Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Keliling Dunia melalui Musik, Kota Lama Orchestra Buktiin Perbedaan Bisa Jadi Harmoni
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Keliling Dunia melalui Musik, Kota Lama Orchestra Buktiin Perbedaan Bisa Jadi Harmoni

R. Izra
Last updated: Juli 12, 2026 9:32 pm
By R. Izra
4 Min Read
Share
MUSIK LINTAS BATAS - Kota Lama Orchestra (KLO) langsung mengajak penonton berkeliling dunia lewat musik dalam pagelaran di Amphitheater Awanncosta, Semarang, Jumat (10/7/2026) malam. (dul)
MUSIK LINTAS BATAS - Kota Lama Orchestra (KLO) langsung mengajak penonton berkeliling dunia lewat musik dalam pagelaran di Amphitheater Awanncosta, Semarang, Jumat (10/7/2026) malam. (dul)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Perbedaan bukan ancaman untuk bersatu. Ia justru adalah jantung untuk merajut keindahan dalam sebuha harmoni.

Angin laut berembus pelan, langit mulai gelap, dan tribun Amphitheater Awanncosta dipenuhi penonton dari berbagai usia. Jumat (10/7/2026) malam itu, bukan cuma musik yang memenuhi udara. Ada satu pesan yang ikut mengalun di setiap nada: perbedaan ternyata bisa terdengar begitu indah.

Begitu lampu panggung menyala, Kota Lama Orchestra (KLO) langsung mengajak penonton berkeliling dunia lewat musik. Sebanyak 14 lagu dari berbagai belahan dunia dimainkan, mulai dari Balkan, Eropa, Amerika Latin, Arab, Afrika, China, Melayu, hingga Nusantara.

Bacaaja: Book Lovers Wajib Mampir! Bazar Buku Internasional Digelar di Queen City Mall Semarang
Bacaaja: Bulan Bung Karno Diperingati Lewat Musik, Teater, dan Puisi di TBRS Semarang

Setiap lagu disambut tepuk tangan meriah. Ada yang sibuk merekam dengan ponsel, ada juga yang memilih menikmati setiap denting musik sambil memandang laut di kejauhan.

Di bawah arahan konduktor asal Belanda, Johnny Rahaket, puluhan musisi memainkan instrumen mereka dengan penuh penghayatan. Ketika lagu-lagu ceria dimainkan, penonton ikut bersorak. Saat irama berubah lembut, seluruh tribun seolah kompak terdiam menikmati setiap nada yang berpadu dengan suara debur ombak.

Tapi konser malam itu ternyata bukan cuma soal musik.

Di balik penampilan megah tersebut, Kota Lama Orchestra membawa sebuah filosofi yang sudah menjadi identitas mereka sejak pertama kali tampil pada pembukaan Festival Kota Lama (FKL) Semarang ke-14 tahun 2025, yakni “The Sound of Diversity.”

Saat membuka acara, Krisna dari Club Merby menjelaskan bahwa keberagaman bukan sekadar tema konser, melainkan napas yang menghidupi seluruh perjalanan KLO.

“KLO adalah The Sound of Diversity,” ujarnya.

Kalimat itu bukan sekadar slogan.

Di dalam satu orkestra, berkumpul orang-orang dengan cerita yang benar-benar berbeda. Ada yang masih duduk di bangku sekolah dasar, ada mahasiswa, pekerja, guru musik, hingga mereka yang sudah menyelesaikan pendidikan magister.

“Anggotanya dari generasi baby boomer sampai generasi alpha,” kata Krisna.

Kemampuan mereka pun beragam. Ada yang baru belajar membaca not balok, sementara yang lain sudah bertahun-tahun mengajar musik.

“Dari yang baru bisa baca beberapa not sampai yang sudah menjadi guru musik.”

Perbedaan latar pendidikan juga menjadi warna tersendiri.

“Ada yang masih SD sampai yang sudah master di perguruan tinggi,” lanjutnya.

Namun begitu lampu panggung menyala, semua perbedaan itu seolah menghilang. Tak ada lagi pemain senior atau pemula. Tak ada sekat usia maupun profesi. Yang terdengar hanya satu: harmoni.

Semangat itulah yang juga sejalan dengan tema Festival Kota Lama Semarang, “Kuno, Kini, Nanti”, yang mempertemukan masa lalu, masa kini, dan masa depan dalam satu ruang. Persis seperti Kota Lama Orchestra yang menyatukan banyak latar belakang menjadi satu pertunjukan yang utuh.

Saat lagu terakhir berakhir, tepuk tangan panjang menggema memenuhi amphitheater. Beberapa penonton bahkan masih bertahan di kursinya, seolah belum rela meninggalkan suasana malam itu.

Lewat musik, Kota Lama Orchestra seakan mengingatkan bahwa perbedaan bukan sesuatu yang harus diperdebatkan. Justru dari keberagaman itulah harmoni bisa tercipta.

“Energi yang berasal dari keragaman itu sungguh luar biasa,” pungkas Krisna. (dul)

You Might Also Like

Pemenang Babak Play-Off Penentu Ditunggu Tim Bertabur Bintang di Perempat Final Soekarno Cup 2025

Pemprov Salurkan Bantuan Ratusan Juta ke Empat Daerah Terdampak Banjir

18 Daerah di Jateng Dapat Suntikan Dana Tambahan Rp268 Miliar

Kemarau Belum Puncak, Pemprov Sudah Guyur 3,2 Juta Liter Bantuan Air Bersih

Bareskrim Tetapkan Tersangka Ijazah Palsu, Wagub Babel Tempuh Praperadilan

TAGGED:awanncostaklokonser musikKota Lama OrchestraSemarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article BAZAR BUKU - Pengunjung sedang memilah dan memilih buku di bazar buku internasional Big Bad Wolf (BBW) Books di The Suri Ballroom, Queen City Mall, Semarang. BBW Books berlangsung dari 9 hingga 19 Juli 2026. (dul) Book Lovers Wajib Mampir! Bazar Buku Internasional Digelar di Queen City Mall Semarang
Next Article Siapa Nih yang Teledor? 183 Tumbler Ketinggalan di Kereta

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

SIDANG KORUPSI--Para saksi dimintai keterangan dalam sidang korupsi terdakwa Fadia Arafiq, Bupati Pekalongan, Kamis (27/8/2026). (bae)

ART ‘Disulap’ Jadi Direktur Perusahaan Keluarga Fadia, Gelagapan saat Dicecar KPK

Pimpinan massa Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) Supriyono alias Botok. (ist)

“Kami Pulang Dulu”, Warga Pati Pamit setelah Bikin Kesepakatan dengan Pimpinan DPR RI

Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kasus Karhutla Jateng Melonjak 700 Persen, Timbulkan Kerugian Miliaran Rupiah

Gunung Ungaran Mau Dibor? Tenang, Jalannya Masih Panjang

Sehari Tiga Iman, Agustina: Beda Bukan Berarti Berjarak

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Hukum

Dokter Zara, Senior Toxic di PPDS Undip Divonis Sembilan Bulan Penjara

Oktober 1, 2025
Ekonomi

Pemkot Semarang Kumpulkan Pelaku Wisata Bahas Arah Baru Pariwisata Kota

Oktober 8, 2025
AKBP Basuki berdiri usai jalani sidang di PN Semarang, Rabu (11/3/2026). (bae)
Hukum

Jaksa Ungkap Kejamnya AKBP Basuki: Teman Wanitanya Sekarat, Eh Malah Ditinggal Tidur

Maret 11, 2026
TES UKBI--Siswa SMAN 6 Semarang sedang mengikuti Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) yang digelar secara kolektif di aula sekolah, Selasa (11/8/2026). (bae)
Pendidikan

SMAN 6 Semarang Jadi Sekolah Pertama Gelar UKBI 2026

Agustus 11, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Keliling Dunia melalui Musik, Kota Lama Orchestra Buktiin Perbedaan Bisa Jadi Harmoni
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?