BACAAJA, BEKASI- PSIS Semarang kembali menunjukkan mental bertanding setelah memaksakan hasil imbang 1-1 saat menghadapi Semen Padang dalam pekan kedua Pegadaian Championship 2026/2027 di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Minggu (20/9/2026) malam.
Gol penyama kedudukan yang dicetak kapten tim, Hari Nur Yulianto pada menit-menit akhir pertandingan menyelamatkan Mahesa Jenar dari kekalahan.
Hasil tersebut membuat PSIS mengoleksi tiga poin dari dua pertandingan, dengan catatan satu kemenangan dan satu hasil imbang. Perolehan itu dihitung setelah PSIS mengawali kompetisi dengan sanksi pengurangan satu poin akibat tidak lolos pemeriksaan atau pemenuhan lisensi klub (club licensing) yang ditetapkan PSSI.
Hasil imbang melawan Semen Padang juga memperpanjang rekor tak terkalahkan PSIS di bawah asuhan Widodo C Putro musim ini. Sebelum memasuki kompetisi resmi, skuat Mahesa Jenar tercatat belum menelan kekalahan dalam lima laga uji coba hingga pertandingan pekan pertama Championship.
Baca juga: Gol Sabda Bikin PSIS Raih Tiga Poin di Laga Perdana
Pertandingan berlangsung terbuka sejak menit awal. Kedua tim saling menyerang dan menciptakan sejumlah peluang. Namun, permainan keras terutama pada babak kedua membuat wasit beberapa kali menghentikan pertandingan untuk berkomunikasi dengan perangkat VAR.
Semen Padang berhasil membuka keunggulan saat laga baru berjalan delapan menit. Pemain asing mereka, Igor Cukovic, memaksimalkan umpan Stefano Lilipaly untuk membawa tuan rumah unggul 1-0.
Semen Padang kembali mengancam melalui Lilipaly pada menit ke-12. Namun, tendangannya masih melebar dari gawang PSIS yang dikawal Rizky Darmawan. Tiga menit berselang, giliran PSIS membangun serangan melalui Jonathan Bustos. Sayangnya, sontekan kaki kiri Bustos belum menemui sasaran.
Semen Padang kembali melakukan serangan cepat pada menit ke-18. Rizky Darmawan bahkan harus keluar dari sarangnya untuk menghalau bola yang mengarah ke pertahanan PSIS.
PSIS berusaha mengambil kendali permainan. Peluang emas untuk menyamakan kedudukan hadir pada menit ke-27 melalui sundulan Komang Tri yang memanfaatkan tendangan bebas. Namun, kiper Semen Padang Ikram Alghifari masih mampu menepis bola.
Dua menit berselang, PSIS kembali mendapatkan peluang melalui Deri Corfe. Pemain tersebut dijatuhkan bek lawan di luar kotak penalti sehingga menghasilkan tendangan bebas.
Deri Corfe melepaskan tendangan yang cukup berbahaya, tetapi Ikram kembali tampil sigap mengamankan gawang Kabau Sirah. Hingga babak pertama berakhir, Semen Padang tetap memimpin 1-0.
Jadi Penyelamat
Memasuki babak kedua, PSIS melakukan sejumlah perubahan komposisi pemain. Salah satunya dengan memasukkan Lorensius Sabda, yang sebelumnya mencetak gol kemenangan pada laga perdana Mahesa Jenar.
Kedua tim tetap menerapkan permainan terbuka. Pada menit ke-57, Semen Padang juga melakukan pergantian pemain dengan memasukkan Elisio Batista untuk menggantikan Spasojevic.
PSIS memperoleh peluang melalui tendangan bebas Deri Corfe pada menit ke-65. Bola sempat menimbulkan kemelut di depan gawang Semen Padang. Pemain PSIS kemudian melepaskan sepakan keras, tetapi kembali berhasil diamankan Ikram Alghifari.
Memasuki babak kedua, duel antarpemain semakin intens. Sejumlah pelanggaran keras membuat wasit mengeluarkan beberapa kartu kuning untuk kedua kesebelasan. Kapten Semen Padang, Safrudin Tahar, mendapat kartu kuning pada menit ke-78 setelah terlibat duel udara dengan Hari Nur Yulianto.
Baca juga: PSIS Bergabung di Grup Berat
PSIS akhirnya mendapatkan hasil yang dicari pada menit-menit akhir pertandingan. Hari Nur Yulianto mencetak gol penyama kedudukan melalui sepakan kaki kiri setelah menerima umpan dari Jonathan Bustos. Skor berubah menjadi 1-1.
Hingga peluit panjang dibunyikan, tidak ada gol tambahan yang tercipta. PSIS pun membawa pulang satu poin dari markas Semen Padang sekaligus mempertahankan catatan tak terkalahkan bersama Widodo C Putro.
Bagi PSIS, satu poin ini mungkin belum cukup untuk membuat posisi di klasemen langsung melompat. Namun, setidaknya Mahesa Jenar membuktikan bahwa pertandingan belum selesai sebelum peluit akhir berbunyi, dan Hari Nur tahu betul kapan harus datang sebagai penyelamat. (tebe)

