BACAAJA, SEMARANG – Cara mengajar di kelas terus berubah. Karena itu, guru-guru madrasah aliyah swasta di Kota Semarang diajak belajar meracik pembelajaran yang lebih interaktif lewat pelatihan yang digelar di Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim (Unwahas).
Pelatihan ini fokus pada pemanfaatan teknologi digital dalam proses belajar mengajar. Mulai dari koding, Canva Code, sampai kecerdasan artifisial atau AI dikenalkan kepada para peserta.
Guru-guru yang tergabung dalam Paguyuban Keluarga Madrasah Aliyah Swasta (PKMAS) mendapat bekal cara membuat media pembelajaran yang lebih menarik. Tujuannya agar siswa tidak hanya mendengar penjelasan guru, tetapi juga lebih aktif mengikuti pelajaran.
Bacaaja: Unwahas Buka Prodi Teknik Pertambangan Pertama di Jateng, Siap Cetak Bos Tambang!
Bacaaja: Dengar Wuhan Ingat Covid-19? Dosen Unwahas Terbang ke Sana Dalami AI untuk Ngajar
Di era digital seperti sekarang, kebutuhan pembelajaran juga ikut berubah. Karena itu, guru dituntut mampu beradaptasi dan memanfaatkan teknologi untuk menunjang kegiatan belajar di kelas.
Ketua PKMAS, Nadlirin, menyambut positif kegiatan tersebut. Menurutnya, penguasaan teknologi menjadi bekal penting bagi guru untuk menghadapi tantangan pendidikan saat ini.
Lewat pelatihan itu, para guru tidak hanya diajarkan menjadi pengguna teknologi. Mereka juga didorong agar mampu membuat dan mengembangkan media pembelajaran secara mandiri.
Dekan Fakultas Teknik Unwahas, Imam Syafaat, mengatakan kegiatan ini menjadi bentuk kolaborasi antara perguruan tinggi dan madrasah dalam mendorong transformasi pendidikan.
“Kegiatan ini juga menjadi ruang kolaborasi antara perguruan tinggi dan madrasah dalam mendorong transformasi digital di dunia pendidikan,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya sebagaiman dikutip Selasa (23/6/2025).
Selama pelatihan, peserta tidak hanya menerima materi di dalam kelas. Mereka juga diajak berdiskusi dan praktik langsung membuat media pembelajaran digital.
Berbagai fitur berbasis koding dan AI dicoba secara langsung. Dengan begitu, para guru bisa merasakan bagaimana teknologi dapat membantu menyusun materi ajar yang lebih kreatif dan efektif. (bae)

