BACAAJA, SEMARANG – Demam padel makin terasa di Semarang. Olahraga itu pelan-pelan punya tempat di hati warga Kota Atlas. Tak sedikit yang awalnya hanya ikut tren, tapi akhirnya ketagihan bermain.
Salah satunya Elsa Elningtyas. Perempuan yang sudah menekuni tenis itu mengaku mulai mencoba padel sejak awal 2025 karena penasaran mengikuti tren yang sedang ramai.
“Awalnya fomo, jujur. Karena basic saya tenis, jadi pengin tahu bedanya tenis sama padel. Akhirnya coba dan sampai sekarang masih main,” ujar Elsa, Selasa (4/8/2026).
Bacaaja: Sport Tourism: Semarang Harus Menjual Pengalaman, Bukan Sekadar Pertandingan
Bacaaja: Semarang Open 2026 Jadi Arena Latihan Mental
Meski belum bermain setiap pekan, Elsa mengaku masih rutin turun ke lapangan sekitar dua kali dalam sebulan. Biasanya ia bermain di kawasan Semarang Timur.
Menurutnya, perkembangan fasilitas padel di Semarang juga semakin baik. Kini banyak lapangan yang dilengkapi ruang bilas atau shower room sehingga pemain bisa langsung melanjutkan aktivitas setelah berolahraga.
“Senang sih, berarti animonya memang ada. Sekarang fasilitasnya juga makin lengkap. Habis main bisa langsung mandi kalau mau lanjut aktivitas lain,” katanya.
Elsa menilai perkembangan padel di Semarang memang belum sepesat Jakarta. Namun, ia melihat komunitas dan pasar olahraga ini terus tumbuh.
Bahkan, menurutnya, turnamen padel di Semarang kini mulai bermunculan. Pesertanya pun tak hanya berasal dari Jawa Tengah, tetapi juga dari luar daerah.
“Kalau di Semarang tetap ada market-nya. Bahkan menurut saya sekarang turnamen padel lebih banyak daripada turnamen tenis. Antusiasmenya juga tinggi karena banyak peserta dari luar kota, bahkan luar Jawa Tengah,” ujarnya.
Ia juga menyinggung penyelenggaraan seri nasional padel yang sempat digelar di Semarang sebagai bukti bahwa olahraga tersebut mulai mendapat perhatian.
Hal senada disampaikan Alvin Jaya, mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) yang baru pertama kali mencoba padel. Baginya, olahraga ini menawarkan pengalaman bermain yang seru.
“Saya memang suka olahraga yang pakai tangan, seperti badminton. Pas coba padel ternyata asyik dan punya keseruannya sendiri,” ujarnya.
Alvin menilai kehadiran lapangan padel baru di Semarang menjadi kabar baik bagi masyarakat yang ingin mencoba olahraga tersebut. Menurutnya, fasilitas yang tersedia juga sudah cukup lengkap.
“Tempatnya bagus, lapangannya juga bagus. Fasilitasnya mendukung semua,” katanya.
Ia juga memastikan pemula tak perlu khawatir harus membeli perlengkapan mahal. Menurutnya, raket sudah tersedia untuk disewa sehingga pemain bisa langsung mencoba tanpa harus mengeluarkan biaya besar di awal.
“Kalau belum punya raket bisa sewa. Jadi lebih gampang buat yang baru mau coba,” ujarnya.
Soal biaya, Alvin menilai harga sewa lapangan di Semarang masih cukup ramah di kantong, termasuk bagi kalangan mahasiswa. (bae)

