Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Fomo Berujung Hobi, Padel Makin Digemari Anak Muda Semarang
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Fokus

Fomo Berujung Hobi, Padel Makin Digemari Anak Muda Semarang

R. Izra
Last updated: Agustus 7, 2026 1:03 pm
By R. Izra
3 Min Read
Share
MAIN PADEL--Elsa dan rekannya sedang bermain padel di Gets Coutrs Semarang. (bae)
MAIN PADEL--Elsa dan rekannya sedang bermain padel di Gets Coutrs Semarang. (bae)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Demam padel makin terasa di Semarang. Olahraga itu pelan-pelan punya tempat di hati warga Kota Atlas. Tak sedikit yang awalnya hanya ikut tren, tapi akhirnya ketagihan bermain.

Salah satunya Elsa Elningtyas. Perempuan yang sudah menekuni tenis itu mengaku mulai mencoba padel sejak awal 2025 karena penasaran mengikuti tren yang sedang ramai.

“Awalnya fomo, jujur. Karena basic saya tenis, jadi pengin tahu bedanya tenis sama padel. Akhirnya coba dan sampai sekarang masih main,” ujar Elsa, Selasa (4/8/2026).

Bacaaja: Sport Tourism: Semarang Harus Menjual Pengalaman, Bukan Sekadar Pertandingan
Bacaaja: Semarang Open 2026 Jadi Arena Latihan Mental

Meski belum bermain setiap pekan, Elsa mengaku masih rutin turun ke lapangan sekitar dua kali dalam sebulan. Biasanya ia bermain di kawasan Semarang Timur.

Menurutnya, perkembangan fasilitas padel di Semarang juga semakin baik. Kini banyak lapangan yang dilengkapi ruang bilas atau shower room sehingga pemain bisa langsung melanjutkan aktivitas setelah berolahraga.

“Senang sih, berarti animonya memang ada. Sekarang fasilitasnya juga makin lengkap. Habis main bisa langsung mandi kalau mau lanjut aktivitas lain,” katanya.

Elsa menilai perkembangan padel di Semarang memang belum sepesat Jakarta. Namun, ia melihat komunitas dan pasar olahraga ini terus tumbuh.

Bahkan, menurutnya, turnamen padel di Semarang kini mulai bermunculan. Pesertanya pun tak hanya berasal dari Jawa Tengah, tetapi juga dari luar daerah.

“Kalau di Semarang tetap ada market-nya. Bahkan menurut saya sekarang turnamen padel lebih banyak daripada turnamen tenis. Antusiasmenya juga tinggi karena banyak peserta dari luar kota, bahkan luar Jawa Tengah,” ujarnya.

Ia juga menyinggung penyelenggaraan seri nasional padel yang sempat digelar di Semarang sebagai bukti bahwa olahraga tersebut mulai mendapat perhatian.

Hal senada disampaikan Alvin Jaya, mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) yang baru pertama kali mencoba padel. Baginya, olahraga ini menawarkan pengalaman bermain yang seru.

“Saya memang suka olahraga yang pakai tangan, seperti badminton. Pas coba padel ternyata asyik dan punya keseruannya sendiri,” ujarnya.

Alvin menilai kehadiran lapangan padel baru di Semarang menjadi kabar baik bagi masyarakat yang ingin mencoba olahraga tersebut. Menurutnya, fasilitas yang tersedia juga sudah cukup lengkap.

“Tempatnya bagus, lapangannya juga bagus. Fasilitasnya mendukung semua,” katanya.

Ia juga memastikan pemula tak perlu khawatir harus membeli perlengkapan mahal. Menurutnya, raket sudah tersedia untuk disewa sehingga pemain bisa langsung mencoba tanpa harus mengeluarkan biaya besar di awal.

“Kalau belum punya raket bisa sewa. Jadi lebih gampang buat yang baru mau coba,” ujarnya.

Soal biaya, Alvin menilai harga sewa lapangan di Semarang masih cukup ramah di kantong, termasuk bagi kalangan mahasiswa. (bae)

You Might Also Like

MTQ Nasional Bukan Sekadar Soal Lomba

Kekeringan Mengintai, Ada Wilayah Jateng Dua Bulan Nggak Hujan

Semarang Berubah Jadi Panggung Keberagaman Saat Pawai MTQ

Jaringan PDAM Semarang Mulai Masuk, Dua RW di Jabungan Masih Rawan Kekeringan

MTQ Tinggal Hitungan Hari, Tinggal Bikin Simpang Lima Kinclong

TAGGED:elsa elningtyasolahragapadeltenis
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Sisakanlah Satu Ruang Merdeka di Kepala Kita
Next Article KERJA SAMA--Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng bersama Dubes Prancis, Fabien Penone dalam acara pembukaan pemeran di Lawang Sewu, Kamis (6/8/2026). (bae) Peluang Penulis Lokal Semarang Berangkat ke Prancis, Pemkot Siapkan Program Residensi Sastra

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Uang Bertanda Tangan Purbaya Mulai Diburu Kolektor

Seniman senior Yogyakarta Susilo Nugroho, yang dikenal luas lewat karakter ikonik Den Baguse Ngarsa.

Den Baguse Ngarsa Berpulang, Dunia Seni-Budaya Jogja Kehilangan Salah Satu Cahaya Terangnya

Jepang Kekurangan Tenaga Sopir

Tren Positif Berlanjut, Gol Telat Hari Nur Selamatkan PSIS

GIIAS Semarang 2026 Kembali Digelar

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Petugas Dishub Semarang berjaga di tepi jalan kawasan BSB, mengahalau truk besar yang hendak menuju Jl. Prof Hamka, Ngaliyan, Senin (13/4/2026).
Fokus

Penertiban Truk Besar di Ngaliyan, Dishub Gerak Cepat atau Sudah Terlambat?

April 13, 2026
Fokus

Tanggul Silandak Kembali Jebol Diterjang Banjir

Mei 17, 2026
Fokus

Gubernur Jateng Gowes ke Kantor, ASN Diajak Ikut “Waras Energi”

April 9, 2026
Fokus

Semarang di Usia 479: Antara Harapan Warga dan Tantangan Kota

April 28, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Fomo Berujung Hobi, Padel Makin Digemari Anak Muda Semarang
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?