BACAAJA, SEMARANG – Keluarga kapibara di Semarang Zoo ketambahan anggota baru. Seekor induk kapibara melahirkan dua anak yang kini kondisinya sehat.
Hewan pengerat terbesar di dunia yang berasal dari wilayah tropis Amerika Selatan ini bisa berkembang biak dengan baik.
Dua bayi kapibara itu lahir dari koleksi satwa yang didatangkan lewat program tukar-menukar satwa tidak dilindungi dengan Taman Satwa Ragunan pada pertengahan tahun lalu.
Bacaaja: Lagi Cari Jodoh: Tiga Orang Utan Jantan Semarang Zoo Masih Jomblo
Bacaaja: Catat Nih, Musim Liburan Ini Pelajar Gratis Masuk Semarang Zoo
Dokter hewan Semarang Zoo, Nurul Fauziah, mengatakan usia dua anak kapibara tersebut kini hampir satu bulan. Sampai sekarang kondisinya sehat meski jenis kelaminnya belum bisa dipastikan.
“Kondisinya, alhamdulilah sehat, dan masih terpantau diasuh oleh induknya,” kata Nurul, Minggu (7/6/2026).
Menurutnya, setiap kelahiran maupun kematian satwa wajib dilaporkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), termasuk tambahan dua kapibara ini.
“Saat ini administrasi pelaporan tambahan satwa masih kita proses,” ujarnya.
Nurul menjelaskan kesehatan satwa dipantau rutin setiap hari. Tim dokter menerima laporan dari para kiper, lalu melakukan pemeriksaan fisik mulai dari napas, denyut nadi hingga kondisi tubuh satwa.
“Kita melihat keterangan dari para kiper-kipernya, kemudian kita cek sendiri satwanya. Nadi, nafas dan cek fisik. Biasanya kalau ada yang sakit pasti melawan kalau kita pegang,” jelasnya.
Selain pemeriksaan rutin, pemberian vitamin dan variasi pakan juga jadi perhatian agar satwa tetap sehat.
Sementara itu, kiper kapibara, Rizky, mengaku perawatan hewan terbesar di dunia dari keluarga pengerat itu tergolong mudah. Kapibara merupakan herbivora yang doyan sayuran sehingga ikan nila dan lele yang ada di kolam tetap aman.
Rizky mengatakan masa kehamilan kapibara sulit dikenali secara kasat mata. Namun karena setiap hari berinteraksi, perubahan bentuk tubuh induk tetap bisa dipantau oleh para kiper.
“Kita tahu dia bunting tapi secara visual memang tidak kelihatan,” paparnya.
Ia menambahkan cuaca juga menjadi faktor penting dalam perawatan kapibara. Karena termasuk satwa semiakuatik, Semarang Zoo selalu menyediakan kolam agar mereka bisa berendam dan menjaga suhu tubuh tetap stabil. (bae)

