Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Jateng Tawarkan Iklim Investasi Kondusif, 15 Proyek Strategis Siap Digarap
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Ekonomi

Jateng Tawarkan Iklim Investasi Kondusif, 15 Proyek Strategis Siap Digarap

Jaminan keamanan, kemudahan perizinan, dan tenaga kerja terampil menjadi senjata utama Jawa Tengah menarik investor. Dalam ajang Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2025, Gubernur Ahmad Luthfi memaparkan sejumlah peluang strategis dan keuntungan finansial yang siap digarap di provinsinya.

baniabbasy
Last updated: Juli 30, 2025 2:14 am
By baniabbasy
3 Min Read
Share
HADIRI CJIBF: Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menghadiri Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2025 yang digelar di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (29/7). (Foto: Humas Pemprov)
SHARE

NARAKITA, JAKARTA- Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan komitmennya dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif di wilayahnya. Melalui forum Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2025 yang digelar di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (29/7), Luthfi membeberkan berbagai keunggulan berinvestasi di Jateng kepada puluhan calon investor dan perwakilan dari 10 kedutaan besar negara sahabat.

Luthfi menegaskan, Pemprov Jateng menjamin kemudahan dalam proses perizinan melalui sistem satu pintu (one gate system) serta menjamin keamanan usaha tanpa gangguan premanisme.

“Kami pastikan tidak ada gangguan keamanan. Budaya masyarakat kami menjunjung tinggi nilai saling menghormati,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyoroti ketersediaan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten berkat pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK). Selain itu, sumber daya alam yang melimpah membuat Jateng siap menjadi pusat pertumbuhan industri baru.

“Investasi di Jawa Tengah tidak harus modal besar. Kita dorong investasi padat karya agar masyarakat bisa merasakan manfaat langsung melalui lapangan kerja,” tambahnya.

Pemprov Jateng, kata Luthfi, juga menunjukkan komitmennya terhadap kesejahteraan pekerja melalui program fasilitas daycare, koperasi buruh, hingga subsidi transportasi umum.

Dalam forum tersebut, Gubernur Luthfi menawarkan 15 proyek unggulan, di antaranya Pembangunan PLTM Banjaran dan Logawa (Banyumas), PLTP Candi Umbul Telomoyo dan proyek geothermal lainnya oleh Geo Dipa Energy serta Pengolahan sampah menjadi RDF di Grobogan.

Selain itu, masih ada Kawasan Khusus Perikanan Terpadu dan Industri Udang Vaname di Cilacap danIndustri Garam di Jepara dan Kelapa Terpadu di Cilacap hingga Rumah Sakit berbasis green hospital di Kabupaten Semarang.

Magnet Baru

Kepala Administrator KEK Kendal dan KEK Batang, Tjertja Karja Adil, menegaskan bahwa Jawa Tengah kini menjadi magnet baru investasi. “Ada relokasi industri dari China dan Korea ke Kendal dan Batang. Kalau tidak ikut sekarang, bisa rugi besar,” katanya.

Saat ini, terdapat 128 perusahaan di KEK Kendal dan 48 perusahaan di KEK Batang, yang berasal dari negara-negara seperti Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, dan Singapura.

Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Iklim Penanaman Modal BKPM Riyatno menyebut Jateng sebagai salah satu provinsi paling potensial untuk pengembangan investasi nasional.

“Potensi Jawa Tengah besar. SDM kuat, proyek strategis tersedia, dan pemerintah daerah aktif mendorong investasi,” ungkapnya.

Hingga triwulan I tahun 2025, realisasi investasi Jateng mencapai Rp21,85 triliun atau 27,89 persen dari target Rp78,33 triliun. Terdiri dari Rp7,77 triliun dari PMDN dan Rp14,08 triliun dari PMA.

Lima sektor tertinggi investasi adalah industri tekstil, kulit dan alas kaki, karet dan plastik, makanan, serta kawasan industri dan perkantoran. Adapun lima negara utama penanam modal asing yakni Tiongkok, Korea Selatan, Hongkong, Singapura, dan Belanda. Total proyek yang terealisasi mencapai 20.431 dan berhasil menyerap 97.550 tenaga kerja. (*)

You Might Also Like

Pinjol Melejit Tajam, Utang Digital Tembus Rp100 Triliun

Pemerintah Fokus Tambah Dokter Spesialis

Husein Pati Kembali Jadi Sorotan! Kalah KO dari Eko di Ring Combat Sport Purwodadi

Menkomdigi Beberin “Bisnis Gelap” di Balik Live Streaming Demo, Nyambung ke Judi Online!

BMKG Prediksi Kemarau 2026 Datang Lebih Cepat

TAGGED:featuredheadlineinvestasi jatengpemprov jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article JALANI SIDANG: Aipda Robig Zaenudin menjalani sidang lanjutan kasus penembakan siswa SMK di Pengadilan Negeri Semarang, Selasa (29/7). (Foto: bae) Aipda Robig Protes Jaksa Tak Mau Putar Rekaman CCTV
Next Article Jateng-Inggris Jajaki Kerja Sama EBT, Pendidikan, dan Keamanan Siber

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

FPP Undip dan Pertamina Bikin KKN Naik Kelas di Pedurungan

Ngaji Pancasila: IKAL Lemhannas Ajak Anak Muda Jadikan Pancasila Gaya Hidup

MINTA MAAF--Pengawal tahanan KPK, Rusli minta maaf kepada massa jika tangannya tak sengaja mengenai Sudewo, Senin (29/6/2026). (bae)

Isu Sudewo Dipukul Bikin Pendukung Marah, Pengawal KPK Minta Maaf: Bukan Maksud Saya Sengaja

Muhammad Jhasani, Lurah Jabungan, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang. (dul)

Langganan Bencana Kekeringan, Kini Jabungan Siapkan Strategi Baru Hadapi Kemarau

MASSA RICUH--Massa pendukung Bupati Pati nonaktif, Sudewo, melembari kayu dan barang sekenanya ke depan pintu masuk pengadilan, Senin (29/6/2026). (bae)

Pengadilan Tipikor Semarang Rusuh, Massa Pendukung Sudewo Jebol Gerbang

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Fokus

Pemprov: Jumat Boleh WFH, Kecuali Eselon 1 dan 2

April 6, 2026
Ekonomi

Tol Bawen-Yogyakarta Ditarget Beroperasi 2026

Juli 26, 2025
BGN mengajukan anggaran untuk program MBG tahun 2026 sebesar Rp 335 triliun. Sasaran 82,9 juta penerima. Dalam setiap bulan sebesar Rp25 triliun.
Unik

BGN Ajukan Anggaran MBG 2026 ke DPR Sebesar Rp 335 Triliun

Juli 15, 2025
Hukum

OTT Ketiga di Jateng, Gubernur: “Sudah Diingatkan Berkali-kali, Jangan Kebablasan”

Maret 15, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Jateng Tawarkan Iklim Investasi Kondusif, 15 Proyek Strategis Siap Digarap
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?