa bisa kembali normal. Apalagi jika koperasi sudah berjalan, diharapkan bisa memberi pemasukan tambahan.

Ke depan, KDMP Kutoharjo juga dirancang tidak hanya sebagai tempat jual beli, tapi juga pusat layanan yang lebih luas. Rencananya akan ada kerja sama dengan dinas dan fasilitas kesehatan.

Fenomena gedung koperasi yang sudah berdiri tapi belum aktif ini jadi potret unik di sejumlah desa. Di satu sisi, pembangunan fisik terlihat cepat dan masif. Tapi di sisi lain, kesiapan operasional masih tertinggal.

Warga pun kini menunggu, kapan gedung-gedung itu benar-benar hidup dan jadi pusat ekonomi seperti yang dijanjikan. Sebab kalau hanya berdiri tanpa aktivitas, bangunan megah itu berisiko jadi sekadar pajangan. (*)

You Might Also Like

Libur Nataru, Penumpang Pesawat Naik 5,6 Persen

Cabai Nyaris 80 Ribu, Gubernur: Gas Operasi Pasar!

Gebrakan Pak Pur soal Impor Baju Bekas: Denda, Jangan Cuma Penjara!

Selamat Datang di Republik Impornesia: Negeri Seribu Produk China!

Jateng Mau Jual Wisata Halal, Pemda Mulai Pasang Kuda-Kuda

TAGGED:blorgedung koperasikdmpKoperaskunci gedung
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Joki UTBK Unesa Bikin Geleng Kepala, Santai Banget
Next Article Dokter IGD Ini Viral, Cara Ngomongnya Bikin Adem Banget

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Dari Bali Sampai Madura, Sekolah Rakyat Terus Bertambah Cepat

Ada yang Beda! Pulang Haji Jemaah Sulawesi Selatan Pakainnya Warna Warni Banget

BAYI KAPIBARA--Induk kapibara mengasuh dua anaknya yang belum lama lahir di Semarang Zoo. (ist)

Semarang Zoo Punya Penghuni Baru, Dua Anakan Kapibara Lahir

Sekretaris Jenderal DPN Peradi SAI, Patra M. Zen (tengah), didampingi Ketua Peradi SAI Kota Semarang (kanan), berbicara kepada wartawan usai mengisi seminar rangkaian Muscab di Semarang, Sabtu (6/6/2026). (ist)

Sekjen Peradi SAI: Advokat Jangan Cuma Cari Duit, Warga Miskin Juga Dibela

TERPILIH AKLAMASI - Sari Yuliati terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Kosgoro dalam Musyawarah Besar (Mubes) V Kosgoro 1957 Tahun 2026, di Merlin Park, Jakarta.

Saleh Ucapkan Selamat! Sari Yuliati Resmi Secara Aklamasi Jadi Ketum Kosgoro 1957

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ekonomi

Jateng Tawarkan Iklim Investasi Kondusif, 15 Proyek Strategis Siap Digarap

Juli 30, 2025
Ilustrasi mobil diesel dan pesawat terbang. Harga avtur atau BBM untuk pesawat saat ini lebih mahal dari harga solar non-subsidi. (ai)
Ekonomi

Avtur Lebih Murah dari Harga Solar, Terbang Jadi Lebih Hemat dari Naik Mobil Diesel?

April 20, 2026
Ekonomi

Nggak Cuma Cantik, Tapi Juga Nggak Nyampah: Batik Rejomulyo Naik Level

Januari 26, 2026
Ekonomi

Rawit Lagi “Pedas”, Pemprov Gelontor Tiga Ton ke 15 Daerah

Februari 25, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Gedung Koperasi Desa Sudah Jadi, Lah Isinya Masih Misteri Banget
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?