BACAAJA, SEMARANG- Perayaan Tri Suci Waisak 2570 BE/2026 diprediksi bakal jadi magnet besar di kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang. Bukan cuma ramai secara spiritual, tapi juga diperkirakan bikin perputaran ekonomi lokal ikut menggeliat kencang.
Ketua DPD Perwakilan Umat Buddha Indonesia, Tanto Soegito Harsono mengatakan, antusiasme umat Buddha tahun ini melonjak cukup tinggi. Sampai pertengahan Mei, peserta yang sudah terdaftar mencapai sekitar 23 ribu orang dari berbagai daerah di Indonesia.
Mulai dari Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, NTB, Jakarta, Banten, hingga Jawa Tengah bakal meramaikan Waisak di Borobudur. “Biasanya pada hari H masih banyak yang datang langsung. Saat pelepasan lampion bisa bertambah hampir 10 ribu orang lagi,” kata Tanto.
Baca juga: 50 Biksu Jalan Kaki Lintas Kota ke Borobudur
Artinya, kawasan Borobudur bakal benar-benar “banjir manusia” saat puncak acara nanti. Efeknya sudah mulai terasa dari sekarang. Hotel, homestay, sampai penginapan milik warga di sekitar Borobudur disebut hampir penuh jauh sebelum hari pelaksanaan.
Warung makan, restoran, UMKM, hingga jasa transportasi juga diprediksi bakal ikut panen rezeki. “Dampaknya tentu besar untuk masyarakat, mulai hotel, homestay, warung makan, restoran, semuanya akan ramai menjelang Waisak,” ujarnya. Momentum libur panjang akhir Mei juga bikin Waisak tahun ini diperkirakan lebih ramai dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Wakil Ketua Panitia Waisak Nasional 2026, Karuna Murdaya mengatakan, dukungan penuh dari Ahmad Luthfi menjadi salah satu faktor penting dalam kelancaran penyelenggaraan acara. “Pak Gubernur pernah ikut sebelumnya, dan tahun ini senang akan hadir juga,” katanya usai audiensi di Semarang, Rabu (13/5/2026).
Rangkaian Waisak
Rangkaian Waisak sendiri sebenarnya sudah dimulai sejak awal Mei. Tapi acara besar bakal berlangsung pada 23-24 Mei lewat bakti sosial kesehatan gratis dengan target melayani sekitar 10 ribu pasien.
Selain itu, ritual sakral seperti pengambilan Api Dharma dari Mrapen, Grobogan, pada 29 Mei dan Air Berkah dari Umbul Jumprit pada 30 Mei juga bakal digelar.
Yang paling menyita perhatian tahun ini adalah perjalanan Bhikkhu Thudong yang berjalan kaki dari Bali menuju Borobudur sejauh sekitar 660 kilometer. “Tahun ini ada 60 bhikkhu yang ikut, terdiri dari 50 bhikkhu asing dan 10 lokal,” ujar Karuna. Adapun puncak Waisak akan berlangsung pada 31 Mei 2026 pukul 15.44 WIB.
Baca juga: Paket Wisata Borobudur-Kopeng-Rawa Pening Dimatangkan
Berbeda dari tahun sebelumnya yang identik malam hari, detik-detik Waisak kali ini jatuh sore hari. Setelah prosesi utama selesai, pelepasan lampion perdamaian bakal digelar dalam dua sesi mulai pukul 18.30 WIB dan dilanjutkan sendratari malam.
Sementara itu, Ahmad Luthfi menegaskan Pemprov Jateng siap mendukung penuh seluruh rangkaian kegiatan Waisak Nasional. Menurutnya, Waisak bukan cuma agenda keagamaan, tapi juga simbol toleransi dan persatuan.
Di tengah dunia yang makin sibuk debat di media sosial, Borobudur justru bersiap menyalakan ribuan lampion perdamaian. Karena kadang, cahaya paling menenangkan memang bukan datang dari layar ponsel, tapi dari manusia yang masih mau hidup berdampingan. (tebe)

