BACAAJA, BLORA – Setelah sempat viral karena ditanami pohon pisang oleh warga, ruas jalan Randublatung–Cepu di Kabupaten Blora akhirnya mulai diperbaiki Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Jalan yang selama ini dikeluhkan warga karena rusak parah itu kini mulai mendapatkan penanganan di sejumlah titik. Pemprov Jateng juga memastikan bakal menambah anggaran perbaikan lewat Anggaran Perubahan 2026.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengatakan proses perbaikan sudah berjalan dan akan terus dioptimalkan dalam beberapa bulan ke depan.
Bacaaja: Jalan Rusak: Ujian Keseriusan Tata Kelola Infrastruktur Daerah
Bacaaja: Petani Tebu Blora Tak Mau Panennya Berakhir Jadi Cerita
“Perbaikannya sudah berjalan. Nanti saat perubahan anggaran pada September, ruas yang belum maksimal akan kita optimalkan lagi,” kata Luthfi, Kamis (4/6/2026).
Sebelumnya, kondisi jalan Randublatung–Cepu ramai jadi sorotan di media sosial. Warga yang kesal karena jalan rusak bertahun-tahun sampai menanam pohon pisang di tengah jalan sebagai bentuk protes.
Aksi itu langsung viral dan memicu banyak komentar dari netizen. Banyak pengguna jalan mengeluhkan jalan berlubang yang dinilai membahayakan pengendara, terutama saat musim hujan.
Pemprov Jateng sendiri sebelumnya sudah menggelontorkan anggaran sekitar Rp75 miliar untuk Kabupaten Blora. Rinciannya, Rp45 miliar untuk jalan provinsi dan Rp30 miliar guna membantu pembangunan jalan kabupaten maupun kota.
Meski begitu, tingginya curah hujan beberapa bulan terakhir membuat kerusakan jalan di sejumlah titik makin cepat parah.
Karena itu, pemerintah kembali melakukan evaluasi dan pemetaan ruas jalan yang perlu diprioritaskan untuk diperbaiki.
“Kita petakan lagi mana jalan yang rusak berat dan mana yang belum mantap. Itu yang akan menjadi prioritas penanganan berikutnya,” ujar Luthfi.
Masuknya musim kemarau juga dianggap jadi momentum yang pas untuk mempercepat pekerjaan perbaikan jalan di lapangan.
Pemprov berharap perbaikan ruas Randublatung–Cepu bisa membuat aktivitas warga lebih lancar, mengurangi risiko kecelakaan, sekaligus mendukung jalur ekonomi masyarakat di wilayah Blora dan sekitarnya. (dul)

