BACAAJA, SEMARANG – Mau cari buku bacaan berkualitas? Book lovers wajib mampir di Queen City Mall Semarang.
Siap-siap kalap kalau mampir ke Queen City Mall Semarang. Ribuan buku impor berjejer rapi di bazar buku internasional yang digelar sejak awal Juli. Mulai dari novel, bisnis, self improvement, buku anak, sampai buku resep, semuanya sukses bikin pengunjung betah berlama-lama berburu bacaan.
Sejak pintu masuk dibuka, suasana bazar langsung ramai. Banyak pengunjung terlihat asyik membolak-balik halaman buku, membandingkan judul, hingga keluar membawa setumpuk buku incaran menuju kasir.
Bacaaja: Pesona Indonesia Bikin Pecah Bazar Amal di Bucharest
Bacaaja: Tongkrongan Mahasiswa sampai Ojol, Lapak Baca Gratis di Taman Ngaliyan Curi Perhatian
Bazar ini menghadirkan koleksi buku berbahasa Inggris dari berbagai genre yang jarang ditemui di toko buku biasa. Nggak heran kalau pengunjungnya bukan cuma warga Semarang, tapi juga datang dari luar kota.
Salah satunya Nonoi, warga asal Pontianak yang kini tinggal di Ngaliyan. Ia mengaku hampir tidak pernah melewatkan bazar buku internasional setiap kali hadir di Indonesia.
“Hampir setiap tahun saya pasti datang. Karena saya memang cari buku impor, kan agak susah kalau di toko biasa,” ujarnya, Jumat (10/7/2026).
Sebelum tinggal di Semarang, Nonoi rutin mengunjungi bazar serupa saat berada di Yogyakarta hingga Jakarta. Tahun ini menjadi pengalaman pertamanya berburu buku impor di Semarang.
Ia mengaku sedang mencari buku bertema craft dan resep masakan yang bisa menunjang usahanya.
“Untuk saya sangat menyenangkan dan sangat membantu,” katanya.
Meski puas dengan koleksi yang tersedia, Nonoi berharap ke depan pilihan buku bertema fashion bisa diperbanyak.
“Referensi buku fashion-nya agak kurang. Tidak seperti waktu saya di Jakarta,” ungkapnya.
Cerita serupa datang dari Pandu Bawana, mahasiswa Universitas AKI (UNAKI) Semarang asal Lampung. Awalnya ia hanya penasaran ingin melihat suasana bazar. Tapi begitu masuk, ia langsung dibuat kaget dengan banyaknya koleksi buku impor yang dipajang.
“Saya sebenarnya tidak mengincar buku tertentu, cuma ingin lihat event-nya. Ternyata kaget, buku-bukunya luar semua,” katanya.
Menurut mahasiswa semester tujuh itu, bazar seperti ini membuka kesempatan bagi pembaca untuk mendapatkan buku-buku yang belum tersedia dalam versi bahasa Indonesia.
“Pasti banyak yang tertarik, karena tidak semua buku itu ditranslate. Jadi adanya buku impor seperti ini menarik, apalagi harganya masih terjangkau,” ujarnya.
Selain koleksi bukunya yang lengkap, Pandu juga mengaku suka dengan konsep bazarnya yang terasa nyaman.
“Tempatnya bagus, kesannya mewah. Semoga event seperti ini lebih sering diadakan di Semarang,” katanya.
Ia pun mengajak anak muda yang hobi membaca untuk datang langsung dan merasakan sensasi berburu buku impor.
“Cobain aja datang dulu, siapa tahu tertarik,” tutupnya. (dul)

