BACAAJA, BEKASI – Fakta baru soal kecelakaan maut di Stasiun Bekasi Timur mulai terkuak. Insiden yang melibatkan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek ini diduga berawal dari satu hal yang kelihatannya “sepele”, tapi berujung fatal: sebuah taksi listrik mogok di tengah rel.
Menurut keterangan saksi di lokasi, taksi berwarna hijau itu sudah cukup lama berhenti di atas lintasan. Warga sempat mencoba membantu, tapi nggak berhasil.
“Mobilnya nggak bisa didorong karena sistemnya ngunci. Jadi rodanya nggak bisa gerak,” ujar Dinti, salah satu saksi mata di lokasi.
Bacaaja: BREAKING NEWS: Kecelakaan Maut Kereta Argo Anggrek Vs KRL Commuter Line, Penumpang Terjepit
Bacaaja: Update Kecelakaan KRL Vs Argo Bromo: 7 Korban Tewas, Masih Ada Penumpang Terjepit
Nggak lama setelah itu, KRL dari arah Cikarang menuju Jakarta melintas dan langsung menabrak taksi yang masih terjebak di rel. Benturannya bikin mobil terseret hingga sekitar 100 meter.
Beruntung, sopir taksi sudah lebih dulu keluar, jadi nggak ada korban dari dalam kendaraan. Tapi masalah nggak berhenti di situ.
Setelah insiden pertama, posisi KRL jadi berhenti di jalur. Dalam waktu yang nggak lama, KA Argo Bromo Anggrek yang datang dari arah belakang langsung menghantam rangkaian KRL tersebut.
Benturan kedua ini yang bikin kondisi jadi parah banget, terutama di bagian gerbong wanita yang mengalami kerusakan serius.
Pihak PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan instansi terkait masih mendalami penyebab pasti kecelakaan beruntun ini. Mulai dari sistem keamanan perlintasan, komunikasi antar kereta, hingga penanganan kendaraan mogok di jalur rel, semuanya lagi dievaluasi.
Sementara itu, pihak perusahaan taksi listrik, Green SM Indonesia, juga sudah buka suara. Mereka menyatakan siap bekerja sama penuh dalam proses investigasi.
“Kami mendukung penuh proses penyelidikan dan tetap berkomitmen menjaga standar keselamatan,” tulis pernyataan resminya di akun Instagram @id.greensm.
Kejadian ini jadi reminder keras: masalah kecil di perlintasan kereta bisa berujung besar kalau nggak ditangani cepat. Kendaraan mogok di rel bukan cuma soal teknis, tapi bisa berdampak ke banyak nyawa.
Hingga saat ini, proses evakuasi dan penyelidikan masih terus berjalan. (*)

