Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Borobudur Ajak Lima Daerah Berbagi Panggung Wisata
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Plesir

Borobudur Ajak Lima Daerah Berbagi Panggung Wisata

Selama bertahun-tahun, Borobudur menjadi magnet yang menyedot jutaan wisatawan ke Jateng. Namun kini, candi warisan dunia itu tak lagi ingin bersinar sendirian.

T. Budianto
Last updated: Juni 4, 2026 5:38 pm
By T. Budianto
4 Min Read
Share
PUNCAK PERAYAAN: Ratusan umat Buddha berkumpul di Lapangan Lumbini, kompleks Candi Borobudur mengikuti puncak perayaan Hari Raya Tri Sudi Waisak tahun lalu. (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, TEMANGGUNG– Pemprov Jateng mulai merancang kawasan wisata terintegrasi yang menjadikan Borobudur sebagai pintu masuk menuju berbagai destinasi unggulan di wilayah Keburejo-Gelangmanggung.

Konsep tersebut menjadi salah satu agenda utama dalam Rembug Pembangunan Jawa Tengah yang digelar di Pendopo Kabupaten Temanggung, Rabu (3/6/2026).

Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi menegaskan, Borobudur tidak boleh lagi diposisikan sebagai destinasi yang berdiri sendiri. Menurutnya, kawasan wisata kelas dunia selalu dibangun dengan sistem konektivitas yang membuat wisatawan bergerak dari satu destinasi ke destinasi lain.

“Di Turki, begitu masuk langsung ditawari destinasi ke beberapa tempat. Semua terkoneksi. Di wilayah eks Karesidenan Kedu juga harus begitu,” ujar Luthfi.

Baca juga: Saat 2.570 Lampion Naik ke Langit Borobudur

Menurutnya, dampak ekonomi dari Borobudur harus bisa mengalir hingga ke daerah-daerah sekitar. Wisatawan yang datang ke kawasan candi terbesar di dunia itu bisa diarahkan menikmati pantai-pantai Kebumen, wisata alam Sindoro-Sumbing di Temanggung, hingga berbagai destinasi unggulan di Purworejo dan Magelang.

Karena itu, Pemprov Jateng mulai menyusun integrasi kawasan wisata yang mencakup Borobudur, Kopeng, Rawa Pening, Purworejo, kawasan Geopark Kebumen, hingga deretan destinasi pantai di pesisir selatan.

Selain membangun konektivitas destinasi, pemerintah juga menyiapkan penguatan desa wisata sebagai penopang utama ekosistem pariwisata. Kabupaten Magelang menargetkan pengembangan 50 desa wisata baru, Purworejo 45 desa wisata, Kebumen 35 desa wisata, Temanggung 30 desa wisata, dan Kota Magelang lima desa wisata.

Jadi Prioritas

“Kami siapkan sekarang agar pada 2027 tinggal pelaksanaan. Infrastruktur menuju destinasi wisata juga harus menjadi prioritas,” kata Luthfi. Tak berhenti di situ, Luthfi juga meminta pemerintah daerah lebih agresif menghadirkan berbagai event wisata. Menurutnya, jumlah kegiatan yang digelar saat ini masih belum cukup untuk menjaga arus wisatawan sepanjang tahun.

“Kalau setahun baru 100 event, itu masih kurang. Tambah lagi. Pariwisata ini sektor yang tidak mengenal resesi,” tegasnya. Gagasan tersebut mendapat respons positif dari para kepala daerah yang hadir.

Bupati Magelang, Grengseng Pamuji bahkan mengusulkan agar kawasan Borobudur dapat dibuka pada malam hari. Menurutnya, kebijakan tersebut berpotensi memperpanjang lama tinggal wisatawan sekaligus meningkatkan okupansi hotel di Magelang. “Kami berupaya agar Borobudur bisa dibuka malam hari. Dengan begitu potensi okupansi perhotelan di Magelang bisa ikut terangkat,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Temanggung Agus Setyawan berharap promosi Borobudur dapat dikolaborasikan dengan pengembangan kawasan wisata Sindoro-Sumbing yang saat ini terus tumbuh bersama komunitas lokal.

Baca juga: Waisak Belum Mulai, Borobudur Sudah Full Booking

Di sisi lain, Wakil Bupati Kebumen, Zaeni Miftah mengusulkan adanya kalender event terpadu antardaerah agar promosi wisata lebih terkoordinasi dan jadwal kegiatan tidak saling bertabrakan. “Kami ingin ada koordinasi dan kolaborasi untuk kalender event agar tidak bentrok,” katanya.

Melalui integrasi destinasi, pengembangan desa wisata, serta kolaborasi promosi antardaerah, Borobudur diharapkan bukan hanya menjadi ikon wisata dunia, tetapi juga lokomotif ekonomi yang mampu menarik gerbong kesejahteraan bagi seluruh kawasan Keburejo-Gelangmanggung.

Selama ini Borobudur seperti artis utama yang selalu tampil di panggung depan, sementara destinasi lain hanya menjadi figuran di belakang layar. Jika rencana ini berhasil, wisatawan mungkin akan sadar bahwa Jawa Tengah bukan cuma soal satu candi, melainkan cerita panjang yang tersebar dari puncak gunung hingga bibir pantai. (tebe)

You Might Also Like

Ekonom Senior Kelahiran Pati Kwik Kian Gie Wafat, Kader PDIP Pernah Jadi Penasihat Ekonomi Prabowo

Coblosan Mau Go Digital? Usul E-Voting Pilkada Mulai Dipikirin Serius

Borobudur Marathon Naik Level, Kuota 12.500 Pelari Dibuka

Siswa Berprestasi SMK Purworejo Dilaranag Ikut Ujian, Cuma Gegara Ini

Coach Andri: “Gas Terus, Tapi Jangan Lupa Rem!”

TAGGED:ahmad luthfiborobudurheadlinepemprov jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Ilustrasi armada BRT Trans Jateng. Mulai 2027, Trans Jateng Sambungkan Magelang-Temanggung
Next Article DITANAMI PISANG - Warga menanam pohon pisang di jalan provinsi ruas Randublatung-Cepu, Kabupaten Blora. Setelah Viral Ditanami Pohon Pisang, Jalan Randublatung–Cepu Akhirnya Diperbaiki

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Megawati: “Kudatuli Bukan Debu Sejarah, Itu Luka Demokrasi yang Belum Selesai”

PB Ismapeti Pilih Turun ke Panti Demi Gizi Tepat Sasaran

Ribuan Atlet Muda Siap Adu Gengsi di POPDA

BIDIK KASUS - Ilustrasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

KPK Pasang Alarm buat Proyek Kipas Kopdes

Ilustrasi desa tertinggal di Jateng, tak mempunyai akses jalan yang layak dilintasi.

Tak Ada Lagi Desa Sangat Tertinggal di Jateng, Tapi Rob dan Akses Masih Jadi PR

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Mantan Bupati Klaten, Sri Mulyani jadi saksi sidang korupsi Plaza Klaten di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (28/1/2026). (bae)
Hukum

Sri Mulyani Dihadirkan Jaksa sebagai Saksi Sidang Korupsi Plaza Klaten, Ungkap Hal Ini

Januari 28, 2026
Ekonomi

Soloraya Great Sale 2025 Sukses, Siap Jadi Percontohan Nasional

Agustus 5, 2025
Pendidikan

Titip Anak Masuk Sekolah? RAW: Maaf, Kursinya Nggak Bisa Ditambah Kayak Bangku Hajatan

Juni 13, 2026
Ekonomi

Gubernur: Stok Elpiji Jateng Lagi “Overload”

April 8, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Borobudur Ajak Lima Daerah Berbagi Panggung Wisata
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?