Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: GIIAS Semarang 2026 Kembali Digelar
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Ekonomi

GIIAS Semarang 2026 Kembali Digelar

Pameran otomotif pada 30 September-4 Oktober 2026 ini diikuti 19 merek kendaraan, termasuk 12 merek mobil listrik. Pemprov Jateng membuka peluang relaksasi untuk mendorong penjualan kendaraan bermotor.

T. Budianto
Last updated: September 21, 2026 4:34 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
PAMERAN OTOMOTIF: Pelaksanaan pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) Semarang 2025 yang berlangsung di Muladi Doom Undip. (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Pemprov Jateng memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) Semarang 2026.

Pameran otomotif yang digelar pada 30 September-4 Oktober tersebut diharapkan mampu meningkatkan penjualan kendaraan bermotor sekaligus mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD).

Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi mengatakan, industri otomotif menjadi salah satu sektor yang mendukung pergerakan orang dan barang. Karena itu, Pemprov Jateng berkomitmen mendukung pelaksanaan GIIAS di Kota Semarang.

“Pemprov Jateng akan mendukung gelaran GIIAS di Semarang ini, karena pergerakan orang dan barang itu menjadi salah satu prioritas, salah satunya melalui industri otomotif,” kata Ahmad Luthfi saat menerima audiensi pengurus Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) di kantornya, Senin (21/9/2026).

Baca juga: Relaksasi Pajak Kendaraan, Jateng Bidik Tambahan Duit Rp200 Miliar

Kepala Badan Pengelola Pendapatan Daerah (Bapenda) Jateng, Muhamad Masrofi mengatakan, pameran otomotif yang digelar secara rutin diharapkan dapat mendorong pertumbuhan penjualan kendaraan bermotor di wilayah tersebut.

Peningkatan penjualan kendaraan bermotor, lanjut dia, berpotensi memberikan dampak terhadap penerimaan PAD, termasuk dari sektor Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).

“Harapannya dengan sering dilakukan pameran ini dapat menumbuhkan penjualan kendaraan bermotor. Kita akan kolaborasi, bukan tidak mungkin nanti akan ada relaksasi yang diberikan, ini masih dihitung dulu,” ujar Masrofi seusai mendampingi Ahmad Luthfi.

Penerimaan Meningkat

Berdasarkan data Bapenda Jateng, penerimaan daerah dari BBNKB pada 2026 mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Meski demikian, rencana relaksasi untuk mendukung penyelenggaraan GIIAS masih dalam tahap penghitungan.

Sementara itu, Ketua Harian Gaikindo sekaligus Ketua Pameran GIIAS Semarang 2026 Anton Kumonty menyampaikan, sebanyak 19 merek kendaraan bermotor akan ambil bagian dalam pameran tahun ini.

Jumlah tersebut terdiri atas 18 merek mobil dan satu merek sepeda motor. Dari 18 merek mobil yang berpartisipasi, sebanyak 12 merek merupakan kendaraan listrik, sedangkan enam lainnya merupakan merek mobil konvensional.

Selain produsen kendaraan, GIIAS Semarang 2026 juga melibatkan 25 industri pendukung. “Tahun ini lebih banyak merek mobil listrik yang berpartisipasi dibandingkan tahun sebelumnya,” kata Anton.

Baca juga: Mulai 21 September, Jateng Hapus Denda dan Pajak Progresif Kendaraan

Ia menambahkan, penjualan kendaraan bermotor secara nasional juga menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun 2025. Hingga Agustus 2026 atau selama delapan bulan pertama, penjualan kendaraan bermotor telah mendekati 600.000 unit.

Angka tersebut meningkat sekitar 12 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Dengan semakin banyaknya merek kendaraan listrik yang ikut serta, GIIAS Semarang 2026 tidak hanya menjadi ajang pamer produk otomotif, tetapi juga ruang untuk memperkenalkan perkembangan teknologi kendaraan kepada masyarakat.

Pada akhirnya, pameran otomotif tak cukup hanya ramai pengunjung dan berkilau di bawah lampu. Tantangannya adalah bagaimana keramaian tersebut benar-benar berujung pada transaksi, pertumbuhan industri, dan penerimaan daerah, bukan sekadar foto di samping mobil baru. (tebe)

You Might Also Like

Pelanggar Lalin Kini Diawasi dari Langit

Bikin E-KTP Nggak Harus Ribet: Datang, Foto, Jadi

Perlintasan Brumbung: Ramai Dilewati, Sepi Perlindungan

22 Pendemo Pati yang Sempat Diciduk, Akhirnya Pulang Bawa Cerita

Pawai Ogoh-Ogoh: Semarang Nggak Cuma Ramai, Tapi Juga “Rukun Level Dewa”

TAGGED:giiasheadlinepameran otomotifpemprov jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Luthfi: Solar buat Melaut, Bukan Ditimbun
Next Article Tren Positif Berlanjut, Gol Telat Hari Nur Selamatkan PSIS

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Ditanya Penyadapan Listyo Sigit, Jokowi Pilih Diam

Dari SBY hingga Macron, Deretan Pemimpin Dunia yang Pernah Disadap

Semarang Bakal Punya Festival Sastra Besar, Agustina Ingin Puisi Turun ke Jalan

Modal Rp3 Juta, Film Siswa Pandanarum Go Internasional

BINCANG SASTRA - Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni (FPBS), Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), menggelar Seminar Nasional Literasi (Semitra) X secara daring pada Rabu (4/11/2026).

Sastra Indonesia Bisa Mendunia? Semitra X UPGRIS Ungkap Strateginya

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Daerah

Setahun Luthfi-Yasin, Konsep Collaborative Government Jadi Andalan

Februari 21, 2026
Fokus

Semarang Berubah Jadi Panggung Keberagaman Saat Pawai MTQ

September 12, 2026
MENGEMAS - Pekerja sedang mengemas tembakau di sebuah gudang di Temanggung, sebelum disetor ke industri rokok.
Ekonomi

Aturan Tar dan Nikotin Ancam Nasib Petani Tembakau, Golkar-PPP Temanggung Bereaksi Keras

Juni 12, 2026
TOLAK SEKBER - Sejumlah pegiat lintas seni-budaya di Kota Solo menolak pendirian Sekber oleh kelompok yang mengeklaim sebagai ahli waris Bonrojo, Selasa (15/9/2026).
Info

Keinginan Ahli Waris Sriwedari Dirikan Sekber Mendapat Penolakan, Sengketa Bonrojo Memanas

September 16, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: GIIAS Semarang 2026 Kembali Digelar
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?