BACAAJA, SEMARANG – Kota Semarang bakal mengirim penulis lokal ke Prancis. Program ini menjadi salah satu hasil pembahasan antara Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti dan Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Fabien Penone, saat bertemu Kamis (6/8/2026).
Rencana itu merupakan bagian dari kerja sama budaya yang lebih luas antara Semarang dan Prancis.
Salah satu program yang akan dijalankan ialah Residensi Penulis Semarang–Prancis. Melalui program ini, novelis internasional Louis-Philippe Dalembert dijadwalkan menetap di Semarang selama tiga bulan mulai September 2026.
Bacaaja: Jejak Sastra di Dua Stasiun Tua, Dubes Prancis Lacak Perjalanan Penyair Dunia di Jalur Kereta Jawa
Bacaaja: Agustina Buka Pameran di Lawang Sewu: Jejak Penyair Legendaris Prancis Arthur Rimbaud Lintasi Jawa
Sebagai timbal balik, Pemerintah Kota Semarang juga menyiapkan penulis lokal untuk mengikuti program residensi sastra di Prancis.
“Kami ingin kerja sama ini berjalan dua arah. Pertukaran ini menghadirkan penulis dunia ke Kota Semarang sekaligus membuka jalan bagi penulis Indonesia untuk berkarya di Prancis,” ujar politikus PDIP itu.
Ia berharap kelak lahir karya-karya sastra dari sudut pandang anak bangsa yang dibaca masyarakat dunia.
Menurutnya, kerja sama dengan Prancis tidak hanya berhenti pada penyelenggaraan pameran atau kegiatan seremonial. Pemerintah Kota Semarang ingin menjadikannya sebagai investasi jangka panjang untuk pengembangan sumber daya manusia, pariwisata, ekonomi kreatif, hingga pelestarian warisan budaya.
“Kota Semarang sejak dahulu merupakan kota perjumpaan. Keterbukaan terhadap kolaborasi selalu melahirkan kemajuan. Karena itu, kerja sama dengan Prancis kami arahkan sebagai investasi jangka panjang,” ujarnya.
Selain program residensi penulis, kedua pihak juga membahas sejumlah rencana kolaborasi lain. Di antaranya keikutsertaan Semarang dalam Urban Sketchers Symposium 2027 di Prancis untuk mempromosikan Kawasan Kota Lama, pelatihan pemandu wisata berbahasa Prancis, festival film, hingga pelestarian bangunan cagar budaya.
Agustina menilai sejarah panjang hubungan Semarang dan Prancis, termasuk jejak penyair Arthur Rimbaud yang pernah singgah di kota ini pada 1876, bisa menjadi pintu masuk untuk memperluas kerja sama di berbagai bidang. (bae)

